Maluku Brigjen Polisi Murad Ismail menyatakan, tercatat ada 135 titik potensi
konflik yang tersebar di semua daerah.
“Potensi konflik di Maluku ada 135 titik potensi konflik yang
sewaktu-waktu kapan saja bisa terjadi,”ujar Kapolda dalam paparannya dalam
rapat kerja bersama komisi III DPR-RI, yang berlangsung di aula Polda Maluku,
Kamis (30/7).
Menurutnya, dari 135 titik tersebut, 8 diantaranya yang paling dikuatirkan oleh
Polda Maluku, jika sewaktu-waktu potensi tersebut akan benar-benar terjadi,
yang disebabkan oleh isu SARA.
“8 titik tesebut, 7 diantaranya ada di kota Ambon, dan 1 ada di Kabupaten
Kepulauan Aru,”ucapnya.
Menurutnya, untuk konflik komunal antar kampung sudah terjadi dari dulu kala.
Dimana konflik komunal ini terjadi antara kampung seagama seperti Mamala-Morela,
Kabau – Rohomi, Pelauw Kailolo yang beragama muslim dan Porto – Haria yang
beragama kristen.
Ditambahkan, yang dikuatirkan di Maluku adalah persoalan yang membawa unsur
agama, karena gampang menimbulkan konflik, bahkan konflik yang berkepanjangan.
“Oleh karena itu, persoalan Laha – Tawiri kita tangani secara cepat,
sehingga tidak sesuatu hal yang akan mengganggu keamanan Maluku,”pungkasnya.
(TM-CN)
