
AMBON, cahaya-nusantara.com
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, Syamsul N. Joisangadji, secara resmi membuka Ujian Akhir Sekolah untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Senin (10/3/2025) di SMA Kristen YPKPM Ambon, ditandai dengan penekanan token sebagai simbol dimulainya ujian.
Dalam sambutannya, Joisangadji menegaskan bahwa ujian sekolah memiliki peran penting dalam mengukur hasil belajar siswa di akhir jenjang pendidikan. Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 1 Tahun 2021 yang menetapkan bahwa ujian sekolah menjadi salah satu syarat kelulusan, menggantikan Ujian Nasional yang telah ditiadakan.
Menurutnya, ujian yang diselenggarakan oleh masing-masing satuan pendidikan dapat berbentuk portofolio, penugasan, tes secara luring atau daring, serta bentuk penilaian lain yang ditentukan oleh sekolah. Selain itu, ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi siswa untuk dapat dinyatakan lulus, yakni menyelesaikan program pembelajaran dengan nilai rapor setiap semester, memiliki nilai sikap minimal baik, serta mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.
Pelaksanaan ujian di Provinsi Maluku dijadwalkan berlangsung mulai 10 hingga 20 Maret 2025, diawali dengan ujian sekolah, praktik, serta uji kompetensi keahlian bagi siswa SMK. Model ujian yang diterapkan bervariasi, baik berbasis komputer maupun menggunakan kertas dan pensil, menyesuaikan dengan sarana dan prasarana yang tersedia di masing-masing sekolah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku mencatat, sebanyak 29.801 siswa menjadi peserta ujian tahun ini. Rinciannya, 22.607 siswa berasal dari 294 SMA yang tersebar di 11 kabupaten/kota, 6.932 siswa dari 121 SMK, serta 192 siswa dari 16 SLB. Namun, ujian untuk jenjang SLB tidak mencakup wilayah Maluku Barat Daya dan Seram Bagian Timur.
Joisangadji menekankan bahwa angka partisipasi ujian ini berperan besar dalam pembangunan pendidikan di Maluku. Selain meningkatkan angka kelulusan, partisipasi siswa juga memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di provinsi ini.
Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa pembukaan ujian sekolah tahun ini digelar secara virtual dari SMA Kristen YPKPM Ambon, salah satu sekolah yang memiliki fasilitas komputer memadai. Kehadiran infrastruktur yang baik diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan ujian bagi para peserta.
Dengan dimulainya ujian sekolah, diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian ujian dengan baik dan mencapai hasil yang maksimal, sebagai bekal mereka dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja.(CN-02)
