Ambon,Cahayanusantara12.com
Berita resmi Badan Pusat Statistik
Provinsi Maluku, 3 Agustus 2015 menyebutkan, Produksi cabai besar segar dengan
tangkai tahun 2014 sebesar 1.890,6 ton. Dibandingkan tahun 2013, terjadi penurunan
produksi sebesar 272,70ton (12,61 persen). Penurunan ini disebabkanoleh
penurunan produktivitas sebesar 0,8ton per hektar (17,75 persen) meskipun luas
panen mengalami peningkatan sebesar 30 hektar (6,25 persen) dibandingkan tahun
2013.
Sedangkan Produksi cabai rawit segar dengan tangkai tahun 2014 sebesar 2.917,6
ton. Dibandingkan tahun 2013, terjadi penurunan produksi sebesar 577,5 ton
(16,52 persen). Penurunan ini disebabkan oleh penurunanproduktivitas sebesar
0,73 ton per hektar (17,61 persen) meskipun luas panen mengalami kenaikan
sebesar 11 hektar (1,30 persen) dibandingkan tahun 2013.
Provinsi Maluku, 3 Agustus 2015 menyebutkan, Produksi cabai besar segar dengan
tangkai tahun 2014 sebesar 1.890,6 ton. Dibandingkan tahun 2013, terjadi penurunan
produksi sebesar 272,70ton (12,61 persen). Penurunan ini disebabkanoleh
penurunan produktivitas sebesar 0,8ton per hektar (17,75 persen) meskipun luas
panen mengalami peningkatan sebesar 30 hektar (6,25 persen) dibandingkan tahun
2013.
Sedangkan Produksi cabai rawit segar dengan tangkai tahun 2014 sebesar 2.917,6
ton. Dibandingkan tahun 2013, terjadi penurunan produksi sebesar 577,5 ton
(16,52 persen). Penurunan ini disebabkan oleh penurunanproduktivitas sebesar
0,73 ton per hektar (17,61 persen) meskipun luas panen mengalami kenaikan
sebesar 11 hektar (1,30 persen) dibandingkan tahun 2013.
Sementara itu, Produksi bawang merah
tahun 2014 sebesar 542,9 ton. Dibandingkan tahun 2013, produksi meningkat
sebesar 72,6ton (15,44 persen). Peningkatan ini disebabkan olehmeningkatnya
produktivitas sebesar 0,6ton per hektar (22,38 persen) meskipun luas panen
menurun sebesar 10 hektar (5,68 persen) dibandingkan tahun 2013.(CN-03)
tahun 2014 sebesar 542,9 ton. Dibandingkan tahun 2013, produksi meningkat
sebesar 72,6ton (15,44 persen). Peningkatan ini disebabkan olehmeningkatnya
produktivitas sebesar 0,6ton per hektar (22,38 persen) meskipun luas panen
menurun sebesar 10 hektar (5,68 persen) dibandingkan tahun 2013.(CN-03)
