
AMBON, cahaya-nusantara.com
Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Nusaniwe selama rangkaian perayaan Hari Raya umat Kristiani, mulai dari peneguhan sidi, Jumat Agung hingga Paskah, terpantau aman dan kondusif. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas lingkungan.
Kapolsek Nusaniwe, AKP Johan W.M. Anakotta, saat ditemui di Catholic Center, Senin (6/4/2026), menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berkontribusi menciptakan suasana aman selama perayaan berlangsung.
“Terima kasih kepada masyarakat Nusaniwe. Sampai hari ini situasi tetap kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berjalan aman, meskipun ada beberapa gangguan, namun dapat diatasi dengan baik,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga Kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, tanpa dukungan warga, upaya penegakan keamanan tidak akan berjalan maksimal.
“Polisi bekerja setiap saat, tetapi tanpa bantuan masyarakat, itu tidak ada artinya. Masyarakat harus menjadi agen Kamtibmas dengan bersikap terbuka terhadap setiap persoalan yang terjadi di lingkungan,” tegas Anakotta.
Kapolsek juga menyoroti masih adanya kecenderungan sebagian masyarakat yang menutupi kesalahan kelompoknya sendiri. Padahal, sikap tersebut justru dapat memicu gangguan keamanan yang lebih besar.
“Jangan lindungi pelaku. Kalau masyarakat mengetahui siapa yang berbuat, harus disampaikan. Bukan disimpan. Kunci keamanan itu ada pada keterbukaan,” ujarnya.
Terkait penegakan hukum, ia memastikan pihaknya tetap bertindak tegas sesuai aturan. Namun, setiap proses hukum harus didasarkan pada bukti yang cukup agar tidak menimbulkan persoalan baru.
“Banyak kasus sudah ditangani, banyak juga yang ditangkap. Tapi kalau tidak cukup bukti, kita tidak bisa memaksakan. Kalau dipaksakan, justru polisi yang disalahkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Anakotta mengakui bahwa dinamika sosial di masyarakat tetap akan terjadi. Namun, yang terpenting adalah mencegah agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik antar kelompok maupun antar agama.
“Selama masih ada kehidupan, pasti ada dinamika. Yang penting kita cegah jangan sampai terjadi konflik antar kampung atau antar agama. Itu yang paling berbahaya,” katanya.
Mengakhiri keterangannya, Kapolsek mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dengan mengedepankan sikap transparan dalam setiap persoalan.
“Kalau ada masalah, jangan ditutupi. Harus terbuka dan transparan. Itu kunci utama menjaga keamanan bersama,” tutupnya.(CNmy)
