
AMBON, cahaya-nusantara.com
Kesiapsiagaan dan respons cepat kembali ditunjukkan Tim SAR Gabungan dalam menangani situasi darurat yang membahayakan keselamatan jiwa manusia. Seorang pendaki perempuan dilaporkan mengalami cedera saat menuruni Gunung Api Banda, Kabupaten Maluku Tengah, dan berhasil dievakuasi dengan selamat pada Minggu (8/2/2026) dini hari.
Peristiwa bermula ketika korban mengalami terkilir pada bagian pergelangan kaki sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan turun. Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Ambon melalui Pos SAR Banda sekitar pukul 00.20 WIT. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan bersama unsur masyarakat setempat segera bergerak menuju lokasi kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Ambon, Muhamad Arafah, S.H., M.Si., menjelaskan bahwa tim diarahkan menuju titik koordinat 4°31’23.40″S – 129°52’52.38″E atau berjarak sekitar 3,6 kilometer dari Pos SAR Banda. Medan yang cukup terjal serta kondisi malam hari tidak menghambat proses evakuasi.
“Setibanya di lokasi sekitar pukul 02.25 WIT, tim langsung melakukan penanganan awal dan mempersiapkan korban untuk dievakuasi dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” ujar Arafah.
Proses evakuasi berlangsung lancar meski dilakukan secara hati-hati. Sekitar pukul 04.40 WIT, Tim SAR Gabungan bersama korban akhirnya tiba dengan selamat di Desa Nusantara. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Korban diketahui bernama Tiara (20), warga Desa Nusantara, Kecamatan Banda. Ia bersama sejumlah rekannya melakukan pendakian pada Sabtu (7/2/2026) sore dengan rencana bermalam di puncak Gunung Api Banda. Namun rencana tersebut dibatalkan karena salah satu rekan yang membawa perlengkapan camping tidak kunjung tiba. Saat perjalanan turun, korban mengalami cedera pada kaki sehingga terpaksa menghentikan perjalanan.
Operasi SAR melibatkan Rescuer Pos SAR Banda serta partisipasi aktif masyarakat setempat. Sarana dan peralatan yang digunakan antara lain kendaraan rescue dan longboat milik warga. Kondisi cuaca di lokasi saat operasi berlangsung dilaporkan berawan tebal, dengan angin bertiup dari arah Barat hingga Barat Laut berkecepatan sekitar 20 knot, serta tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Dengan berhasilnya evakuasi korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing disertai ucapan terima kasih atas kerja sama dan dedikasi dalam misi kemanusiaan tersebut.(CN02)
