AMBON, cahaya-nusantara.com

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) serentak pada 27 November 2024, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar sosialisasi mengenai peran media massa dalam mendeteksi dini potensi konflik. 

Kegiatan strategis ini dilaksanakan Grand Avira Hotel kota Ambon, pada Jumat (22/11/2024) dengan tujuan menciptakan Pemilukada yang aman, damai, dan demokratis.

Acara ini dibuka oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, dengan simbolis ketukan palu. Hadir dalam kesempatan tersebut berbagai tokoh penting, termasuk Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat, Ronald H. Lekransy, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Ambon, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para agen Kesbangpol.

Dalam sambutan PJ walikota Ambon Dominggus Nikodemus Kaya,S.Sos.,M.Si yang di bacakan PJ Sekot Ambon Robby Sapulette ,ST.,MT menekankan bahwa Pemilukada adalah momen penting untuk menunjukkan kedaulatan rakyat.

“Pemilukada harus mencerminkan demokrasi yang sehat, dengan menjunjung prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Peran media menjadi sangat vital dalam menciptakan suasana kondusif,” ujarnya.

Media Sebagai Pilar Deteksi Dini

Sosialisasi ini menyoroti peran strategis media dalam meminimalkan potensi konflik, termasuk penyebaran berita bohong (HOAX), ujaran kebencian, dan kampanye hitam yang sering memanas menjelang pesta demokrasi.

Robby menjelaskan, media harus mampu menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang, serta mengedepankan perdamaian.

“Media tidak hanya bertugas menyampaikan berita, tetapi juga bertanggung jawab membentuk opini publik yang sehat. Peran media sebagai jendela informasi, cermin realitas, dan penunjuk arah sangat diperlukan untuk mencegah gesekan sosial,” tambahnya.

Lebih jauh, Robby juga mengingatkan pentingnya media dalam memantau pelanggaran selama Pemilukada, termasuk isu netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), kampanye hitam, dan penyebaran hoax 

“Pers harus mematuhi kode etik jurnalistik dan menjaga independensi, agar kebebasan pers tidak disalahgunakan,” tegasnya.

Edukasi Politik dan Stabilitas Demokrasi

Selain sebagai pengawas demokrasi, media juga diharapkan berperan dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Melalui pemberitaan yang informatif dan mendidik, partisipasi masyarakat dalam Pemilukada dapat meningkat, sekaligus mengurangi potensi konflik di setiap tahapan pemilihan.

“Perbedaan pilihan politik adalah hal wajar dalam demokrasi. Namun, persatuan dan kerukunan harus tetap menjadi prioritas utama. Ini yang harus terus disampaikan oleh media kepada masyarakat,” tutur Robby.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen Pemkot Ambon dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dengan kolaborasi yang erat, Pemkot optimistis dapat menciptakan Pemilukada yang aman, lancar, dan sesuai dengan semangat demokrasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan media massa semakin memahami perannya yang krusial dalam menjaga stabilitas daerah dan mendukung suksesnya Pemilukada di Kota Ambon.

“Mari bersama-sama kita wujudkan Pemilukada yang damai, berkualitas, dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Ambon,” pungkas Robby.

Sementara itu di tempat yang sama, Plt Kepala Dinas Kominfo dan persandian kota Ambon ,Ronald H.Lekransy,ST.,M.Si sebagai salah satu narasumber,dalam paparannya menyampaikan bagaimana mencegah dampak buruk dari penyebaran berita Hoax dalam pesta Demokrasi lima tahunan.

Diantaranya dengan peningkatan literasi digital,peningkatan peran media massa,peningkatan peran pemerintah dan lembaga penegak hukum,peningkatan peran pemerintah dalam klarifikasi informasi ,serta peningkatan peran tokoh masyarakat dan influencer.(CN02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *