Ambon, Cahaya nusantara12.com
Bertempat di lantai 6 kantor Gubernur Maluku
jumat 6/11diselenggarakan konferensi Pers yang menghadirkan Dinas Kesehatan
Provinsi Maluku. Karena Kepala Dinas Kesehatan berhalangan hadir maka
materi konferensi pers disampaikan oleh Kepala Bidang Pendelaian Penyakit dan Krisis
Kesehatan (P2K2) Dr Ritha Tahitu M,Kes. Menurut Tahitu, sejumlah program yang
menjadi program kerja Dinas Kesehatan Provinsi Maluku yang pelaksanaannya dijalankan
oleh bidang-bidang pada dinas tersebut.
jumat 6/11diselenggarakan konferensi Pers yang menghadirkan Dinas Kesehatan
Provinsi Maluku. Karena Kepala Dinas Kesehatan berhalangan hadir maka
materi konferensi pers disampaikan oleh Kepala Bidang Pendelaian Penyakit dan Krisis
Kesehatan (P2K2) Dr Ritha Tahitu M,Kes. Menurut Tahitu, sejumlah program yang
menjadi program kerja Dinas Kesehatan Provinsi Maluku yang pelaksanaannya dijalankan
oleh bidang-bidang pada dinas tersebut.
Selanjutnya menurut Tahitu, terdapat 6
program prioritas yang harus dilakukan akselerasi atau percepatan yaitu;
Memperhatikan Kesehatan Ibu, Mengurangi angka kematian bayi, Menurunkan
prevalensi balita gizi buruk, Menurunkan angka kesakitan malaria, Membebaskan
penyakit kaki gajah, dan Mendeteksi HIV/AIDS. Selain itu Tahitu
menjelaskan bahwa dalam menjalankan program ini terdapat beberapa
tantangan yang harus diperhatikan yakni akses masyarakat ke fasilitas pelayanan
kesehatan, tenaga kesehatan yang belum memadai, distribusi, pendayagunaan. Untuk
itu dalam menjawab berbagai tantangan yang ada maka Dinas Kesehatan
melakukan berbagai tindakan antara lain: Strategi yang berbasis gugus pulau
dengan 39 pusat gugus dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, sarana
prasarana dan komunikasi kemudian juga dilakukan program layanan SMS (Sail Medical
Server) yang dijalankan 3 bulan sekali, program Flying dokter Sementara itu
terkait dengan jumlah tenaga kesehatan pihaknya melaksanakan juga
beberapa program di antaranya program BPJS, program intensif, dan program
inovasi. (CN-03.CM-02)
program prioritas yang harus dilakukan akselerasi atau percepatan yaitu;
Memperhatikan Kesehatan Ibu, Mengurangi angka kematian bayi, Menurunkan
prevalensi balita gizi buruk, Menurunkan angka kesakitan malaria, Membebaskan
penyakit kaki gajah, dan Mendeteksi HIV/AIDS. Selain itu Tahitu
menjelaskan bahwa dalam menjalankan program ini terdapat beberapa
tantangan yang harus diperhatikan yakni akses masyarakat ke fasilitas pelayanan
kesehatan, tenaga kesehatan yang belum memadai, distribusi, pendayagunaan. Untuk
itu dalam menjawab berbagai tantangan yang ada maka Dinas Kesehatan
melakukan berbagai tindakan antara lain: Strategi yang berbasis gugus pulau
dengan 39 pusat gugus dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, sarana
prasarana dan komunikasi kemudian juga dilakukan program layanan SMS (Sail Medical
Server) yang dijalankan 3 bulan sekali, program Flying dokter Sementara itu
terkait dengan jumlah tenaga kesehatan pihaknya melaksanakan juga
beberapa program di antaranya program BPJS, program intensif, dan program
inovasi. (CN-03.CM-02)
