
AMBON, cahaya-nusantara.com
Seniman Maluku Alvin Talabessy kembali menunjukkan kiprah dan dedikasinya di dunia seni rupa melalui pameran bertajuk “Baku Dapa” yang digelar di Taman Budaya Provinsi Maluku tahun 2025. Pameran ini menjadi rangkuman perjalanan kreatif Talabessy sepanjang satu tahun terakhir, sekaligus kelanjutan dari karya-karyanya yang sebelumnya diperkenalkan kepada publik.
Talabessy menjelaskan bahwa ide pameran “Baku Dapa” lahir dari refleksi dirinya terhadap dinamika berkesenian yang ia jalani sejak pameran kecil bertema “Panggil Pulang” yang digelar di sebuah kafe. Kesempatan yang diberikan Taman Budaya membuatnya dapat menghadirkan karya dalam skala yang lebih besar dan dengan persiapan yang lebih serius.
“Kalau sebelumnya Beta bikin pameran kecil di kafe, kali ini Taman Budaya memberikan kesempatan lebih luas sehingga kitorang bisa siapkan lebih serius,” ungkapnya.
Tema “Baku Dapa” dipilih karena sangat melekat dengan budaya masyarakat Maluku yang menjunjung tinggi nilai pertemuan, interaksi, dan kebersamaan. Menurutnya, baku dapa adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang tidak terpisahkan dari identitas orang Maluku.
“Budaya orang Maluku itu tidak lepas dari baku dapa. Mau naik ojek, duduk makan, atau apa saja, selalu ada momen baku dapanya,” jelas Talabessy.
Di akhir penyampaiannya, Alvin memberikan pesan khusus untuk para seniman Maluku agar terus berani berkarya dan tidak ragu mengekspresikan kreativitas mereka.
“Untuk teman-teman seniman Maluku, jangan pernah ragu untuk mencoba dan menunjukkan kreativitas. Jangan takut untuk memulai hal-hal baru, karena dari situ kita bisa berkembang dan menemukan jati diri dalam berkesenian,” pesannya.
Talabessy berharap pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga dapat menguatkan semangat para pelaku seni di Maluku untuk terus berkarya dan berkolaborasi.(CN-02)
