Ambon, cahaya-nusantara.co.id
Ketua
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Ambon, Drs. A. Tahalele mengatakan sejak
beralihnya SMA. SMK dan sederajat ke dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi
Maluku maka kegiatan MKKS Kecamatan Salahutu, Kecamatan Leihitu, Leihitu Barat
dan P. Haruku telah menjadi satu.
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Ambon, Drs. A. Tahalele mengatakan sejak
beralihnya SMA. SMK dan sederajat ke dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi
Maluku maka kegiatan MKKS Kecamatan Salahutu, Kecamatan Leihitu, Leihitu Barat
dan P. Haruku telah menjadi satu.
Demikian
antara lain penegasan Tahalele kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis, 19/10.
antara lain penegasan Tahalele kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis, 19/10.
Dikatakan,
sejak SMA, SMK dan MA dialihkan ke provinsi maka MKKS Kota Ambon tidak berdiri
sendiri melainkan jadi satu dengan MKKS, Leihitu, Leihitu Barat, Salahutu dan
Pulau Haruku.
sejak SMA, SMK dan MA dialihkan ke provinsi maka MKKS Kota Ambon tidak berdiri
sendiri melainkan jadi satu dengan MKKS, Leihitu, Leihitu Barat, Salahutu dan
Pulau Haruku.
Menurutnya
bukan saja MKKS melainkan MGMP dari keempat kecamatan tersebut juga bergabung
dengan MGMP kota Ambon.
bukan saja MKKS melainkan MGMP dari keempat kecamatan tersebut juga bergabung
dengan MGMP kota Ambon.
Selanjutnya
Tahalele mengatakan mempersiapkan pelaksanaan Ujian nasional tahun ajaran
2017/2018 mendatang ada beberapa program MKKS antara lain, Pertama para guru
membuat analisa terhadap SKL ujian nasional dan SKL ujian sekolah berstandar
nasional dimana kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 16 s/d 18
Oktober kemarin dimana kegiatannya dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Provinsi Maluku dengan dihadiri oleh eselon III dan IV di dinas
Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku serta para pengawas sekolah di empat
Kecamatan dan juga kota Ambon.
Tahalele mengatakan mempersiapkan pelaksanaan Ujian nasional tahun ajaran
2017/2018 mendatang ada beberapa program MKKS antara lain, Pertama para guru
membuat analisa terhadap SKL ujian nasional dan SKL ujian sekolah berstandar
nasional dimana kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 16 s/d 18
Oktober kemarin dimana kegiatannya dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Provinsi Maluku dengan dihadiri oleh eselon III dan IV di dinas
Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku serta para pengawas sekolah di empat
Kecamatan dan juga kota Ambon.
Disebutkan
setelah dibuka oleh Kepala dinas maka ada penguatan yang diberikan oleh
narasumber dari pusat tentang bagaimana membuat soal-soal Hots, sesudah itu
disusul dengan para guru menyusun soal yang didampingi oleh para guru senior
yang telah berpengalaman.
setelah dibuka oleh Kepala dinas maka ada penguatan yang diberikan oleh
narasumber dari pusat tentang bagaimana membuat soal-soal Hots, sesudah itu
disusul dengan para guru menyusun soal yang didampingi oleh para guru senior
yang telah berpengalaman.
Menurutnya
soal-soal yang disusun itu sebanyak mungkin yang akan digunakan untuk melatih siswa baik ujian nasional
maupun ujian sekolah berstandar nasional di sekolah masing-masing maupun akan
diseleksi untuk sebagian digunakan saat pelaksanaan try out yang minimal
berlangsung sebanyak dua kali, atau ada kemungkinan lain MKKS akan bekerjasama
dengan pihak ketiga untuk pengadaan soal-soal, meskipun demikian menurut Tahalele
akan dilihat sebab sudah sebagian besar sekolah untuk tahun ini telah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis
Komupter (UNBK).
soal-soal yang disusun itu sebanyak mungkin yang akan digunakan untuk melatih siswa baik ujian nasional
maupun ujian sekolah berstandar nasional di sekolah masing-masing maupun akan
diseleksi untuk sebagian digunakan saat pelaksanaan try out yang minimal
berlangsung sebanyak dua kali, atau ada kemungkinan lain MKKS akan bekerjasama
dengan pihak ketiga untuk pengadaan soal-soal, meskipun demikian menurut Tahalele
akan dilihat sebab sudah sebagian besar sekolah untuk tahun ini telah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis
Komupter (UNBK).
Selanjutnya
menurut Tahalele setelah soal-soal ujian yang disusun oleh para guru yang
didampingi para guru senior yang telah berpengalaman itu didapat maka
masing-masing sekolah akan melaksanakan pemantapan-pemantapan kepada siswa
kemudian ditindalanjuti dengan try out yang berlangsung minimal 2 kali dan
setelah itu akan masuk pada ujian-ujian, baik ujian sekolah maupun ujian
nasional.
menurut Tahalele setelah soal-soal ujian yang disusun oleh para guru yang
didampingi para guru senior yang telah berpengalaman itu didapat maka
masing-masing sekolah akan melaksanakan pemantapan-pemantapan kepada siswa
kemudian ditindalanjuti dengan try out yang berlangsung minimal 2 kali dan
setelah itu akan masuk pada ujian-ujian, baik ujian sekolah maupun ujian
nasional.
Kepada
wartawan Tahalele mengatakan berbagai upaya yang dilakukan ini berasumsi
persiapan yang baik akan menghasilkan
hasil memuaskan.
wartawan Tahalele mengatakan berbagai upaya yang dilakukan ini berasumsi
persiapan yang baik akan menghasilkan
hasil memuaskan.
“Karena
itu kalau anak-anak ini dipersiapkan dengan baik maka akan memperoleh nilai
yang baik karena bagaimana pun juga mutu pendidikan di Maluku ini rendah salah
satunya diukur dengan hasil ujian nasional”, ujar Tahalele sambil menambahkan
jika hasil ujian nasional itu sudah meningkat maka pasti mutu pendidikan akan
meningkat pula.
itu kalau anak-anak ini dipersiapkan dengan baik maka akan memperoleh nilai
yang baik karena bagaimana pun juga mutu pendidikan di Maluku ini rendah salah
satunya diukur dengan hasil ujian nasional”, ujar Tahalele sambil menambahkan
jika hasil ujian nasional itu sudah meningkat maka pasti mutu pendidikan akan
meningkat pula.
Disebutkan
soal-soal yang disusun oleh para guru tersebut berstandar nasional sehingga
tingkat kesukarannya sangat tinggi sekaligus memprediksi tentang kemungkinan
soal-soal ujian nasional seperti itu.
soal-soal yang disusun oleh para guru tersebut berstandar nasional sehingga
tingkat kesukarannya sangat tinggi sekaligus memprediksi tentang kemungkinan
soal-soal ujian nasional seperti itu.
Terkait
dengan ujian nasional sendiri, kata Tahalele hingga saat ini belum ada petunjuk
Operasional Standar (POS) tentang kegiatan tersebut karena biasanya ada POS
lebih dulu barulah ditindaklanjuti dengan Juknis pelaksanaan ujian. Akan tetapi mengingat POSnya belum ada
sehingga juknisnya pun belum disusun.(CN-02)
dengan ujian nasional sendiri, kata Tahalele hingga saat ini belum ada petunjuk
Operasional Standar (POS) tentang kegiatan tersebut karena biasanya ada POS
lebih dulu barulah ditindaklanjuti dengan Juknis pelaksanaan ujian. Akan tetapi mengingat POSnya belum ada
sehingga juknisnya pun belum disusun.(CN-02)
