
AMBON,cahaya-nusantara.com
Universitas Pattimura (Unpatti) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus berbasis kepulauan yang siap bersaing di tingkat global, saat mewisuda 1.298 lulusan pada periode April 2026.
Momentum ini dirangkaikan dengan peringatan Dies Natalis ke-63 yang berlangsung di Auditorium Unpatti, Poka, Kota Ambon, Kamis (23/4/2026).

Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa Unpatti tidak boleh berkembang sebagai perguruan tinggi yang bersifat umum, melainkan harus berakar kuat pada karakter kepulauan dan kemaritiman Indonesia.
“Unpatti harus hadir memberi solusi nyata bagi bangsa maritim, bukan sekadar menjadi institusi generik,” tegasnya.
Dari total lulusan, sebanyak 845 orang merupakan sarjana (S1), 373 lulusan profesi, 75 magister, dan 5 doktor. Rata-rata masa studi tercatat 3,6 tahun dengan IPK rata-rata 3,35, menunjukkan capaian akademik yang cukup kompetitif.
Lulusan tersebut berasal dari berbagai fakultas, dengan kontribusi terbesar dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 211 orang, diikuti Fakultas Ekonomi dan Bisnis 145 orang, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 88 orang. Fakultas lainnya seperti Hukum, Teknik, Pertanian, hingga Kedokteran juga turut menyumbang lulusan, termasuk dari program studi di luar kampus utama di Aru dan Maluku Barat Daya.
Selain itu, lulusan program profesi didominasi oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 302 orang dan Fakultas Kedokteran 71 orang.
Rektor menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan titik awal untuk mengabdi di tengah masyarakat. Ia mengingatkan para lulusan agar mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan nyata.
“Gelar akademik adalah awal dari proses belajar yang sesungguhnya di tengah masyarakat,” ujarnya.
Perhatian khusus juga diberikan kepada mahasiswa penerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Dari lulusan sarjana, terdapat 32 penerima KIP yang sebagian besar berhasil meraih predikat cumlaude. Capaian ini dinilai sebagai bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk berprestasi.
Dalam rangka Dies Natalis ke-63, Unpatti kembali meneguhkan arah pengembangan melalui konsep “Bina Mulia Kelautan” sebagai pola ilmiah pokok universitas. Konsep ini menempatkan Unpatti sebagai pusat pengembangan ilmu berbasis kepulauan, mulai dari sektor perikanan, pertanian, kesehatan, hingga sosial budaya dan teknologi yang relevan dengan kawasan timur Indonesia.
“Bina Mulia Kelautan bukan sekadar konsep, tetapi upaya membangun manusia unggul yang berpijak pada potensi laut dan pulau,” jelas Fredy.
Sebagai penguat arah akademik tersebut, Unpatti telah menerbitkan buku konsep “Bina Mulia Kelautan” dalam dua bahasa yang resmi memperoleh Hak Cipta dari Kementerian Hukum dan HAM RI pada 22 April 2026. Selain itu, diperkenalkan pula desain toga baru sebagai identitas institusi sesuai regulasi terbaru pendidikan tinggi.
Dalam dua tahun terakhir, Unpatti juga mencatat sejumlah capaian strategis. Persentase dosen bergelar doktor meningkat menjadi 35,28 persen dan ditargetkan mencapai 50 persen pada 2030. Jumlah program studi berakreditasi unggul juga melonjak dari enam menjadi 16 program studi.
Di sisi kerja sama, Unpatti telah menjalin 59 kemitraan internasional dan 551 kerja sama dalam negeri dengan berbagai lembaga. Dari aspek tata kelola, kampus ini meraih nilai akuntabilitas kinerja 83,45 persen dengan predikat A serta opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Meski menunjukkan kemajuan signifikan, Unpatti masih menghadapi tantangan dalam penyerapan lulusan di dunia kerja yang baru mencapai 21,82 persen, jauh dari target 60 persen.
“Ini menjadi evaluasi penting bagi kami untuk meningkatkan kesiapan lulusan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja,” ungkap Fredy.
Ke depan, Unpatti menetapkan empat fokus utama, yakni peningkatan daya saing akademik, penguatan reputasi internasional, kemandirian pendanaan, serta tata kelola digital yang transparan dan berintegritas.
Rektor juga berharap dukungan pemerintah pusat dan legislatif agar Unpatti dapat bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) pada tahun 2027.

Sementara itu, Ketua Senat Unpatti, Prof. Dr. Tonny Donald Pariela, MA, mengapresiasi berbagai kemajuan yang telah dicapai. Ia menilai penguatan budaya mutu dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi indikator penting kemajuan kampus.
“Unpatti terus tumbuh sebagai pusat pengembangan peradaban masyarakat kepulauan yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Kegiatan wisuda dan Dies Natalis ini turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Dr. Eddy Soeparno, pimpinan DPRD Maluku, Wakil Wali Kota Ambon, unsur Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, serta para orang tua wisudawan yang menyaksikan langsung momen bersejarah tersebut.(CNmy)
