Ambon, Cahayanusantara12.com
Ketua Yayasan Kasih Mandiri Ambon Suster Brigitina R
Balubun, SRM mengatakan pantaslah kalau kota Ambon naik peringkat dari Kota
Layak Anak (KLA) Pratama ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Demikian antara
lain penegasan Suster Brigitina kepada wartawan di Ambon, Kamis, 25/2. Dikatakan,
untuk menindaklanjuti pemberian gelar Kota layak Anak tingkat pratama yang
pernah dicapai oleh kota Ambon beberapa waktu lalu maka menjadi tugas seluruh
warga kota Ambon, bukan hanya pemerintah kota Ambon, tetapi semua warga kota
Ambon yang berada di kota ini untuk ramai-ramai bekerja untuk juga
meningkatkan lagi dari tingkat pratama untuk masuk lagi ke tingkat selanjutnya.
Balubun, SRM mengatakan pantaslah kalau kota Ambon naik peringkat dari Kota
Layak Anak (KLA) Pratama ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Demikian antara
lain penegasan Suster Brigitina kepada wartawan di Ambon, Kamis, 25/2. Dikatakan,
untuk menindaklanjuti pemberian gelar Kota layak Anak tingkat pratama yang
pernah dicapai oleh kota Ambon beberapa waktu lalu maka menjadi tugas seluruh
warga kota Ambon, bukan hanya pemerintah kota Ambon, tetapi semua warga kota
Ambon yang berada di kota ini untuk ramai-ramai bekerja untuk juga
meningkatkan lagi dari tingkat pratama untuk masuk lagi ke tingkat selanjutnya.
Menurutnya untuk mencapai tujuan tersebut sangat
diharapkan untuk seluruh SKPD Pemkot Ambon dan juga dibantu oleh tingkat
provinsi agar sama-sama mengupayakan supaya kota Ambon itu naik lagi untuk
mencapai tingkat selanjutnya. Sementara itu bagi kota dan kabupaten lain di provinsi Maluku juga diharapkan
dan didorong untuk mencapai KLA itu, tegas Brigitina. Meskipun demikian,
Brigitina sempat menyesalkan adanya penilaian dari sejumlah pihak yang menilai
bahwa SDM yang dimiliki oleh P2TP2A kota Ambon itu rendah dengan angka 3, namun
menurut Brigitina tdak menjadi masalah karena toh di mata manusia itu rendah akan
tetapi Tuhan yang di atas sana lebih mengetahui dan memperhatikan apa yang
dikerjakan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak
(P2TP2A) di kota Ambon.
diharapkan untuk seluruh SKPD Pemkot Ambon dan juga dibantu oleh tingkat
provinsi agar sama-sama mengupayakan supaya kota Ambon itu naik lagi untuk
mencapai tingkat selanjutnya. Sementara itu bagi kota dan kabupaten lain di provinsi Maluku juga diharapkan
dan didorong untuk mencapai KLA itu, tegas Brigitina. Meskipun demikian,
Brigitina sempat menyesalkan adanya penilaian dari sejumlah pihak yang menilai
bahwa SDM yang dimiliki oleh P2TP2A kota Ambon itu rendah dengan angka 3, namun
menurut Brigitina tdak menjadi masalah karena toh di mata manusia itu rendah akan
tetapi Tuhan yang di atas sana lebih mengetahui dan memperhatikan apa yang
dikerjakan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak
(P2TP2A) di kota Ambon.
Menurut Brigitina patut dipertanyakan penilaian yang
memberikan nilai 3 bagi P2TP2A kota Ambon itu mengingat selama ini P2TP2A kota
Ambon telah bekerja maksimal dimana banyak kasus telah tertangani dengan baik
seperti misalnya telah melaksanakan pelayanan pengaduan, layanan rehabilitasi
sosial, kemudian layanan bantuan hukum, kemudian pemulangan dan juga kasus
reintegrasi sosial. Ia mengaku kalau P2TP2A Ambon telah melakukan semuanya itu,
meskipun disadari ada sejumlah kekurangan mengingat kantor tetap bagi P2TP2A
Ambon itu sejak awal belum ada sehingga semula harus berkantor di kantor Yayasan
Arika Mahina di tahun 2013 daqn 2014 dan sekarang ini pindah lagi di kantor Yayasan
Kasih Mandiri di Belakang Soya Ambon. Kepada wartawan Brigitina juga mengatakan
P2TP2A kota Ambon tidak hanya menangani kasus kota Ambon saja tetapi juga melayani
kota dan kabupoaten lain di Maluku bahkan luar Maluku sampai di Nusakambangan. Sementara itu menurut Brigitina dirinya juga menilai dalam tahun 2013 lalu para
pekerja di bidang Perempuan dan anak telah juga mengupayakan agar kota Tual
menerima status sebagai kota layak Anak akan tetapi hal itu belum terealisir,
kendati demikian dirinya memberikan apresiasi yang tinggi bagi Walikota Tual
karena beliau benar-benar punya perhatian untuk memenuhi hak anak dan
perempuan di kota Tual begitu luar biasa namun masih tertunda dengan berbagai
kendala dan alasan sehingga baru sekarang baru mau dicanangkan pada tahun 2018
mendatang. Ia berharap pekerja P2TP2A di kota Tual bekerja lebih keras lagi sehingga dalam tahun 2017 mendatang telah dicapai KLA untuk kota Tual.(CN-01)
memberikan nilai 3 bagi P2TP2A kota Ambon itu mengingat selama ini P2TP2A kota
Ambon telah bekerja maksimal dimana banyak kasus telah tertangani dengan baik
seperti misalnya telah melaksanakan pelayanan pengaduan, layanan rehabilitasi
sosial, kemudian layanan bantuan hukum, kemudian pemulangan dan juga kasus
reintegrasi sosial. Ia mengaku kalau P2TP2A Ambon telah melakukan semuanya itu,
meskipun disadari ada sejumlah kekurangan mengingat kantor tetap bagi P2TP2A
Ambon itu sejak awal belum ada sehingga semula harus berkantor di kantor Yayasan
Arika Mahina di tahun 2013 daqn 2014 dan sekarang ini pindah lagi di kantor Yayasan
Kasih Mandiri di Belakang Soya Ambon. Kepada wartawan Brigitina juga mengatakan
P2TP2A kota Ambon tidak hanya menangani kasus kota Ambon saja tetapi juga melayani
kota dan kabupoaten lain di Maluku bahkan luar Maluku sampai di Nusakambangan. Sementara itu menurut Brigitina dirinya juga menilai dalam tahun 2013 lalu para
pekerja di bidang Perempuan dan anak telah juga mengupayakan agar kota Tual
menerima status sebagai kota layak Anak akan tetapi hal itu belum terealisir,
kendati demikian dirinya memberikan apresiasi yang tinggi bagi Walikota Tual
karena beliau benar-benar punya perhatian untuk memenuhi hak anak dan
perempuan di kota Tual begitu luar biasa namun masih tertunda dengan berbagai
kendala dan alasan sehingga baru sekarang baru mau dicanangkan pada tahun 2018
mendatang. Ia berharap pekerja P2TP2A di kota Tual bekerja lebih keras lagi sehingga dalam tahun 2017 mendatang telah dicapai KLA untuk kota Tual.(CN-01)
