Bertempat di lapangan bola Laweru Kusu-Kusu Sereh Negeri Urimessing Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Walikota Ambon, Richard
Louhenapessy, SH berkenan melantik
Pengurus Peresekutuan Keluarga Besar Samalelaway
untuk masa Bhakti 2016-2021. Kehadiran
Walikota Ambon kemarin pagi untuk kegiatan pelantikan disambut dengan tifa gong dan sebelum memasuki trmpat
upacara terlebih dahulu Walikota
dikalungi bunga oleh dua remaja cilik.
Louhenapessy, SH berkenan melantik
Pengurus Peresekutuan Keluarga Besar Samalelaway
untuk masa Bhakti 2016-2021. Kehadiran
Walikota Ambon kemarin pagi untuk kegiatan pelantikan disambut dengan tifa gong dan sebelum memasuki trmpat
upacara terlebih dahulu Walikota
dikalungi bunga oleh dua remaja cilik.
Dalam sambutannya Walikota Ambon Richard Louhenapessy SH, mengatakan di dalam Kepengurusan yang
barusan dilantik ada potensi sejarah yang diawali
dengan empat moyang, yakni Motang Korneles, Moyang Ines, Moyang Lodia dan Moyang Rahel. Dikatakan Potensi Sejarah itu penting dimana anak cucu
harus bertemu dalam acara seperti ini,
karena dikuatirkan jika komunikasi antar sebuah
keturunan itu tidak lancar dan tidak saling mengenal bahkan terputus satu dengan yang lain maka bisa terjadi
perkawinan antara cucu moyong-moyang yang
tidak boleh terjadi hanya karena terputusnya sejarah anak-cucu dan basudara.
barusan dilantik ada potensi sejarah yang diawali
dengan empat moyang, yakni Motang Korneles, Moyang Ines, Moyang Lodia dan Moyang Rahel. Dikatakan Potensi Sejarah itu penting dimana anak cucu
harus bertemu dalam acara seperti ini,
karena dikuatirkan jika komunikasi antar sebuah
keturunan itu tidak lancar dan tidak saling mengenal bahkan terputus satu dengan yang lain maka bisa terjadi
perkawinan antara cucu moyong-moyang yang
tidak boleh terjadi hanya karena terputusnya sejarah anak-cucu dan basudara.
Oleh sebab itu menurut Walikota pertemuan seperti yang dilakukan Keluarga besar
Samalelaway dengan menghimpun seluruh
anak cucu dari keempat moyang adalah sangat penting untuk tetap menjaga tali kekeluargaan satu sama yang
lain. Bahkan menurutnya jika penuturan
tentang keturunan moyang-moyang tidak dilakukan
maka bisa mengarah kepada disintegrasi di antara keluarga-keluarga.
Samalelaway dengan menghimpun seluruh
anak cucu dari keempat moyang adalah sangat penting untuk tetap menjaga tali kekeluargaan satu sama yang
lain. Bahkan menurutnya jika penuturan
tentang keturunan moyang-moyang tidak dilakukan
maka bisa mengarah kepada disintegrasi di antara keluarga-keluarga.
Selanjutnya Walikota menyitir potensi yang kedua yang dimiliki pengurus Keluarga Besar
Samalelaway adalah potensi intelektual dimana banyak di antara pengurus yang dilantik memiliki kualifikasi sarjana
Satu (S1). Menurut Walikota hal ini penting
sehingga dengan potensi kesarjanaan yang
ada bisa saling memotivasi yang lain sehingga minimal menjadi sumber intelektual bagi keluarga
Samalelaway.
Samalelaway adalah potensi intelektual dimana banyak di antara pengurus yang dilantik memiliki kualifikasi sarjana
Satu (S1). Menurut Walikota hal ini penting
sehingga dengan potensi kesarjanaan yang
ada bisa saling memotivasi yang lain sehingga minimal menjadi sumber intelektual bagi keluarga
Samalelaway.
Dan potensi yang ketiga yang dicatat oleh Walikota dalam kepengurusan Keluarga Besar Samalelaway
adalah potensi Komunikasi, di mana Ketua Pengurusnya
memiliki komunikasi yang baik dengan Walikota Ambon sehingga apa yang menjadi keluhan atau kepentingan
dari keluarga besar Samalelaway bisa
didengar oleh Walikota lantaran adanya Ketua Pengurus yang memiliki komunikasi yang baik dengan Walikota
Ambon.
adalah potensi Komunikasi, di mana Ketua Pengurusnya
memiliki komunikasi yang baik dengan Walikota Ambon sehingga apa yang menjadi keluhan atau kepentingan
dari keluarga besar Samalelaway bisa
didengar oleh Walikota lantaran adanya Ketua Pengurus yang memiliki komunikasi yang baik dengan Walikota
Ambon.
Dan potensi yang keempat adalah potensi ekonomi, dimana jika Keluarga dan Lingkungan Samalelaway berkembang baik maka
otomatis Kota Ambon juga akan berkembang
dengan baik sehingga Walikota meniliki kepedulian untuk membantu secara ekonomi kegiatan yang
dilaksanakan oleh keluarga Besar
Samalelaway, terutama dalam kegiatan penataan kembali tali persaudaraan dari keempat moyang yang saat ini
memiliki keluarga sampai ke Hatalay, Mahia
dan juga dusun-dusun lain di dalam negeri Urimessing.
Setelah melantik pengurus Persekutuan Keluarga
Besar Samalelaway, atas permintaan dari
waerga Laweru, Walikota Ambon berkenan meninjau Bak air bersih milik Keluarga Besar Samalelaway di Laweru dan juga
jalan putus di Laweru yang menghubungkan Laweru
dan Mahia dan Tuni yang sempat terputus
dihantam bencana alam beberapa waktu lalu, kemudian
dilanjutkan dengan acara makan patita bersama Walikota Ambon dan warga besar keturunan empat moyang Kornesles,
Ines, Lodia dan Rahel. (CM-03)
otomatis Kota Ambon juga akan berkembang
dengan baik sehingga Walikota meniliki kepedulian untuk membantu secara ekonomi kegiatan yang
dilaksanakan oleh keluarga Besar
Samalelaway, terutama dalam kegiatan penataan kembali tali persaudaraan dari keempat moyang yang saat ini
memiliki keluarga sampai ke Hatalay, Mahia
dan juga dusun-dusun lain di dalam negeri Urimessing.
Setelah melantik pengurus Persekutuan Keluarga
Besar Samalelaway, atas permintaan dari
waerga Laweru, Walikota Ambon berkenan meninjau Bak air bersih milik Keluarga Besar Samalelaway di Laweru dan juga
jalan putus di Laweru yang menghubungkan Laweru
dan Mahia dan Tuni yang sempat terputus
dihantam bencana alam beberapa waktu lalu, kemudian
dilanjutkan dengan acara makan patita bersama Walikota Ambon dan warga besar keturunan empat moyang Kornesles,
Ines, Lodia dan Rahel. (CM-03)

