AMBON, cahaya-nusantara.com

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan BNPP atau lebih di kenal dengan nama Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, S.H., M.Si, dalam wawancara di ruang kerjanya di Kantor Basarnas, Jl. Dr. J. Leimena, Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon Kamus, 9/1/2025. mengungkapkan evaluasi hasil siaga Natal dan Tahun Baru 2024-2025 serta langkah peningkatan keselamatan pelayaran di Maluku ke depan.

Menurut Arafah, selama masa siaga tersebut, terjadi lonjakan penumpang yang signifikan, khususnya di Bandara Pattimura Ambon dengan peningkatan hingga 20 persen.

Hal serupa juga terjadi pada arus penumpang di Pelabuhan Ambon, terutama pada rute Ambon-Namlea yang menjadi jalur dengan lonjakan penumpang tertinggi.

Meski terjadi lonjakan penumpang yang cukup tinggi, Arafah menyebutkan bahwa tidak terjadi musibah di wilayah Kota Ambon selama periode tersebut. Namun, beberapa kecelakaan laut dilaporkan di wilayah lain, seperti di Seram Bagian Barat yang mengalami kecelakaan kapal dengan 28 penumpang, di mana 20 orang selamat dan 8 meninggal dunia.

Selain itu, Basarnas juga menangani tiga kecelakaan lainnya selama siaga Natal dan Tahun Baru, termasuk insiden memancing di Nusalaut di mana dua orang ditemukan selamat.

Sementara Kecelakaan terbesar terjadi pada awal tahun 2025, yaitu kecelakaan speedboat yang mengangkut 28 penumpang,20 selamat dan 8 meninggal dunia.

Menghadapi arus mudik mendatang, terutama menjelang Lebaran, Basarnas menekankan pentingnya peningkatan pengawasan di pelabuhan seperti Tulehu, yang melayani rute ke Nusalaut, Saparua, Haruku, dan Seram.dari liang ke waipirit,sebaliknya bagian Tohuku lebih di tingkatkan lagi pengamanan.

Lonjakan penumpang yang signifikan menjadi perhatian utama, terutama dalam hal kapasitas kapal.

Arafah mengimbau masyarakat agar mematuhi kapasitas kapal dan tidak memaksakan diri berdesakan dalam speedboat atau kapal yang telah melebihi daya tampung. Kapasitas kapal yang berlebih, ditambah dengan potensi cuaca buruk, dapat meningkatkan risiko kecelakaan laut.

Lebih lanjut, Arafah menekankan pentingnya koordinasi dengan instansi terkait, seperti Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam penerbitan Surat Izin Berlayar (SIB). Jika kondisi cuaca buruk, SIB tidak akan diterbitkan untuk menghindari risiko pelayaran.

Arafah mengingatkan bahwa keselamatan adalah prioritas utama.

“Lebih baik menunda perjalanan daripada memaksakan diri berlayar dalam kondisi tidak aman. Jangan sampai terjadi kecelakaan yang berujung pada kehilangan nyawa,” tegasnya.

Arafah berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam merencanakan perjalanan laut, terutama mengingat kondisi geografis Maluku yang sebagian besar terdiri dari lautan dengan potensi ombak tinggi. Ia juga menegaskan kesiapan Basarnas dalam memberikan pertolongan jika terjadi keadaan darurat, namun berharap tidak ada lagi musibah yang terjadi di kemudian hari.

Dengan evaluasi yang komprehensif ini, Basarnas Ambon berkomitmen meningkatkan standar keselamatan pelayaran di Maluku demi melindungi setiap penumpang yang melakukan perjalanan.(CN-02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *