AMBON, cahaya-nusantara.com

Bertempat di Patimura Park, Senin (1/12/2025), Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Ambon, Cristian Tukloy, menjelaskan bahwa pelaksanaan Festival Santa Claus 2025 bukan sekadar hiburan akhir tahun, tetapi menjadi momentum penting dalam mendorong kolaborasi lintas sektor serta pemberdayaan pelaku UMKM di Kota Ambon.

Dalam wawancara di sela-sela kegiatan, Tukloy menyampaikan bahwa penilaian kesuksesan festival sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat.

“Kalau beta menilai belum tentu sukses, tapi kalau teman-teman bilang sukses, berarti syukur Alhamdulillah. Sukses itu kan bukan beta yang menilai, tapi orang lain yang merasakan,” ujarnya.

Meski persiapan festival sangat singkat, Tukloy menegaskan bahwa seluruh tim bekerja maksimal, termasuk menggandeng berbagai mitra kerja. Ia mengakui dirinya masih baru di Disparbud, namun semangat kolaborasi menjadi kekuatan utama.

“Katong seng bisa kerja sendiri. Kerja-kerja kolaborasi itu penting. Katong menggerakkan potensi di dinas maupun potensi mitra kerja. Siapa siapkan tari, siapa siapkan UMKM semua dilakukan bersama,” katanya.

Tukloy menekankan bahwa Festival Santa Claus tahun ini mengedepankan nilai inklusivitas, dengan melibatkan sekitar 630 anak untuk berinteraksi dan berkreasi bersama. Ia menegaskan bahwa konsep Santa Claus yang identik dengan sortepit atau mengejar-ngejar anak kini dihilangkan demi menciptakan pengalaman yang aman dan menyenangkan.

“Kita mau hilangkan rasa takut. Santa hadir untuk kasih sukacita, bukan kejar-kejar anak,” jelasnya.

Selain sebagai ruang ekspresi anak, festival ini juga menjadi ajang penguatan ekonomi lokal. Antusiasme UMKM sangat tinggi: dalam satu hari pendaftaran, lebih dari 200 pelaku UMKM mendaftar, namun hanya 74 yang lolos kurasi.

“Bayangkan dalam satu hari 200 lebih UMKM daftar. Ini menunjukkan semangat besar pelaku usaha. Kurasi dilakukan ketat supaya festival tetap berkualitas,” ujar Tukloy.

Ia menambahkan, meski pemerintah menerapkan efisiensi anggaran, sektor pemberdayaan masyarakat tetap harus berjalan. Melalui festival ini, puluhan UMKM merasakan manfaat langsung dari tingginya kunjungan masyarakat.

Dalam setiap event yang diselenggarakan Pemkot Ambon, musik tetap menjadi elemen utama sejalan dengan visi Ambon sebagai Kota Musik Dunia. Meski festival bertema Santa Claus, Disparbud tetap memprioritaskan musik sebagai pusat aktivitas.

“Prepare kita tetap pada musik sebagai penggerak utama,” tutur Tukloy.

Ketika ditanya mengenai keberlanjutan festival di tahun mendatang, Tukloy berharap keberhasilan kali ini mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Ambon sehingga dapat kembali digelar dengan skala yang lebih besar.

Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan event-event lintas agama sebagai bagian dari penguatan Ambon sebagai kota toleran.

“Beta berharap dalam waktu dekat katong bisa adakan Festival Ramadhan. Semua agama pung hari besar harus katong rayakan. Ini tanggung jawab pemerintah untuk menjaga harmoni,” tegasnya.

Sebagai pejabat baru di Disparbud, Tukloy menyebut festival ini juga menjadi sarana menilai minat dan partisipasi masyarakat. Ia mengatakan, pihaknya telah mengundang angkatan muda dari berbagai wilayah sejak awal November, namun partisipasi masih bervariasi.

“Yang ikut kurang lebih 17 ranting dari sekitar 13–14 cabang. Ini jadi evaluasi untuk katong, apakah animo masyarakat besar atau seng,” ujarnya.

Tukloy menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa festival ini dapat menjadi fondasi bagi penyelenggaraan event-event yang lebih besar dan inklusif di masa mendatang.

Jika Anda ingin, saya bisa memperpanjang berita, menambahkan kutipan langsung, atau membuat versi lain yang lebih singkat.(CN-02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *