
AMBON, cahaya-nusantara.com
Aparat kepolisian bersama masyarakat di Kecamatan Nusaniwe, Ambon, bergerak cepat merespons meningkatnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dalam beberapa hari terakhir. Melalui rapat bersama yang digelar di Aula Gereja GPM Imanuel OSM, Kelurahan Wainitu, Rabu (22/4/2026), seluruh elemen sepakat memperkuat sinergi untuk meredam konflik, khususnya yang melibatkan kalangan pemuda.

Rapat yang dipimpin Kapolsek Nusaniwe, AKP Johan W.M Anakotta, ini dihadiri unsur TNI-Polri, pemerintah kelurahan, tokoh agama, serta para ketua RT/RW dari wilayah Wainitu, Benteng, dan Kudamati.
Pertemuan ini menjadi wadah konsolidasi guna mencari solusi bersama atas permasalahan perkelahian antar pemuda yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.
Dalam arahannya, Kapolsek menegaskan bahwa persoalan kamtibmas tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.
Ia menilai konflik yang terjadi tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi merusak masa depan generasi muda di wilayah tersebut.
“Kami mengajak semua pihak untuk tidak terpancing emosi dan menghindari aksi balas dendam.Situasi ini harus disikapi dengan bijak agar tidak semakin meluas,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu benar atau hoaks yang dapat memperkeruh suasana.
Kapolsek mendorong warga agar lebih proaktif dalam memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan.
Sebagai langkah konkret, seluruh peserta rapat sepakat mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (pos kamling) serta ronda malam di masing-masing RT. Upaya ini dinilai penting sebagai bentuk deteksi dini sekaligus pencegahan terhadap potensi konflik.
Tak hanya itu, warga juga berkomitmen untuk segera menggelar pertemuan lanjutan di tingkat lingkungan guna menyusun kesepakatan bersama dalam menjaga keamanan.
Para tokoh masyarakat turut didorong untuk menghadirkan dan membina para pemuda yang kerap terlibat dalam aksi konflik agar dapat diarahkan ke kegiatan yang lebih positif.
Dalam kesepakatan lainnya, seluruh pihak juga mendukung pelaksanaan razia gabungan terhadap peredaran minuman keras tradisional (sopi) yang kerap menjadi pemicu terjadinya keributan di tengah masyarakat.
Rapat yang berlangsung hingga pukul 12.00 WIT tersebut berjalan aman dan lancar. Sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah setempat, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan situasi yang kondusif, sehingga keamanan dan ketertiban di wilayah Nusaniwe tetap terjaga.(CNmy)
