Ambon,Cahaya Nusantara

Menyusul pemberitaan salah satu media harian di Kota Ambon pada tanggal 23 September 2015 lalu yang menyoroti seakan-akan  Sekolah tidak punya
kepedulian terhadap kasus
penganiayaan
dari salah satu orang tua murid terhadap salah satu siswa
kelas tiga SD Kristen Urimessing A2 Ambon, Orang tua
siswa yang
menjadi korban, Rita Muskita
mengatakan tidak benar kalau dirinya
mengatakan
sekolah tidak punya kepedulian sebagaimana yang disoroti
oleh Harian Spektrum Ambon. Ia malah menduga kalimat
tidak peduli itu
dibuat oleh sang
wartawan sendiri. “ Itu sebenarnya bukan begitu,
kemarin dari wartawan tanya  apakah dari pihak sekolah pertemukan
katong dengan orangtua pelaku ka seng?” kata
Muskita sambil
menambahkan kalau dirinya
menjawab memang dari pihak sekolah panggil
tetapi
mereka tidak datang, bahkan orangnya sudah lari.
Bahkan lebih tegas Muskita mengatakan kalimat tidak peduli itu dibuat
oleh wartawan karena salah menangkap maksud
dirinya.
Sementara itu Kepala Sekolah
Dasar Kristen A2 Urimessing, Ny. M.
Iwanne,
S.Pd mengatakan hal itu tidak benar karena sejak peristiwa itu
terjadi pihak sekolah sangat menunjukkan kepedulian
terhadap  siswa
dan orangtua yang
bermasalah. Hal itu terbukti dengan hadirnya Wakil
Kepala Sekolah, KW, ke RS. Bhakti Rahayu Ambon begitu
mendapat kabar
ada siswanya dianiaya oleh
orang tua siswa lain  sehingga harus
dirawat
di RS. Bhakti Rahayu Ambon.
Bahkan untuk
itu Wakasek harus tinggalkan sekolah dan menjenguk
siswanya di RS. Lebih dari itu ada guru yang
ditugaskan sekolah untuk
mendampingi
korban dan orang tuanya di Polres P. Ambon sampai sore
harinya. Selain
itu pihak sekolah sendiri pun telah memanggil orang tua siswa
atau pelaku kejadian untuk datang ke sekolah, namun
ternyata yang
datang bukanlah pelaku
penganiayaan melainkan mama dari npelaku atau
oma dari anak pelaku penganiayaan dengan alasan anaknya atau si pelaku
telah berada di Maluku Tengah. Sementara itu orangtua siswa  yang menjadi korban
penganiayaan, Rita
Muskita yang
dikonfirmasi lewat ponsel kemarin mengatakan dirinya
tidak pernah berbicara kepada wartawan soal kepedulian
sekolah
bsebagaimana yang ditulis pada
media tersebut. Bahkan menjawab
pertanyaan
media ini, Muskita mengatakan itu hanyalah bahasa dari
wartawan. Kepada
media ini juga Muskita menjelaskan atas kejadian itu dirinya
telah melaporkan kepada pihak kepolisian akan tetapi
sayangnya sudah
dipanggil oleh Polisi
sampai dua kali namun pelaku tidak memenuhi
panggilan Polisi, bahkan ditengarai pelaku telah kabur dari Ambon. Ia
pun menambahkan atas peristiwa tersebut anaknya
sempat diobati di RS
Bhakti Rahayu Ambon
akibat keluar darah dari hidungnya.(CN-01)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *