DOBO, cahaya-nusantara.com

Dua nelayan asal Desa Ujir, Kabupaten Kepulauan Aru, yang sempat dilaporkan hilang saat mencari telur ikan akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. Operasi pencarian dan pertolongan yang dikoordinasikan Basarnas Ambon resmi ditutup pada Selasa sore (2/7/2025).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Muhamad Arafah, SH., M.Si menyampaikan, laporan hilangnya kedua nelayan diterima dari pihak keluarga atas nama Sudin Boli-Boli, pada pukul 11.17 WIT. Dua nelayan tersebut diketahui berangkat melaut sejak Senin pagi (1/7) menggunakan longboat bermesin 15 PK, namun tak kunjung kembali ke desa hingga keesokan harinya.

Merespon laporan tersebut, tim penyelamat dari Unit Siaga SAR (USS) Kepulauan Aru langsung dikerahkan ke lokasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB). Tim tiba di sekitar perairan Ujir pada pukul 12.20 WIT dan langsung melakukan pencarian.

Namun sebelum tim berhasil menemukan korban, kabar baik justru datang lebih dulu dari nelayan lain. Sekitar pukul 15.40 WIT, keluarga melaporkan bahwa kedua nelayan telah ditemukan oleh kapal nelayan di posisi sekitar 17 mil laut dari lokasi awal mereka diduga hilang. Keduanya kemudian dibawa ke Desa Wasir dalam kondisi selamat.

Korban diketahui bernama Fahmi Hatala (36) dan Salim Baubesy (27). Keduanya merupakan warga Desa Ujir dan saat itu sedang mencari telur ikan di sekitar wilayah laut setempat.

“Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, maka operasi SAR ditutup pada pukul 16.55 WIT. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pencarian,” ujar Arafah dalam keterangannya.

Unsur SAR Gabungan dan Kendala Cuaca
Dalam operasi ini, unsur SAR yang dilibatkan terdiri dari Tim Rescue USS Kep Aru sebanyak 4 orang, perwakilan staf Desa Ujir, anggota Pramuka, dan masyarakat setempat sebanyak 10 orang. Sejumlah alat bantu seperti rescue car, RIB, lima longboat, dan satu kapal nelayan turut digunakan.

Cuaca menjadi tantangan utama selama proses pencarian. Kondisi laut dilaporkan mengalami gelombang sedang dengan ketinggian mencapai 2,5 meter dan tiupan angin dari arah selatan-tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 9 hingga 27 knot. Hujan ringan juga sempat turun selama pencarian berlangsung.

Meski demikian, sinergi antara tim SAR, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar berhasil membuahkan hasil yang melegakan.

“Ini adalah bukti pentingnya koordinasi dan kesiapsiagaan bersama. Alhamdulillah, korban selamat dan sudah kembali ke keluarganya,” pungkas Arafah.(CN-02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *