Ambon, cahaya-nusantara.com
Kepala SMA Kristen YPPK Urimessing, Dra. E. Laturiuw, M. Si mengatakan dari pengamatannya untuk pelaksanaan USBN selama 3 hari di sekolahnya berjalan lancar dan tidak ada hambatan sesuatu apapun serta gambaran sementara siswa sukses mengerjakan soal-soal yang disajikab baik 30 persen soal dari pusat maupun 70 soal dari MGMP.
Hal ini disebabkan karena sekolahnya merupakan satu-satunya SMA di Maluku yang tahun sebelumnya telah menggunakan sistem offline dalam penyelenggaraan USBN. Demikian antara lain penegasan Laturiuw kepada wartawan di Ambon Rabu, 6/3. Dikatakan, setelah 2 hari pelaksanaan USBN di sekolahnya ternyata hasil yang dicapai oleh para siswa di sekolahnya menampakan hasil yang sangat bagus. Hal ini menurut Laturiuw mungkin dilihat dari SKL-SKL yang diajarkan kepada siswa.
Ia berharap indikator-indikator atau hal-hal yang terlihat dalam USBN ini menjadi tolak ukur agar apa yang diperoleh pada UNBK tidak berbeda jauh dengan yang dilakukan dengan USBN.
Selanjutnya menurut Laturiuw SMA yang dipimpinnya ini tahun lalu merupakan satu-satunya SMA yang telah melaksanakan USBN secara offline dan saat ini tinggal melanjutkan. Kami ini dari tahun lalu, SMK Kristen ini kan dari tahun lalu itu satu-satunya sekolah yang sudah buat USBN dengan komputer dan kami tinggal melanjutkan ujarnya sambil menambahkan pihaknya tinggal melanjutkan aplikasi yang telah digunakan tinggal di up date lagi sehingga lebih baik dan lebih fleksibel untuk penggunaan. Bahkan menurutnya aplikasi yang digunakan tahun lalu belum dilengkapi dengan essay sehingga tahun ini telah dilengkapi dengan aplikasi essay sehingga siswa mengerjakan essay tidak lagi menggunakan manual pada kertas akan tetapi melaksanakan langsung di komputer.
Kepada wartawan Laturiuw mengaku penggunaan aplikasi ini sangat membantu sekali pekerjaan guru, apalagi dengan kondisi dimana jumlah siswa yang sangat banyak maka dalam jangka waktu yang singkat-singkatnya tidak perlu lagi koreksi karena setelah siswa selesai mengerjakan soal kemudian difalidasi dan dipublis maka sudah terbaca di server hasil benar berapa dan salah berapa, ternasuk di dalamnya tingkat kesukaran soal semuanya telah terbaca di dalam server. Dengan demikian pihak sekolah tinggal membaca apakah dari soal-soal yang disusun oleh tim MGMP Provinsi itu benar-benar sudah menjawab tingkat kesukarannya atau perlu direvisi dan sebagainya.
Menurut Kepsek yang telah tiga tahum menggunakan Computer dalam ujian akhir ini mengatakan program.aplikasi komputer ini sangat membantu baik dari sisi finansial maupun dari sisi pekerjaan administrasi guru.(CN-02)

