
Kota Ambon, cahaya-nusantara.com
Konferensi Cabang (Konfercab) ke-X Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Masohi berlangsung penuh makna di bawah sorotan tema besar “GMKI Berubahlah! Temukanlah Kasih Allah dalam Peziarahan” (bdk. Lukas 24:31-33; Roma 12:2) dengan subtema “Berjumpa dalam kasih persahabatan dan bertransformasi bersama seluruh ciptaan.”
Forum tertinggi di tingkat cabang ini tidak hanya menjadi ruang evaluasi dan perumusan arah gerakan, tetapi juga momentum peneguhan identitas GMKI sebagai gerakan kader yang terus diperbaharui dalam iman dan tindakan nyata. Rabu (08/04/26)
Kegiatan ini secara resmi dibuka sekaligus ditutup oleh Koordinator Wilayah XI PP GMKI, Yandri Yanes Porumau, yang dalam pernyataannya menegaskan bahwa tema “Berubahlah” merupakan panggilan iman yang harus diwujudkan dalam praksis gerakan. Ia mengingatkan bahwa GMKI harus terus bergerak, tidak terjebak dalam rutinitas organisasi, melainkan menghadirkan kasih Allah dalam setiap dinamika kehidupan kader dan realitas sosial di sekitarnya.
Spirit persahabatan, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun transformasi bersama yang berdampak luas.
Dari hasil persidangan Konfercab, forum secara resmi menetapkan Joshua Ahwalam sebagai Ketua Cabang GMKI Masohi masa bakti 2026–2028, menggantikan Grenhard Waileruny yang telah menuntaskan kepemimpinannya pada periode 2023–2025 dan kini mengemban tanggung jawab sebagai Pengurus Pusat GMKI, Sekretaris Fungsi Bidang Organisasi. Terpilihnya Joshua bukanlah tanpa alasan, melainkan merupakan akumulasi dari proses kaderisasi yang panjang, konsistensi dalam pelayanan, serta kapasitas kepemimpinan yang telah teruji.
Joshua Ahwalam dikenal sebagai sosok kader yang bertumbuh dari proses yang utuh di GMKI. Ia mengawali perjalanannya di GMKI Cabang Ambon, Komisariat FISIP Universitas Pattimura, di mana ia pernah mengemban tanggung jawab sebagai Sekretaris Bidang Pengkajian dan Penalaran masa bakti 2018–2020. Dari ruang-ruang diskusi dan pengkajian itulah karakter intelektualnya ditempa, membentuk cara berpikir kritis sekaligus kepekaan terhadap realitas sosial.
Karier kaderisasinya kemudian berkembang di GMKI Cabang Masohi hingga dipercaya sebagai Ketua Bidang Organisasi BPC GMKI Masohi periode 2023–2025. Bahkan, setelah Grenhard Waileruny dipanggil melayani di tingkat Pengurus Pusat, Joshua diberi kepercayaan sebagai Penjabat Ketua Cabang, sebuah amanah yang dijalankannya dengan penuh tanggung jawab. Dalam masa itu, ia aktif mendorong berbagai aksi nyata organisasi, memperkuat konsolidasi kader, serta menghadirkan GMKI sebagai gerakan yang responsif terhadap isu-isu sosial di daerah.
Di luar GMKI, Joshua juga dikenal sebagai figur yang berani bersuara, khususnya dalam mengangkat isu-isu keadilan sosial seperti persoalan tanah adat, menunjukkan bahwa kader GMKI tidak hanya hadir dalam forum internal, tetapi juga menjadi suara profetis di tengah masyarakat.
Kemampuannya sebagai orator yang kuat serta latar belakang akademiknya sebagai alumni FISIP Universitas Pattimura semakin mempertegas kapasitasnya sebagai kader yang tidak hanya cakap secara organisasi, tetapi juga matang secara intelektual.
Terpilihnya Joshua Ahwalam sebagai Ketua Cabang GMKI Masohi menjadi harapan baru bagi keberlanjutan gerakan yang lebih progresif, adaptif, dan berdampak. Ia dipandang sebagai representasi kader GMKI yang mampu mengintegrasikan nilai iman, ilmu, dan pengabdian dalam satu kesatuan praksis pelayanan di medan gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Kepemimpinannya diharapkan mampu menerjemahkan semangat tema Konfercab ke dalam gerakan nyata yang menjawab kebutuhan zaman sekaligus menjaga marwah organisasi.
Konferensi Cabang ke-X ini pada akhirnya tidak hanya melahirkan pemimpin baru, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen seluruh kader GMKI Masohi untuk terus berjalan dalam peziarahan iman, menemukan kasih Allah dalam setiap proses, serta membangun persahabatan yang menggerakkan transformasi bersama seluruh ciptaan.
Semangat itu terangkum dalam satu seruan yang terus hidup dalam gerakan GMKI: Ut Omnes Unum Sint — Supaya Mereka Semua Menjadi Satu.(CNi)
