Ambon, cahaya-nusantara.co.id

Kepala
SMA Xaverius Ambon, Pius Titirloloby mengatakan persiapan untuk menghadapi
Ujian Nasional bagi siswa kelas XII di sekolahnya telah dimulai dengan
pelaksanaan les pemantapan yang berangsung sejak 1 Oktober 2017.


Demikian
antara penjelasan Titirloloby kepada wartawan di ruang kerjanya di Ambon,
Selasa, 17/10.
Dikatakan,  Sejak awal Oktober pihaknya telah
melaksanakan les bagi para siswa sebagai bagian dari pemantapan kepada para
siswa di sekolahnya.
Menurutnya,
berkaca pada hasil lulusan tahun sebelumnya di mana hanya ada satu siswa yang
mencapai kelulusan dengan nilai murni tanpa perbaikan atau pengulangan maka
pihaknya akan berusaha agar di tahun ini dari 5 ruang belajar yang akan
menghadapi ujian minimal per ruangnya terdapat satu siswa yang akan lulus
dengan nilai murni tanpa perbaikan dengan demikian akan ada 5 siswa minimal yang
lulus murni tanpa ada perbaikan nilai atau pengulangannya. Oleh sebab itu
secara teknis pihaknya akan meminta setiap wali kelas untuk menunjuk salah satu
siswa yang memiliki prestasi terbaik agar dilakukan penamtapan yang lebih besar
bagi mereka, sehingga kalau baleh lebih dari satu siswa yang memiliki prestasi
terbaik dalam kelulusan kali ini yakni mencapai nilai murni.
Terkait
dengan upaya tersebut kata Titirloloby dimaksudkan agar siswa tidak sekedar
lulus akan tetapi memperoleh nilai yang bagus sehingga menjadi dasar yang baik
bagi yang bersangkutan jika melamar di Perguruan tinggi atau pun yang ingin
melamar kemana-mana tidak terkendala dengan faktor nilai, apalgi, kata
Titirloloby anak-anak lulusan Xaverius tidak hanya sekedar memiliki cita-cita untuk
perguruan tinggi semata akan tetapi barangkali juga mengikuti tes lain-lain
seperti IPDN atau akademik militer dimana tuntutan nilainya memiliki standar
yang lebih besar. Oleh sebab itu pihak sekolah tidak hanya siswanya tidak
sekedar lulus akan tetapi harus lulus dengan nilai yang baik.
Disamping
itu, kata Titirloloby pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak operator
di sekolahnya agar menyiapkan lagi sekitar 10 unit komputer untuk memperkuat
perangkat yang ada guna menghadapi UNBK, mengingat tahun sebelumnya peserta
ujian hanya sebanyak 78 siswa sedangkan untuk tahun ini jumlahnya adalah 120
siswa calon peserta ujian. Itu berarti harus ditambahkan unit komputer di mana
saat ini sementara diantisipasi pembiayaannya, meskipun pihaknya harus juga berkoordinasi
dengan pihak Yayasan serta memperhatikan ketersediaan dana BOSNas dan juga
BOSDa yang diperoleh di sekolahnya.
Disebutkan
jika 10 unit komputer yang mesti disiapkan maka denngan sendirinya harus
menyiapkan dana sebesar 40 juta rupiah karena komputer yang dibeli bukanlah
komputer standar yang tidak mampu mengoperasikan berbagai program terkait
dengan ujian nasional itu sendiri. “Karena komputer yang standar 2 juta rupiah
tidak akan mampu mendukung program-program yang diminta oleh pemerintah”, ujar
Titirloloby seraya menambahkan persiapan lain bagi peserta adalah siswa juga
akan disiapkan secara rohani dengan 
pelaksanaan rekoleksi serta novena 
ditambah juga dengan pelaksanaan try out-try out.
Disebutkan
untuk sementara ini selaku anggota MKKS pihaknya sedang menyusun soal untuk
pelaksanaan USBN,(CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *