Ambon, cahayanusantara12.com

Ketua Pengurus Keluarga Besar Samalelaway yang menjadi pancara darah Moyang Korneles, Lodia, Ines dan Rahel, Daniel
Samalelaway, S.Pd,
mengatakan tujuan dari
pembentukan Pengurus Persekutuan Keluarga Besar
Samalelaway yang dilantik oleh Walikota Ambon adalah untuk menyatukan
visi dan misi keluarga besar yang menjadi
keturunan Moyang Korneles
sehingga ker
depan  akan berjuang bersama sama untuk membangun
keluarga besar Samalelaway, disamping mengembalikan hak-haknya
selaku
anak-anak adat di negeri
Urimessing.

Demikian antara lain penegasan Samalelaway kepada wartawan seusai pelantikan pengurus yang
dipimpinnya oleh Walikota Ambon, Richard
Louhenapessy,
SH, di lapangan bola Laweru, Kusu-Kusu Sereh, Negeri
Urimessing Kota Ambon, Minggu, 8/5. Dikatakan, berdasarkan tujuan dari persekutuan
Keluarga Samalelaway
ini maka pihaknya
menghimpun semua keluarga yang menjadi anak-cucu
dari moyang Korneles dan ketiga saudara perempuannya untuk terhimpun
dalam sebuah persekutuan anak-anak adat
Samalelaway.

Sebelumnya dalam laporannya Ketua Pengurus yang juga Ketua Panitia ini mengatakan moyang mereka yang
pertama bernama Jose, kemudian Jose
mempunyai 
empat orang anak, satu laki-laki, Korfneles,  dan tiga
perempuan yaitu, Lodia yang kawin dengan 
Wattimena di dusun Sery,
kemudian saudara
perempuan kedua namanya Ines yang kawin dengan Alfons
di dusun Tuni dan yang ketiga adalah Rahel yang kawin
dengan marga
Lopies di Hatalay.

Selanjutnya menurutnya keturunan laki-laki yang namanya Korneles mempunyai 5 orang anak, yaitu
Esau, Jacub,  Hendrik dan dua orang
saudara
perempuan yaitu Rahel dan Lea. Selanjutnya Esau mempunyai
turunan adalah Yohanes, Carles, Rafel, Welmina,
Wemina, Zeba dan
Mariana. Menurutnya, keturunan Esau hingga saat ini sebanyak
165 jiwa,
sebagian besar berdiam di Mahia
dan sebagian di Laweru.

Sementara Jacub
mempunyai turunan adalah  Yonas, Yulius, adrian, Stefanus, Yan,
Martimna Alfonsina dan hingga kini turunannya hanya
berjumpah 50 orang. Kemudian Hendrik memiliki keturunan adalah Frans, Yonathan,
Nicolas,
Martina, Elias, Lewina, Markus
dan hingga kini keturunannya mencapai
160
orang, Sedangkan Rahel mempunyai anak Yohan dan menetap di
Batugantung  dan Lateri dengan jumlah anggota
keluarga berjumlah 30
orang.

Sedangkan Lea mempunyai Turunan Yoseph yang sampai saat ini telah berkembang menjadi 12
orang yang tinggal di Laweri
Dengan
demikian, kata Samalelaway, keturunan Samalelaway yang berdiam
di Kota Ambon sebanyak  kurang lebih 500 orang.
Dimana hal ini
menujukkan  keluarga Samalelaway
adalah keluarga besar dan merupakan
marga
adat negeri Urimessing Amarima ini dan mereka memeiliki
pranata-pranata adat, dan mereka adalah peniup tahuri
di negeri
Urimessing.

Dengan demikian jika ada sekelompok masyarakat yang mengatakan mereka bukanlah anak adat di negeri
Urimessing Amarima maka
di itu adalah
pemutar balikan fakta, dimana pertemuan di hari ini
merupakan  landasan sejarah bahwa keluarga besar
Samalelaway telah
bersatu. (CM-03)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *