Ambon, Cahayanusantara12.com
Bukti Keprihatinan Uskup Mgr
Andreas Petrus Cornelius Sol MSC terhadap Orang kecil adalah mendirikan Lembaga Beasiswa Bagi anak-anak Maluku dari
SD sampai SMA dengan nama Adopsi pada tahun 1982 sampai saat ini. Demikian
penjelasan Pimpinan Daerah MSC Pastor Fred Sarkol MSC kepada Wartawan dalam
Konfrensi Pers dalam rangka perayaan 100 Tahun Uskup Mgr Andreas Petrus
Cornelius Sol MSC dan Perayaan syukur 49 tahun hidup membiara Uskup Diosis Amboina
Mgr. P.C. Mandagi, MSC Rabu (14/10) di Catolik Center Ambon. Menurutnya
lembaga Adopsi bagi Anak-anak Maluku
adalah wujud dari perhatian Uskup Sol dengan Tujuan adalah ingin agar anak-anak
Maluku tetap tersenyum , karena pengalaman yang dialami oleh Uskup Sol ditemukannya
dua orang anak yang mau dibuang oleh orang tuanya di Seram, dan anak-anak di
Maluku banyak yang tidak bersekolah. Ditambahkan pula kalau lembaga Adopsi ini
didirikan bukan hanya bagi anak-anak Katolik saja, tetapi juga diberikan bagi
semua anak di Maluku, Baik Kristen Protestan maupun anak-anak yang beragama
Islam dan lainnya. Selain mendirikan Lembaga Adopsi sebagai keprihatinanya
kepada masyarakat kecil, Uskup Sol juga telah mendirikan satu buah Perpustakaan
yang bernama Rumphius Diambil nama Rumphius menurut Sarkol kalau Rumphius
adalah nama Ilmuan dari Jerman yang tinggal di Maluku sampai meninggal untuk
mempelajari tumbuh-tumbuhan dan binatang di sini yang dituliskan dalam sebuah
buku yang sangat berharga, karena karena Rumphius seluruh dunia mengenal Maluku.
Pada kesempatan itu Pastor Sarkol juga menjelaskan Kalau Uskup Mgr Sol adalah
seorang warga Belanda yang hadir di Maluku pada tahun 50 an yang bekerja
sebagai seorang pastor paroki di Holad Haard, yang diangkat menjadi Uskup pada
tahun 1964. dijelaskan pula ada dua hal
yang hidup di dalam kehidupan 100 Tahun Uskup Andreas Petrus Corneliua Sol MSC
adalah seorang Imam yang ditahbiskan sebagai seorang Pastor, yang kemudian
ditahbiskan menjadi seorang Uskup pada tahun 1964, dan Uskup Sol juga merupakan biarawan MSC dan
pensiun pada tahun 1994. Ia menambahkan kalau
Uskup Emeritus Mgr Sol merupakan
seorang tokoh teladan bagi umat Katolik karena spiritualitas, semangat perjuangan
hidupnya selama ini. Dan yang lebih
mengesankan ketika Mgr Sol memutuskan untuk
tidak pulang ke Belanda tanah kelahirannya karena sebuah keprihatinannya
dan kerinduan terbesarnya untuk tetap terlibat dengan orang-orang kecil. Bukti
dari keprihatinannya terhadap orang kecil, menurut Sarkol dapat dilihat sejak
diri Sol menjadi seorang Imam, dengan spiritualitas, semangat yang ada dalam dirinya untuk pergi ke orang
kecil menyebarkan cinta hati kudus jesus
kepada semua orang.(CN-03)
Andreas Petrus Cornelius Sol MSC terhadap Orang kecil adalah mendirikan Lembaga Beasiswa Bagi anak-anak Maluku dari
SD sampai SMA dengan nama Adopsi pada tahun 1982 sampai saat ini. Demikian
penjelasan Pimpinan Daerah MSC Pastor Fred Sarkol MSC kepada Wartawan dalam
Konfrensi Pers dalam rangka perayaan 100 Tahun Uskup Mgr Andreas Petrus
Cornelius Sol MSC dan Perayaan syukur 49 tahun hidup membiara Uskup Diosis Amboina
Mgr. P.C. Mandagi, MSC Rabu (14/10) di Catolik Center Ambon. Menurutnya
lembaga Adopsi bagi Anak-anak Maluku
adalah wujud dari perhatian Uskup Sol dengan Tujuan adalah ingin agar anak-anak
Maluku tetap tersenyum , karena pengalaman yang dialami oleh Uskup Sol ditemukannya
dua orang anak yang mau dibuang oleh orang tuanya di Seram, dan anak-anak di
Maluku banyak yang tidak bersekolah. Ditambahkan pula kalau lembaga Adopsi ini
didirikan bukan hanya bagi anak-anak Katolik saja, tetapi juga diberikan bagi
semua anak di Maluku, Baik Kristen Protestan maupun anak-anak yang beragama
Islam dan lainnya. Selain mendirikan Lembaga Adopsi sebagai keprihatinanya
kepada masyarakat kecil, Uskup Sol juga telah mendirikan satu buah Perpustakaan
yang bernama Rumphius Diambil nama Rumphius menurut Sarkol kalau Rumphius
adalah nama Ilmuan dari Jerman yang tinggal di Maluku sampai meninggal untuk
mempelajari tumbuh-tumbuhan dan binatang di sini yang dituliskan dalam sebuah
buku yang sangat berharga, karena karena Rumphius seluruh dunia mengenal Maluku.
Pada kesempatan itu Pastor Sarkol juga menjelaskan Kalau Uskup Mgr Sol adalah
seorang warga Belanda yang hadir di Maluku pada tahun 50 an yang bekerja
sebagai seorang pastor paroki di Holad Haard, yang diangkat menjadi Uskup pada
tahun 1964. dijelaskan pula ada dua hal
yang hidup di dalam kehidupan 100 Tahun Uskup Andreas Petrus Corneliua Sol MSC
adalah seorang Imam yang ditahbiskan sebagai seorang Pastor, yang kemudian
ditahbiskan menjadi seorang Uskup pada tahun 1964, dan Uskup Sol juga merupakan biarawan MSC dan
pensiun pada tahun 1994. Ia menambahkan kalau
Uskup Emeritus Mgr Sol merupakan
seorang tokoh teladan bagi umat Katolik karena spiritualitas, semangat perjuangan
hidupnya selama ini. Dan yang lebih
mengesankan ketika Mgr Sol memutuskan untuk
tidak pulang ke Belanda tanah kelahirannya karena sebuah keprihatinannya
dan kerinduan terbesarnya untuk tetap terlibat dengan orang-orang kecil. Bukti
dari keprihatinannya terhadap orang kecil, menurut Sarkol dapat dilihat sejak
diri Sol menjadi seorang Imam, dengan spiritualitas, semangat yang ada dalam dirinya untuk pergi ke orang
kecil menyebarkan cinta hati kudus jesus
kepada semua orang.(CN-03)
