AMBON, cahaya-nusantara.com

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan bahwa peningkatan keamanan kota tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada teknologi. Menurutnya, pelibatan aktif masyarakat melalui sistem keamanan lingkungan (siskamling) tetap menjadi langkah paling efektif untuk mencegah potensi gangguan keamanan di tingkat akar rumput.

Hal ini disampaikan Wattimena kepada wartawan pada Rabu (26/11/2025). Ia menilai bahwa meskipun teknologi seperti CCTV dan lampu jalan sangat membantu, kekuatan utama keamanan kota tetap berada pada gotong royong dan pengawasan warga.

“Teknologi itu penting, tetapi tidak bisa berdiri sendiri. Keamanan harus dibangun melalui partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota mengakui bahwa kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas keamanan berbasis teknologi semakin meningkat. Namun ia mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran daerah membuat pembangunan sarana tersebut harus dilakukan secara bertahap.

Ia mencontohkan persoalan lampu jalan yang hingga kini menjadi tantangan besar. Dari lebih dari 7.000 unit lampu jalan milik Pemerintah Kota Ambon, sebagian besar dalam kondisi tidak berfungsi.

“Perbaikan lampu jalan ini membutuhkan biaya besar. Tidak bisa selesai dalam waktu singkat, sehingga kami lakukan bertahap,” jelasnya.

Selain lampu jalan, pemerintah kota juga terus menambah kamera pengawas (CCTV) di beberapa titik strategis. Namun cakupannya belum merata karena harus menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.

“CCTV memang sudah terpasang di sejumlah kawasan, tetapi belum menjangkau seluruh wilayah kota. Penambahannya tetap direncanakan, namun harus realistis dengan kondisi anggaran,” kata Wattimena.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Wali Kota meminta setiap desa, negeri, dan kelurahan segera mengaktifkan kembali pos kamling di tingkat RT.

Menurutnya, kehadiran warga yang berjaga di pos kamling memberikan efek psikologis yang kuat bagi pelaku kejahatan.

“Orang yang punya niat jahat pasti berpikir ulang jika melihat ada warga yang berjaga. Siskamling itu terbukti efektif sejak dulu,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pos kamling bukan hanya tempat berjaga, tetapi juga simbol kekompakan dan kepedulian sosial antarsesama warga.

Keamanan Kota Merupakan Tanggung Jawab Bersama

Wattimena berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam urusan keamanan. Ia menegaskan bahwa menciptakan lingkungan yang aman adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

“Teknologi itu penting, tetapi tidak bisa menggantikan mata dan telinga masyarakat. Ketika warga terlibat aktif, maka keamanan kota akan jauh lebih kuat,” tutupnya.(CN-02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *