Lasiteny: Buku K-13 Revisi itu Hanya
Penambahan dan Pengurangan dari K-13 Tahun sebelumnya
Ambon,
cahaya-nusantara.co.id
Kepala SMP Negeri 2 Ambon. Drs. H. M.
Lasiteni, M.Pd mengatakan  tertundanya
jadwal tes tengah semester bagi siswa di sekolahnya disebabkan karena adanya
keterlambatan anggaran sesuai dengan rancangannya, disamping adanya tinjanauan
kurikulum dimana masuk liburan terlambat sehingga ada materi-materi yang belum
selesai sehingga harus menambah satu minggu guna menyelesaikan materi ajar dari
para guru
.
Terkait denga buku-buku yang digunakan
untuk PBM di sekolahnya, kata Lasiteny soal buku hanya tinggal dirobah nama
dimana KTSP dengan K-13 pada prinsipnya sama hanya format penilaiannya yang
berbeda, artinya pada item lain ada penambahan dan di item yang lain ada
pengurangan, meskipun demikian Lasiteny mengandaikan 2 tambah 2 tidak pernah
keluar dari angka 4, bahkan menurutnya kalimat pasif dan kalimat aktif dalam
bahasa Indonesia itu tidak pernah dirubah sehingga adanya perubahan itu hanya
terletak pada asumsi manusia saja, kata dia. Sambil menambahkan di sekolahnya
pada tahun 2014 dan 2015 tidak pernah menggunakan K-13 sehingga buku-buku K-13
masih ada sampai sekarang.
Lasiteny lebih lanjut mengatakan
pemerintah menganggarkan untuk beli buku baru itu karena memang itu terbitan
baru akan tetapi tetapi tidak lain dari konsep-konsep kulikulum 2013 di tahun
2014, 2015 yang lau. “Bukunya ada lengkap”, kata Lasiteny saraya menambahkan
mungkin terbitan tahun 2017 ini ada revisi dimana ada yang ditambah dan ada
yang dikurangi tapi garis besarnya itu sama. Disamping itu menurut Lasiteny
saat ini buku-buku panduan telah dijual dimana-mana sehingga para guru bisa
saja menggunakan uang pribadi untuk membelinya atau pun mungkin sekolah merasa
ada uang kemudian menggunakannya untuk membeli satu paket yang terdiri dari
buku bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggeris, IPA, IPS, PKN dan lain-lain
yang merupakan satu paket yang diberikan kepada para guru sambil menunggu  buku siswa.
Menyinggung tentang buku elektronik
yang saat ini juga telah terbuka untuk diakses oleh para guru untuk melengkapi
bahan ajarnya, lasiteny mengatakan hal itu sangat tergantung pada hasrat sang
guru, tetapi yang jelas bahwa guru mengerti dari internet ditambah dengan buku
yang sudah terjual di pasar-pasar atau tgoko buku ditambah lagi dengan  temuan-temuan guru di tempat penataran makan
jika digabungkan akan menjadi salah satu kekuatan guru, jadi semuanya dipakai
dan yang penting tidak lari dari konsep 
kurikulum 2013.

Kepada
wartawan dirinya telah menegaskan kepada seluruh guru agar mulai semester ini
dan terus ke depan setiap kali penyelenggaraan tes baik harian maupun tengah
semester bahkan akhir semester tidak ada lagi yang namanya menunda pemeriksaan
hasil tes. Itu berarti setiap selesai tes berlangsung hari itu juga guru
diharuskan memeriksa bahan tes siswa sehingga selesai waktu tes seluruh hasil
tes telah diperiksa  dan telah mendapat
hasilnya,(
CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *