Ambon, cahaya-nusantara.co.id

Pelaksanaan Ujian nasional
berbasis Komputer (UNBK) di Kota Ambon masih terbatas hanya dilaksanakan oleh
beberapa sekolah salah satu di antaranya SMP negeri 6, sementara masih banyak
SMP yang melaksanakan ujian berbasis kertas. 
Dari pantauan media ini di
hari pertama ujian nasiinal di kota Ambon, SMP negeri 6 yang merupakan salah
satu sekolah negeri di kota Ambon yang telah 3 kali melaksanakan UNBK dan SMP
Negeri 4 Ambon
  yang melaksanakan Ujian
nasional Berbasis Kertas dan Pena (UNBKP) salah satunya SMP sukses melaksanakan
ujian di hari pertama. 
Kepada wartawan di sela-sela
pelaksanaan Ujian Nasional, kepala SMP negeri 6 Drs. Jantje Mahulette ketika
ditemui Senin (23/4) menjelaskan kalau pelaksanaan Ujian nasional berbasis
computer (UNBK) di SMP
  negeri 6 Ambon
dimulai pukul
  7.30 WIT  yang dibuka oleh wakil Walikota Ambon Syarief
haggler.

Menurut Mahulette Wakil
waliKota mengharapkan agar para siswa mengikuti pelaksanaan UNBK dengan baik,
dan sebelum mengisi lembaran jawaban bias membaca soal dahulu dengan telitisehingga
siswa bias memperoleh nilai yang lebih baik lagi. 
Diakuinya kalau soal yang
diisi oleh para siswa kali ini memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan tahun kemarin. 
Mahulette menambahkan kalau
UNBK tahun ini diikuti oleh 330 siswa
 
yang dilaksanakan sebanyak 3 shift dari jam 7.30 sampai selesai, dan
dilaksanakan menggunakan 4 ruangan laboratorium.

Sementara terkait dengan
pengawasan yang dilakukan pada pelaksanaan UNBK di SMP Negeri 6 Ambon menurut
Mahulette pelngawasan dilaksanakan silang murni sesuai rayon sekolahnya. 
Ia  berharap nantinya hasil yang dicapai oleh
anak didiknya bias mendapatkan hasil yang memuaskan
  dengan nilai rata-rata 5,6 dan angka
kelulusan 100 persen, karena seyogyanya dengan nilai yang menuaskan bias
menjadi pegangan bagi siswanya untuk bias meningkatkan persaingan dan kompetisi
di jenjang yang lebih tinggi.

Sementara itu kepala SMP
negeri 4 Ambon O Sitaniapessy, S.Pd di
ruang kerjanya menjelaskan kalau sekolah yang dipimpinnya masih menggunakan
sistim kertas pena. 
Menurut Sitaniapessy
pelaksanaan UNBKP di SMP negeri 4 Ambon diikuti oleh 353 siswa yang dibagi
dalam 18 ruang ujian yang diawasi oleh 2 pengawas setiap ruang, dan pengawas
adalah pengawas eksternal. 
Kepada para siswa dirinya
sudah mengatakan kalau sekolah sudah berbuat maksimal, yang mana sampai
selesai ujian berstandar nasional masih ada rens waktu 1 minggu anak-anak
  masih diberikan bimbingan belajar, dan
guru-guru juga diberi insentif agar bias membantu siswa-siswanya.

Dirinya sangat mengharapkan
kalau angka kelulusan yang akan diraih oleh siswanya adalah 100 persen , bukan
saja dari sisi kuantitas tetapi juga dari kualitas, dan nilai yang diperoleh
nantinya bisa dipergunakan ke jenjang yang lebih tinggi. 
Dirinya juga mengharapkan
peran orang tua dalam kepedulian terhadap jam-jam belajar dari siswa sehingga
nantinya hasil yang didapatkan bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.(CN-01)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *