Ambon, Cahayanusantara12.com
Dengan adanya pelaksanaan Lokakarya Nasional PAUD–TK se-Indonesia yang diselenggarakan di Kota Ambon, menunjukkan kepada Dunia
Internasinal dan Nasional kalau Kota Ambon sudah menjadi Kota yang aman dan Damai
dan sudah layak dikunjungi. Demikian penegasan Uskup Diosis Amboina Monsinyur
Petrus Canisius Mandagi MSC kepada wartawan usai Pembukaan Lokakarya Nasional
PAUD-TK Katolik se-Indonesia di Marina Hotel Jumat (4/9) Pagi.
Internasinal dan Nasional kalau Kota Ambon sudah menjadi Kota yang aman dan Damai
dan sudah layak dikunjungi. Demikian penegasan Uskup Diosis Amboina Monsinyur
Petrus Canisius Mandagi MSC kepada wartawan usai Pembukaan Lokakarya Nasional
PAUD-TK Katolik se-Indonesia di Marina Hotel Jumat (4/9) Pagi.
Selain menunjukkan kepada dunia Nasional dan
Internasional kalau Kota Ambon sudah Aman dan Damai, menurut Mandagi pentingnya
Lokakarya ini juga menunjukkan betapa pentingnya dunia pendidikan setelah
mengalami kerusuhan atau konflik. Menurutnya Konflik itu pada umumnya
terjadi hanya pada mereka yang tidak terdidik. Orang-orang yang terdidik pasti
melihat memang ada masalah dalam hidup tetapi penyelesaian masalah bukan dengan
berkelahi tetapi dengan memaki otak, dengan memakai perasaan. Iangan emodi. “Jadi
dengan adanya lokakarya ini mau menunjukka kepada kita
masyarakat Ambon marilah kita menjadi orang yang terdidik, didiklah anak-anak
karena kalau mau di masa depan ada anak-anak Ambon yang akan berperan di
Republik ini maka itu hanya mungkin kalau sekarang mendidik anak-anak”, kata
Uskup Mandagi, sambil menambahkan jangan ada banyak anak yang menjadi
begal-begal, anak-anak yang duduk-duduk di pagar-pagar dan anak-anak yang
mabuk-mabuk di mana-mana dan akhirnya masa depan mereka tidak berguna.
Internasional kalau Kota Ambon sudah Aman dan Damai, menurut Mandagi pentingnya
Lokakarya ini juga menunjukkan betapa pentingnya dunia pendidikan setelah
mengalami kerusuhan atau konflik. Menurutnya Konflik itu pada umumnya
terjadi hanya pada mereka yang tidak terdidik. Orang-orang yang terdidik pasti
melihat memang ada masalah dalam hidup tetapi penyelesaian masalah bukan dengan
berkelahi tetapi dengan memaki otak, dengan memakai perasaan. Iangan emodi. “Jadi
dengan adanya lokakarya ini mau menunjukka kepada kita
masyarakat Ambon marilah kita menjadi orang yang terdidik, didiklah anak-anak
karena kalau mau di masa depan ada anak-anak Ambon yang akan berperan di
Republik ini maka itu hanya mungkin kalau sekarang mendidik anak-anak”, kata
Uskup Mandagi, sambil menambahkan jangan ada banyak anak yang menjadi
begal-begal, anak-anak yang duduk-duduk di pagar-pagar dan anak-anak yang
mabuk-mabuk di mana-mana dan akhirnya masa depan mereka tidak berguna.
Dengan demikian peran pendidikan Usia Dini
sangat perlu dimulai dari anak usia dini, sehingga nantinya tidak ada lagi
anak-anak yang menjadi begal-begal di pinggir jalan, anak-anak yang suka mabuk,
yang mengakibatkan masa depan tidak berguna. Selain itu Mandagi juga menghimbau
kepada seluruh masyarakat Maluku, terkhususnya keluarga dan sekolah-sekolah
untuk memberikan perhatian kepada anak-anak sehingga satu saat republik Indonesia
di warnai dengan anak-anak Maluku yang menjadi pemimpin bangsa yang baik dan berguna
(CN-03 ).
sangat perlu dimulai dari anak usia dini, sehingga nantinya tidak ada lagi
anak-anak yang menjadi begal-begal di pinggir jalan, anak-anak yang suka mabuk,
yang mengakibatkan masa depan tidak berguna. Selain itu Mandagi juga menghimbau
kepada seluruh masyarakat Maluku, terkhususnya keluarga dan sekolah-sekolah
untuk memberikan perhatian kepada anak-anak sehingga satu saat republik Indonesia
di warnai dengan anak-anak Maluku yang menjadi pemimpin bangsa yang baik dan berguna
(CN-03 ).

