Allan Dahoklory: Itu Semua karena Doa dan Restu Bapa dan
Mama
Mama
Ambon, cahayanusantara12.com
“Hari ini merupakan hari yang
sangat berbahagian, hari yang penuh suka cita karena dapat merayakan syukuran
bersama orang tua serta om-om dan tanta-tanta dan juga para hamba Tuhan. Ada
Bapa dan ibu Pendeta, ada juga guru-guru agama yang telah ikut mendukung selama
pendidikan. Untuk itu saya sangat senang.” Demikianlah luapan rasa
kegembiraan, Pilot asal Maluku Tenggara Barat yang merupakan perpaduan darah
Dahoklory dari Kisar dan Rijoli dari TNS ini.
sangat berbahagian, hari yang penuh suka cita karena dapat merayakan syukuran
bersama orang tua serta om-om dan tanta-tanta dan juga para hamba Tuhan. Ada
Bapa dan ibu Pendeta, ada juga guru-guru agama yang telah ikut mendukung selama
pendidikan. Untuk itu saya sangat senang.” Demikianlah luapan rasa
kegembiraan, Pilot asal Maluku Tenggara Barat yang merupakan perpaduan darah
Dahoklory dari Kisar dan Rijoli dari TNS ini.
Adalah Allan Robert
Dahoklory putra pertama deari pasangan Suami istri Bapak Nick Dahoklory yang kesehariannya
bertugas sebagai Kepala Bidang Bimas Kristen Kanwil Kementrian Agama Provinsi
Maluku dan Ibu Emy Rijoli yang kesehariannya dikenal sebagai ibu guru pada SD
di kawasan Benteng Atas Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.
Dahoklory putra pertama deari pasangan Suami istri Bapak Nick Dahoklory yang kesehariannya
bertugas sebagai Kepala Bidang Bimas Kristen Kanwil Kementrian Agama Provinsi
Maluku dan Ibu Emy Rijoli yang kesehariannya dikenal sebagai ibu guru pada SD
di kawasan Benteng Atas Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.
Di tengah hiruk pikuk
kegembiraan dalam syukuran yang berlangsung di restoran Tirta Kencana Amahusu, pilot
muda kelahiran 25 Agustus 1992 ini, mengenang masa-masa sulit semasa menjalani
masa pendidikan di ibu kota Jakarta yang jauh dari orang tua dan keluarga yang
sewaktu-waktu menimbulkan rasa kangen yang mendalam, akan tetapi diakui Allan
ada orang Gereja di lingkungan pendidikan yang bisa menjadi pelipur lara.
kegembiraan dalam syukuran yang berlangsung di restoran Tirta Kencana Amahusu, pilot
muda kelahiran 25 Agustus 1992 ini, mengenang masa-masa sulit semasa menjalani
masa pendidikan di ibu kota Jakarta yang jauh dari orang tua dan keluarga yang
sewaktu-waktu menimbulkan rasa kangen yang mendalam, akan tetapi diakui Allan
ada orang Gereja di lingkungan pendidikan yang bisa menjadi pelipur lara.
Selanjutnya Pilot muda yang
telah mengantongi hampir 400 jam terbang dengan pesawat boing 737-800 dan
737-900 ini mengaku untuk memenuhi tuntutan jam seorang seorang pilot harus
memenuhi 300 jam terbang dan selanjutnya untuk naik menjadi pilot senior
seorang pilot harus memenuhi 1000 jam terbang.
telah mengantongi hampir 400 jam terbang dengan pesawat boing 737-800 dan
737-900 ini mengaku untuk memenuhi tuntutan jam seorang seorang pilot harus
memenuhi 300 jam terbang dan selanjutnya untuk naik menjadi pilot senior
seorang pilot harus memenuhi 1000 jam terbang.
Saat ditanya perasaan
pertama menerbangkan pesawat, sembari mengenang masa-masa kecilnya Pilot
pertama dari Kabupaten MBD ini mengatakan awalnya dirinya juga tidak percaya
kalau dirinya kini menjadi seorang pilot yang bisa menerbangkan pesawat dan
lebih dari itu harus bertanggung jawab atas nyawa para penumpang yang ikut
terbang bersama dirinya.
pertama menerbangkan pesawat, sembari mengenang masa-masa kecilnya Pilot
pertama dari Kabupaten MBD ini mengatakan awalnya dirinya juga tidak percaya
kalau dirinya kini menjadi seorang pilot yang bisa menerbangkan pesawat dan
lebih dari itu harus bertanggung jawab atas nyawa para penumpang yang ikut
terbang bersama dirinya.
Menurutnya sempat terbersit
dalam pikirannya seorang putra MBD kelahiran Batu Gantung Kecamatan Nusaniwe
kota Ambon bisa jadi seorang pilot, hal ini lebih dikarenakan berkat dorongan
kedua orangtua yang senantiasa memberikan dorongan tetapi juga terutama
memberikan restu dan doa serta sokongan moril dari adik-adiknya. Oleh sebab itu
peran serta dan dukungan dari kedua orang tua bagi pilot muda ini merupakan
sebuah karunia terindah yang ia miliki sampai saat ini. “Puji Tuhan ketika bawa
pesawat untuk pertama kali tanpa didampingi instruktur nampaknya mejing saja
dan ternyata luar biasa Tuhan”. Kata Allan seraya menambahkan untuk ratingnya
saat ini ada dua buah boing masing-masing boing 737- 800 dan boing 737 – 900,
800 regeneration dan 900 Iyar.
dalam pikirannya seorang putra MBD kelahiran Batu Gantung Kecamatan Nusaniwe
kota Ambon bisa jadi seorang pilot, hal ini lebih dikarenakan berkat dorongan
kedua orangtua yang senantiasa memberikan dorongan tetapi juga terutama
memberikan restu dan doa serta sokongan moril dari adik-adiknya. Oleh sebab itu
peran serta dan dukungan dari kedua orang tua bagi pilot muda ini merupakan
sebuah karunia terindah yang ia miliki sampai saat ini. “Puji Tuhan ketika bawa
pesawat untuk pertama kali tanpa didampingi instruktur nampaknya mejing saja
dan ternyata luar biasa Tuhan”. Kata Allan seraya menambahkan untuk ratingnya
saat ini ada dua buah boing masing-masing boing 737- 800 dan boing 737 – 900,
800 regeneration dan 900 Iyar.
Ditanya soal harapan pilot
muda ini yang berasal dari MBD khususnya dan wilayah Timur umumnya, Allan
berharap kehadirannya sebagai pilot bisa menjadi motivasi bagi orang-orang di
kawasan timur Indonesia agar ke depan lebih banyak lagi pilot-pilot muda yang
lain dari wilayah Timur Indonesia, mengingat di sekolah yang mencetak dirinya
ini banyak didominasi oleh orang-orang Jawa dan sedikit sekali yang dari kawasan Timur
Indonesia. Hal ini juga senada dengan pendapat dari para instruktur dan
dosennya yang menginginkan jangan hanya dari kawasan Barat Indonesia tetapi
juga dari kawasan Timur Indonesia. “Ada instruktur saya yang bilang orang Jawa
banyak tapi orang timur itu sedikit, makanya mereka itu suka kalau ada orang
timur yang berani dan maju, entah itu di penerbangan atau entah di Angkatan
Laut itu sangat luar biasa”, kata Allan
sambil menambahkan karena orang Jawa bilang orang timur itu punya semangat dan
kemauan untuk maju, jadi mereka suka dengan orang timur, akan tetapi sayangnya
banyak orang timur yang merasa tidak yakin.
muda ini yang berasal dari MBD khususnya dan wilayah Timur umumnya, Allan
berharap kehadirannya sebagai pilot bisa menjadi motivasi bagi orang-orang di
kawasan timur Indonesia agar ke depan lebih banyak lagi pilot-pilot muda yang
lain dari wilayah Timur Indonesia, mengingat di sekolah yang mencetak dirinya
ini banyak didominasi oleh orang-orang Jawa dan sedikit sekali yang dari kawasan Timur
Indonesia. Hal ini juga senada dengan pendapat dari para instruktur dan
dosennya yang menginginkan jangan hanya dari kawasan Barat Indonesia tetapi
juga dari kawasan Timur Indonesia. “Ada instruktur saya yang bilang orang Jawa
banyak tapi orang timur itu sedikit, makanya mereka itu suka kalau ada orang
timur yang berani dan maju, entah itu di penerbangan atau entah di Angkatan
Laut itu sangat luar biasa”, kata Allan
sambil menambahkan karena orang Jawa bilang orang timur itu punya semangat dan
kemauan untuk maju, jadi mereka suka dengan orang timur, akan tetapi sayangnya
banyak orang timur yang merasa tidak yakin.
Mengakhiri wawancaranya
pilot muda kelahiran 23 tahun lalu ini mengatakan meskipun sekarang harus berlanglang
buana di dirgantara Indonesia tetapi perasaan sayang kepada Bapa dan Mamanya
sangat dalam, karena dari merekalah dia bisa berada di Lion Air, bisa
bersekolah dan bisa sukses ke depan, karena doa dan restu dari kedua orang tuanya
sehingga meskipun sukses kelak akan tetapi tidak akan lepas dari kedua orang tuanya.(***)
pilot muda kelahiran 23 tahun lalu ini mengatakan meskipun sekarang harus berlanglang
buana di dirgantara Indonesia tetapi perasaan sayang kepada Bapa dan Mamanya
sangat dalam, karena dari merekalah dia bisa berada di Lion Air, bisa
bersekolah dan bisa sukses ke depan, karena doa dan restu dari kedua orang tuanya
sehingga meskipun sukses kelak akan tetapi tidak akan lepas dari kedua orang tuanya.(***)

