AMBON, cahayanusantara12.blogspot.com
Pemerhati masalah Pendidikan Nasional di Maluku, Remon
Bakker mengatakan, Sebagai masyarakat Maluku, dirinya patut memberikan
apresiasi kepada Ambon Ekspres (Ameks) sebagai korannya orang Maluku yang selama
ini memberikan sosialisasi dan selalu mengkampanyekan Gerakan Maluku Gemar Membaca (GMGM) bagi seluruh komponen masyarakat
Maluku bahwa membaca merupakan hal terpenting dalam mengetahui segala sesuatu;
memabaca buku ibarat mengetahui seluk beluk dunia dan seisinya, sebab membuka
buku ibarat membuka jendela dunia.
Bakker mengatakan, Sebagai masyarakat Maluku, dirinya patut memberikan
apresiasi kepada Ambon Ekspres (Ameks) sebagai korannya orang Maluku yang selama
ini memberikan sosialisasi dan selalu mengkampanyekan Gerakan Maluku Gemar Membaca (GMGM) bagi seluruh komponen masyarakat
Maluku bahwa membaca merupakan hal terpenting dalam mengetahui segala sesuatu;
memabaca buku ibarat mengetahui seluk beluk dunia dan seisinya, sebab membuka
buku ibarat membuka jendela dunia.
Dirinya setuju, kalau Ambon Ekspres
sebagai salah satu media cetak yang selama ini memberikan atau mengugah
masyarakat Maluku untuk mengadakan Gemar Membaca. Karena hal itu merupakan
salah satu strategi pembangunan nasional melalui lingkup media massa yang
mengarah pada suatu fungsi dan system dalam memberi pengaruh yang sangat
signifikan terhadap publik. Tetapi dirinya
tidak setuju dengan kalimat “ TAK PERLU
MAHAL UNTUK MENJADI CERDAS “ karena bagi saya, kalimat ini akan menimbulkan
berbagai penilaian miring terkait dengan program Gerakan Maluku Gemar Membaca
yang disosialisasikan oleh Koran Ambon Ekspres yang didukung oleh pemerintah
provinsi Maluku.
sebagai salah satu media cetak yang selama ini memberikan atau mengugah
masyarakat Maluku untuk mengadakan Gemar Membaca. Karena hal itu merupakan
salah satu strategi pembangunan nasional melalui lingkup media massa yang
mengarah pada suatu fungsi dan system dalam memberi pengaruh yang sangat
signifikan terhadap publik. Tetapi dirinya
tidak setuju dengan kalimat “ TAK PERLU
MAHAL UNTUK MENJADI CERDAS “ karena bagi saya, kalimat ini akan menimbulkan
berbagai penilaian miring terkait dengan program Gerakan Maluku Gemar Membaca
yang disosialisasikan oleh Koran Ambon Ekspres yang didukung oleh pemerintah
provinsi Maluku.
Demikian antar lain penegasan Bakker kepada media ini di
Ambon kemarin.
Ambon kemarin.
Dikatakan, berkenan dengan kalimat
tersebut, tentu orang menilai bahwa Pemerintahan Provinsi Maluku menjadikan
Koran Ambon Ekspres sebagai satu-satunya sumber bahan ajar melalui program
Gerakan Maluku Gemar Membaca, yang sudah tentu diadopsi dari Program penguatan
budaya membaca oleh Ditjen Pendidikan Luar Sekolah, (PLS) yang bertujuan untuk
peningkatan mutu, relevansi, daya saing pendidikan serta pengembangan system
managemen pendidikan yang transparan dan mempunyai akuntabilitas publik.
tersebut, tentu orang menilai bahwa Pemerintahan Provinsi Maluku menjadikan
Koran Ambon Ekspres sebagai satu-satunya sumber bahan ajar melalui program
Gerakan Maluku Gemar Membaca, yang sudah tentu diadopsi dari Program penguatan
budaya membaca oleh Ditjen Pendidikan Luar Sekolah, (PLS) yang bertujuan untuk
peningkatan mutu, relevansi, daya saing pendidikan serta pengembangan system
managemen pendidikan yang transparan dan mempunyai akuntabilitas publik.
Dikatakan, setahu dirinya, sasaran pemerintah pusat melalui
Ditjen Pendidikan Luar Sekolah, (PLS) melalui penguatan budaya membaca
diarahkan untuk mengadakan reformasi pembangunan pendidikan baik secara mikro
maupun secara makro, di Maluku lebih dikenal dengan program Gerakan Maluku
Gemar Membaca, dengan tujuannya adalah untuk mengembangkan program peningkatan
budaya membca bagi anggota masyarakat bukan melalui media massa, tetapi melalui
Taman Bacaan Masyarakat, (TBM) dan penyediaan bahan bacaan yang bermutu dan
relevan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga pada gilirannya dapat mendorong
berkembangnya industy perbukuan
di Maluku, bukan mengadakan sayembara cerita rakyat atau penulisan yang
bertajuk pendidikan Maluku dan ketika ada yang menang, maka tulisannya dimuat
dalam buku yang ber-ISBN. Hal ini perlu dilihat kembali oleh pemerintah
provinsi Maluku.
Ditjen Pendidikan Luar Sekolah, (PLS) melalui penguatan budaya membaca
diarahkan untuk mengadakan reformasi pembangunan pendidikan baik secara mikro
maupun secara makro, di Maluku lebih dikenal dengan program Gerakan Maluku
Gemar Membaca, dengan tujuannya adalah untuk mengembangkan program peningkatan
budaya membca bagi anggota masyarakat bukan melalui media massa, tetapi melalui
Taman Bacaan Masyarakat, (TBM) dan penyediaan bahan bacaan yang bermutu dan
relevan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga pada gilirannya dapat mendorong
berkembangnya industy perbukuan
di Maluku, bukan mengadakan sayembara cerita rakyat atau penulisan yang
bertajuk pendidikan Maluku dan ketika ada yang menang, maka tulisannya dimuat
dalam buku yang ber-ISBN. Hal ini perlu dilihat kembali oleh pemerintah
provinsi Maluku.
Menurutnya, Yang seharusnya dilakukan untuk program penguatan budaya
membaca ini adalah diadakannya pembinaan perpustakaan di seluruh kabupaten/kota
di Maluku sesuai dengan strategi pengembangan program penguatan budaya membaca
melalui Taman Bacaan Masyarakat, (TBM) sebagai salah satu program pendidikan
non-formal, yang harus dilakukan dengan pihak perpustakaan wilayah Maluku untuk
mengintegrasi pelaksanaan program pendirian dan peningkatan mutu Taman Bacaan
Masyarakat, (TBM) di daerah kelompok sasaran program-program pendidikan
non-formal dengn memberikan stimulasi berupa blockgrant pada taman bacaan
masyarakat dengan spectrum pedesaan dan perkotaan, sehingga menjadikan Taman
Bacaan Masyarakat, (TBM) sebagai sumber bahan belajar dan sumber informasi bagi
masyarakat dalam pelaksanaan Gerakan Maluku Gemar Membaca, untuk menuju kearah
itu maka perlu mengembangkan jaringan kemitraan dalam pengembangan Taman Bacaan
Masyarakat, (TBM) dengan stakehoulder pendidikan terkait.
membaca ini adalah diadakannya pembinaan perpustakaan di seluruh kabupaten/kota
di Maluku sesuai dengan strategi pengembangan program penguatan budaya membaca
melalui Taman Bacaan Masyarakat, (TBM) sebagai salah satu program pendidikan
non-formal, yang harus dilakukan dengan pihak perpustakaan wilayah Maluku untuk
mengintegrasi pelaksanaan program pendirian dan peningkatan mutu Taman Bacaan
Masyarakat, (TBM) di daerah kelompok sasaran program-program pendidikan
non-formal dengn memberikan stimulasi berupa blockgrant pada taman bacaan
masyarakat dengan spectrum pedesaan dan perkotaan, sehingga menjadikan Taman
Bacaan Masyarakat, (TBM) sebagai sumber bahan belajar dan sumber informasi bagi
masyarakat dalam pelaksanaan Gerakan Maluku Gemar Membaca, untuk menuju kearah
itu maka perlu mengembangkan jaringan kemitraan dalam pengembangan Taman Bacaan
Masyarakat, (TBM) dengan stakehoulder pendidikan terkait.
Dijelaskan pula, Strategi pengembangan
ini yang semestinya dilakukan oleh pemerintah daerah provinsi Maluku,
pemerintah daerah kabupaten/kota se-maluku sehingga melalui pengembangan Taman
Bacaan Masyarakat, (TBM) akan memberikan layanan pendidikan kepada seluruh
warga masyarakat di Maluku yang berdiam dari ujung Seram Selatan sampai di
Kepulauan Terselatan baik laki-laki maupun perempuan, agar memiliki kemampuan
untuk mengembangkan potensi diri dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan
dan ketrampilan vokasional, serta pengembangan sikap dan kepribadian yang professional
sehingga Membaca sebagai wujud dari pendidikan non formal dapat pula berfungsi
sebagai pengganti, penambah, dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka
mendukung pendidikan sepanjang hayat.
ini yang semestinya dilakukan oleh pemerintah daerah provinsi Maluku,
pemerintah daerah kabupaten/kota se-maluku sehingga melalui pengembangan Taman
Bacaan Masyarakat, (TBM) akan memberikan layanan pendidikan kepada seluruh
warga masyarakat di Maluku yang berdiam dari ujung Seram Selatan sampai di
Kepulauan Terselatan baik laki-laki maupun perempuan, agar memiliki kemampuan
untuk mengembangkan potensi diri dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan
dan ketrampilan vokasional, serta pengembangan sikap dan kepribadian yang professional
sehingga Membaca sebagai wujud dari pendidikan non formal dapat pula berfungsi
sebagai pengganti, penambah, dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka
mendukung pendidikan sepanjang hayat.
Menurutnya, Staf Pengajar pada Prodi PPKN FKIP Unpatti Semestinya
hal itu yang dilakukan oleh pemerintah daerah di provinsi Maluku ini melalui
Gerakan Maluku Gemar Membaca, (GMGM) jadi tidak sekedar untuk disosialisasikan
program tersebut melalui Media cetak, tetapi perlu diimplementasikan rencana
strategi pendidikan non-formal ini secara baik dan tepat sasaran khususnya di
daerah kelompok sasaran program pendidikan non-formal.(CN-02)
hal itu yang dilakukan oleh pemerintah daerah di provinsi Maluku ini melalui
Gerakan Maluku Gemar Membaca, (GMGM) jadi tidak sekedar untuk disosialisasikan
program tersebut melalui Media cetak, tetapi perlu diimplementasikan rencana
strategi pendidikan non-formal ini secara baik dan tepat sasaran khususnya di
daerah kelompok sasaran program pendidikan non-formal.(CN-02)
