Ambon, cahayanusantara12.com
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Selasa (3/5) Malam di Mulia Hotel menggelar Sosialisasi Pemberian
Penghargaan bagi seniman dan Budayawan
di Maluku tahun 2016 yang di buka Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs Hadi Suleman ditandai pemukulan
Tifa.
Penghargaan bagi seniman dan Budayawan
di Maluku tahun 2016 yang di buka Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs Hadi Suleman ditandai pemukulan
Tifa.
Kepada wartawan usai pembukaan Sosialisasi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
menjelaskan kalau capaian –capaian di Bidang Pendidikan sudah mencapai perkembangan Progres dan potret cukup
menggembirakan, namun untuk capaian
Kebudayaan belum mencapai Progres.
menjelaskan kalau capaian –capaian di Bidang Pendidikan sudah mencapai perkembangan Progres dan potret cukup
menggembirakan, namun untuk capaian
Kebudayaan belum mencapai Progres.
Hal ini disebabkan karena kebudayaan yang dilakukan dalam bentuk seniman dan karya
budaya masih dalam tumbuh kembang, untuk itu diharapkan agar bidang kebudayaan ini mendapatkan
porsi yang sama dalam capaian-capaian di
bidang pendidikan. Tujuan dilaksanakan
Sosialisasi tersebut menurut Suleman agar dimiliki data Base tentang para seniman dan Budayawan Maluku yang
ada di seluruh Kabupaten/Kota.
budaya masih dalam tumbuh kembang, untuk itu diharapkan agar bidang kebudayaan ini mendapatkan
porsi yang sama dalam capaian-capaian di
bidang pendidikan. Tujuan dilaksanakan
Sosialisasi tersebut menurut Suleman agar dimiliki data Base tentang para seniman dan Budayawan Maluku yang
ada di seluruh Kabupaten/Kota.
Ia menambahkan kalau Seniman adalah Individu yang punya Talenta, bakat dalam menghasilkan atau
menciptakan karya seni, baik lukisan, suara
dan tari, sementara budayawan adalah Individu-individu yang berkecimpung dalam kebudayaan yang memahami
nilai-nilai budaya yang menjadi warisan
para leluhur. Dengan adanya penguatan
sosialisasi penghargaan bagi seniman dan budayawan
tersebut untuk memberikan penguatan untuk memberikan apresiasi sehingga para budayawan dan seniman yang
punya tugas mulia mentransfer budaya dan
seni kepada masyarakat, yang akan menjadi penguatan
karakter jati diri sebagai orang Maluku yang harus dijaga dan dilestarikan.
menciptakan karya seni, baik lukisan, suara
dan tari, sementara budayawan adalah Individu-individu yang berkecimpung dalam kebudayaan yang memahami
nilai-nilai budaya yang menjadi warisan
para leluhur. Dengan adanya penguatan
sosialisasi penghargaan bagi seniman dan budayawan
tersebut untuk memberikan penguatan untuk memberikan apresiasi sehingga para budayawan dan seniman yang
punya tugas mulia mentransfer budaya dan
seni kepada masyarakat, yang akan menjadi penguatan
karakter jati diri sebagai orang Maluku yang harus dijaga dan dilestarikan.
Ia menambahkan memasuki Era Masyarakat Ekonomi Asea (MEA) atau era
di mana terjadi persaingan
dan kompetisi baik dalam segala hal akan benar-benar mendapatkan satu tantangan dan satu kemajuan serta satu
persaingan yang tidak bisa dihindarkan. Untuk itu para budayawan dan seniman punya salah satu tanggung
jawab moral dan sosial untuk tetap
memberikan transfer nilai-nilai kepada masyarakat
terutama para generasi muda sehingga dengan kemajuan-kemajuan seperti ini tidak akan membuat kehilangan jati diri
sebagai orang Maluku, di mana etika,
moral, sopan santun dan aspek lainnya yang
menjadi karakter bangsa dan masyarakat Maluku tetap terjaga.
di mana terjadi persaingan
dan kompetisi baik dalam segala hal akan benar-benar mendapatkan satu tantangan dan satu kemajuan serta satu
persaingan yang tidak bisa dihindarkan. Untuk itu para budayawan dan seniman punya salah satu tanggung
jawab moral dan sosial untuk tetap
memberikan transfer nilai-nilai kepada masyarakat
terutama para generasi muda sehingga dengan kemajuan-kemajuan seperti ini tidak akan membuat kehilangan jati diri
sebagai orang Maluku, di mana etika,
moral, sopan santun dan aspek lainnya yang
menjadi karakter bangsa dan masyarakat Maluku tetap terjaga.
Dengan demikian ketahanan diri Masyarakat Maluku terhadap dampak-dampak negatif tersebut
benar-benar dapat diminimalkan, sehingga
masyarakat Maluku yang dikenal sebagai masyarakat yang beradab dan memiliki keadaban akan tetap terjaga.
Ia menambahkan kalau hal itu perlu dijaga,
karena Maluku dikenal sebagai daerah
musik , dan Ambon di kenal sebagai Kota Musik, itu berarti karya seni dan budaya Maluku sudah sangat
dikenal secara luas, baik Nasional,
Internasional maupun Manca Negara, oleh karena itu harus mengembalikan mandat kalau orang Maluku memang
mempunyai jati diri orang Maluku sebagai
Kota atau daerah para seniman dan budayawan.
benar-benar dapat diminimalkan, sehingga
masyarakat Maluku yang dikenal sebagai masyarakat yang beradab dan memiliki keadaban akan tetap terjaga.
Ia menambahkan kalau hal itu perlu dijaga,
karena Maluku dikenal sebagai daerah
musik , dan Ambon di kenal sebagai Kota Musik, itu berarti karya seni dan budaya Maluku sudah sangat
dikenal secara luas, baik Nasional,
Internasional maupun Manca Negara, oleh karena itu harus mengembalikan mandat kalau orang Maluku memang
mempunyai jati diri orang Maluku sebagai
Kota atau daerah para seniman dan budayawan.
Sebelumnya dalam laporan Panitia pelaksana menjelaskan tujuan dari kegiatan sosialisasi tersebut adalah memberikan
pemahaman kepada budayawan dan seniman
yang ada di Maluku akan pentingnya karya, kreasi dan talenta yang dimiliki, agar dapat dikembangkan bagi banyak orang.
Selain itu sebagai acuan dalam persiapan,
pelaksanaan pemberian penghargaan bagi
para budayawan dan seniman tingkat nasional tahun 2016. Kegiatan berlangsung selama 2 hari dari tanggal 3 Mei
sampai dengan 4 Mei 2016 di Mulia Hotel
diikuti 30 peserta dari Kabupaten/Kota di Maluku.
(CM-03)
