
AMBON, cahaya-nusantara.com
Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kota Ambon tengah mempersiapkan pelaksanaan Festival Santa Claus 2025 sebagai salah satu agenda budaya akhir tahun yang diharapkan mampu memperkuat citra Ambon sebagai kota yang toleran serta menghadirkan ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kota Ambon, Christian Tukloy, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota untuk menghadirkan event event yang dapat mencerminkan kerukunan, tanpa memandang latar belakang keagamaan maupun komunitas tertentu.
“Festival Santa Claus ini memang bukan kegiatan keagamaan murni, melainkan tradisi. Namun seperti halnya Festival Ramadan dan event lainnya, ini menjadi indikator penting untuk memperkuat misi Wali Kota Ambon tentang Ambon sebagai kota yang toleran,” ujarnya saat ditemui di ruang ULA Balai Kota Ambon, Jumat (21/11/2025).
Tukloy menegaskan, Festival Santa Claus tidak hanya ditujukan bagi umat Kristiani, tetapi untuk seluruh warga kota. Melalui perayaan budaya ini, pemerintah berharap suasana kebersamaan, persaudaraan dan harmoni sosial dapat lebih terasa di tengah masyarakat.
“Kami berharap keterlibatan semua komunitas. Festival ini bukan hanya milik satu kelompok, tetapi milik seluruh warga Ambon.
Teman-teman OPD pun kami dorong untuk ikut mendukung,” tambahnya.
Festival Santa Claus 2025 dirancang sebagai ruang kolaborasi berbagai sektor, mulai dari UMKM, musik, hingga atraksi Santa Claus yang selalu menjadi favorit terutama bagi anak-anak. Melalui pengemasan tersebut, acara ini diharapkan mampu membentuk ekosistem yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata kota.
Dalam penyelenggaraannya, Dinas Pariwisata dan kebudayaan kota ambon menggandeng Pengurus Cabang dan Pengurus Ranting AMGPM untuk menangani kegiatan Santa Claus . Sementara dinas akan menangani sektor pendukung, termasuk kurasi UMKM, penyediaan expo, serta panggung hiburan bertema Natal.
“Semua kita satukan dalam satu media agar benar-benar tercipta ekosistem yang mendukung ekonomi dan pariwisata di Kota Ambon,” ungkap Tukloy.
Festival ini direncanakan akan digelar pada 1 Desember 2025. Untuk lokasi, Dinas Pariwisata masih melakukan asesmen jumlah peserta dan UMKM yang mendaftar. Pattimura Park menjadi opsi utama, namun jika kapasitas tidak mencukupi, lokasi akan dipindahkan ke area depan Gong Perdamaian.
“Jika Pattimura Park tidak memungkinkan, kita geser ke jalur depan Gong Perdamaian. Semua masih kita sesuaikan setelah melihat jumlah peserta yang mendaftar,” jelasnya.
Sebagai bentuk persiapan, sosialisasi kepada masyarakat akan mulai dilakukan melalui pemasangan baliho pada awal pekan depan.
Dengan persiapan matang, Festival Santa Claus 2025 diharapkan menjadi momentum yang bukan hanya memberi hiburan, tetapi juga menegaskan identitas Ambon sebagai kota yang damai, toleran, dan inklusif, sekaligus menggerakkan roda ekonomi menuju akhir tahun.(CN-02)
