Ambon, Cahayanusantara12.com
Diduga kebakaran jenggot, oknum panitia
Pesparawi sodorkan surat pernyataan yang tanggalnya berlaku surut untuk
ditandatangani oleh Pimpinan Hotel Sumber Asia, Rizal Efeendi Kepada
wartawan Efendi mengatakan saat disodori surat tersebut dirinya tidak
serta merta menandatanganinya dengan penjelasan ingin membacanya terlebih
dahulu, namun sesudeah itu dirinya kaget karena surat tersebut yang lengkap
dengan meterai tertulis 14 Oktober 2015, sementara dirinya baru menerimanya tanggal
11 November 2015. Dengan demikian diduga keras ada mal administrasi yang
dilakukan oleh olnum panitia Pesparawi yang sebelumnya mengaku berasal dari
Kantor Gubernur Maluku.
Pesparawi sodorkan surat pernyataan yang tanggalnya berlaku surut untuk
ditandatangani oleh Pimpinan Hotel Sumber Asia, Rizal Efeendi Kepada
wartawan Efendi mengatakan saat disodori surat tersebut dirinya tidak
serta merta menandatanganinya dengan penjelasan ingin membacanya terlebih
dahulu, namun sesudeah itu dirinya kaget karena surat tersebut yang lengkap
dengan meterai tertulis 14 Oktober 2015, sementara dirinya baru menerimanya tanggal
11 November 2015. Dengan demikian diduga keras ada mal administrasi yang
dilakukan oleh olnum panitia Pesparawi yang sebelumnya mengaku berasal dari
Kantor Gubernur Maluku.
Selanjutnya kepada wartawan Efeendi bersumpah
demi Allah kalau dirinya belum menerima sepeser pun dari dana Pesparawi yang
harus diterimanya. Sambil berharap, Efeendi mengatakan dirinya meminta tolong
dari Bapak-Bapak Panitia Pesparawi agar jangan menyusahkan orang kecil karena
sesungguhnya mereka mengharapkan gajinya untuk hidup. “Jangan membunuh orang
yang sudah bodoh dan tolol”, kata Efeendi sambil menambahkan mereka juga ingin
hidup seperti kita, tapi nasib mereka yang berkata lain.(CN-01)
demi Allah kalau dirinya belum menerima sepeser pun dari dana Pesparawi yang
harus diterimanya. Sambil berharap, Efeendi mengatakan dirinya meminta tolong
dari Bapak-Bapak Panitia Pesparawi agar jangan menyusahkan orang kecil karena
sesungguhnya mereka mengharapkan gajinya untuk hidup. “Jangan membunuh orang
yang sudah bodoh dan tolol”, kata Efeendi sambil menambahkan mereka juga ingin
hidup seperti kita, tapi nasib mereka yang berkata lain.(CN-01)
