
AMBON, cahaya-nusantara.com
Seorang nelayan asal Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Andre Ibrahim (37) yang sempat dikabarkan hilang kontak saat melaut, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat,disekitar pulau pisang.
Sabtu,(01/2/25)
Kepala Kantor pencarian dan pertolongan (Basarnas)Ambon, M.Arafah,S.H.,M.Si menyampaikan bahwa kehilangan ini pertama kali diterima Pos SAR Banda melalui laporan Babinsa Pulau Hatta sekitar pukul 15.15 WIT. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Banda langsung bergerak cepat dengan mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk melakukan pencarian di sekitar titik koordinat yang dilaporkan.
Tim SAR memulai operasi pencarian pada pukul 15.35 WIT. Dengan kondisi laut yang cukup menantang gelombang mencapai 2,5 meter dan angin bertiup dari arah barat hingga barat laut dengan kecepatan 10 knots—tim tetap berusaha mencari keberadaan korban di sekitar koordinat 4°30’13.45″S, 129°56’29.96″E, yang berjarak sekitar 3,86 mil laut dari Pelabuhan Banda.
Sekitar Pukul 18.00 WIT, pencarian akhirnya membuahkan hasil. Tim Rescue Pos SAR Banda menerima informasi dari Babinsa Pulau Hatta bahwa korban telah ditemukan oleh nelayan setempat sekitar satu mil laut dari lokasi pulau pisang.
Selanjutnya Korban segera dievakuasi dan dibawa pulang ke rumahnya untuk berkumpul kembali dengan keluarganya yang sempat cemas.
Dalam Pencarian ini, Pos SAR Banda menerjunkan 3 personel,6 warga, pencarian menggunakan 2 unit long boat. Selain itu, RIB milik Pos SAR Banda juga digunakan untuk menyisir area laut yang diduga menjadi titik hilangnya korban.
Setelah korban ditemukan dan dinyatakan selamat, operasi SAR resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian dikembalikan ke satuannya masing-masing.
Arafah menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam operasi penyelamatan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, baik tim SAR maupun masyarakat setempat, atas kerja sama yang luar biasa. Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Arafah
Arafah berharap Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut.
“Nelayan di himbau selalu membawa alat komunikasi dan perlengkapan keselamatan yang memadai agar dapat segera meminta bantuan jika menghadapi situasi darurat di laut”tutupnya (CN-02)
