Upacara perayaan HUT TNI ke 70 tahun 2015 yang digelar di lapangan upacara Lantamal IX Ambon Senin (5/10)
diwarnai dengan pemusnahan senjata Api yang
dilakukan secara simbolis oleh Gubernur
Maluku, Ir Said Assagaff, Kapolda Maluku, Pangdam XVI/Pattimura, Kejati Maluku, Kepala Pengadilan
Tinggi. Pada pemusnahan senjata Api
yang dilakukan pagi itu, terdapat senjata standar
berjumlah 65 buah yang terdiri dari laras panjang 48 pucuk dan pendek 17 pucuk. Selain senjata api standar ada pula senjata Api rakitan yang
berjumlah 362 pucuk berhasil disita dari rakyat,
serta pemberian secara sukarela dari
rakyat kepada TNi berjumlah 260 laras panjang dan 102 laras pendek sehingga yang dimusnahkan pada saat
itu berjumlah 427 pucuk senjata api.
Kepada wartawan usai pemusnahan senjata api
tersebut, Pangdam XVI/Pattimura
Mayjen TNI Dony Monardo menjelaskan kalau senjata-senjata yang akan dimusnahkan dikumpulkan selama dua tahun
terakhir ini. Menurutnya kesadaran masyarakat untuk menyerahkan senjata sudah semakin baik, dengan demikian sudah adanya kepercayaan
yang tinggi masyarakat bisa merasakan
tingkat kemanan yang semakin baik. Ia menambahkan
kalau masyarakat secara diam-diam menyerahkan kepada Babinsa yang kemudian memberikan informasi ke
Babinkamtibmas. Selain itu menurutnya
banyak masyarakat yang menyerahkan senjata tersebut
tidak mau diketahui identitasnya dengan alasan keamanan Sementara terkait dengan senjata Api standart menurut
Pangdam XVI/Pattimura kalau
senjata-senjata tersebut adalah milik TNI dan Polri yang hilang pada konflik 1999 dan 2000, serta ada pula senjata
dari luar negeri untuk itu semua senjata rakitan
akan dimusnahkan kecuali yang standar.,”
Semua senjata akan dimusnahkan, kecuali yang standar milik pabrik nantinya akan dilaporkan untuk meminta persetujuan apa
akan dimusnahkan atau dikembalikan ke
markas besar TNI ,”ungkapnya. Dirinya menambahkan apabila kedapatan oknum
anggota TNI yang nakal akan diberikan
sanksi tegas , dan apabila masyarakat melihat penyimpangan oleh oknum anggota TNI diharapkan melaporkan Selain pemusnahan senjata api pada perayaan HUT TNI ke
70 yang di gelar di Lantamal IX
Ambon diwarnai dengan Drama Kolosal oleh anggota TNI dan masyarakat, bagaimana TNI yang awalnya adalah Tentara Keamanan
Rakyat (TKR) yang bersama dengan rakyat bisa
menumpas para penjajah pada saat
itu.(CN-01)
Ambon,Cahaya Nusantara
