Ambon, Cahayanusantara12.com
Ketua
Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPEN) Ambon, Dr. A. Ch.
Kakiay berharap dengan adanya kegiatan bedah buku, para Dosen dan mahasiswa yang
sementara menulis buku atau pun mereka yang belum menulis  untuk melihat
sisi lemah dan ketika menulis kembali maka bila menjadi komparative Nolege
terhadap apa yang diperoleh di dalam kegiatan bedah buku.
Demikian antara lain penegasan Kakiay dalam sambutannya saat membuka dengan
resmi jalannya kegiatan bedah buku tahap kedua tahun 2015 di Kampus STAKPN Ambon,
Sambil mengutip pernyataan ketua Panitia yang mengatakan dunia perguruan tinggi
adalah dunia membaca, menganalisis dan dunia menulis, oleh sebab itu pihaknya
berupaya semaksimal mungkin untuk tidak hanya membaca buku akan tetapi juga
membaca situasi dan lingkungan sosial masyarakat. Oleh sebab itu pihaknya selalu
berupaya sehingga selalu ada sinergitas antara pendidikan, penelitian,
publikasi dan pengabdian masyarakat.
Dikatakan 
pihaknya selalu mengupayakan hal itu supaya tiga roda ini saling  memberi
kontribusi untuk mengkonstruksi pengetahuan itu sendiri. Karena itu Kakiay
menjelaskan sebetulnya tahun 2015 ini kampus STAKPN Ambon cukup sibuk dengan kegiatan-kegiatan
yang sifatnya menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan akademik. Selanjutnya
Kakiay menjelaskan hal itu dilakukannya denngan kesadaran penuh bahwa saat ini
mengajar di kelas atau kuliah bukan  satu-satunya sumber belajar,
sebaliknya ada begitu banyak sumber belajar yang harusnya memperkaya mahasiswa
di kampus STAKPN Ambon. Sementara itu dalam laporannya, ketua panitia
penyelenggara Bedah buku STAKPN Ambon, Dr. H.J. Lesilolo, M.Pd, dalam
laporannya menjelaskan tentang buku yang dibedah yakni buku psikologi
musik  yang ditulis oleh Prof, Johan, M.Si, seorang psikolog musik yang juga
merupakan satu-satunya psikolog musik yang ada di Indonesia, kemudian buku
kedua yang juga dibedah adalah buku gaya belajar dan bahan ajar yang dikarang
oleh Dr. Maya Sahertian.
Menurut
Leisilolo, teori, analisis dan hasil pemikiran yang dituangkan dalam kedua buku
itu belum pasti kebenarannya karena itu istilah bedan adalah istilah yang tepat
untuk terus mencari kebenaran-kebenaran dalam ketidakpastian ilmu pengetahuan.
Meskipun demikian, selaku panitia, Leisilolo mengatakan setelah kegiatan bedah
buku akan menghasilkan suatu kesepakatan relatif tentang ilmu psikologi musik
dan gaya belajar bahan ajar. Hadir dalam acara bedah buku antara lain, Dr.
Patris Rahabav, Dr. Lisa Soisa yang menjadi penanggap buku Bahan Ajar dan 
dan Gaya Belajar karangan Dr. Maya Sahertian, , Dr. Chres Tamaela dan Dr.
Brenkly Pikanusa sebagai penanggap buku psikologi Musik karangan Prof. Johan, M.Si,
dan juga ketua Klasis GPM Masohi, Sekretaris Majelis Pekerja Klasis, Mantan
Ketua Klasis Masohi serta  seluruh Ketua Majelis Jemaat dan Pendetadari
Kalsis GPM Masohi.(CN-01)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *