
AMBON, cahaya-nusantara.com
SMA Negeri 4 Ambon terus bergerak maju dalam merespons perubahan dunia pendidikan. Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Ambon, Mezack Tentua, S.Th., M.Pd.K, menyatakan bahwa sekolah yang dipimpinnya telah meninggalkan Kurikulum 2013 sejak dua tahun lalu dan kini secara penuh menerapkan Kurikulum Merdeka.
“Sudah dua tahun kami tidak lagi menggunakan Kurikulum 2013. Ini tahun kedua kami menerapkan Kurikulum Merdeka secara menyeluruh,” ungkap Tentua saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (15/7/2025).
Sebagai bentuk kesiapan menghadapi transformasi pendidikan, SMA Negeri 4 Ambon juga mengintegrasikan pendekatan pembelajaran berbasis teknologi dan pemikiran kritis. Termasuk di dalamnya adalah penerapan deep learning, coding, serta visual active intelligence atau kecerdasan aktif visual dalam kegiatan belajar mengajar.
Menariknya, sebelum adanya instruksi resmi dari pemerintah daerah,Tentua telah lebih dulu menginisiasi program pelatihan bagi guru-guru di sekolah tersebut.
“Sebelum libur, saya sudah adakan workshop untuk guru-guru terkait pembelajaran mendalam dan kecerdasan aktif visual. Saya datangkan narasumber dari luar untuk memastikan pemahaman mereka benar-benar matang,” jelasnya.
Workshop tersebut bukan hanya satu kali. Menurut Tentua, program serupa akan kembali digelar dalam rangka Rapat Kerja sekolah pada pertengahan Juli ini.
“Hari kedua Raker nanti, kami gelar lagi workshop yang sama. Setelah guru-guru menyusun program pembelajaran, mungkin ada hal-hal yang perlu disempurnakan. Maka saya hadirkan lagi narasumber yang memang sudah tersertifikasi dalam bidang deep learning,” ujarnya.
Lebih lanjut, pemerintah daerah juga berencana menyelenggarakan pelatihan serupa, namun dengan keterlibatan terbatas hanya tiga guru dan satu kepala sekolah dari tiap sekolah.
“Sementara kami di SMA Negeri 4 Ambon sudah lebih dulu melangkah, agar implementasi kurikulum baru ini berjalan optimal sejak awal,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah proaktif ini, SMA Negeri 4 Ambon membuktikan komitmennya dalam menjadi pelopor pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Integrasi teknologi dan pendekatan pembelajaran inovatif diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global.(CN-02)
