Ambon,
cahayanusantara12.blogspot.com

Mengakhiri tahun ajaran 2014/2015 PAUD Kasih Mandiri
dan PAUD Magrid Ambon mewisudakan 45 murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kegiatan
Widusa ke-45 anak PAUD tersebut berlangsung sederhana dan hikmat di gedung SKB
Belakang Soya Ambon yang ditandai dengan pelepasan atribut PAUD dari para siswa
yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Ambon yang diwakili oleh Dinas Pendidikan
Kota Ambon yakni Bapak Jemy Silano, Kepala Seksi PLS  dan dipuncaki dengan
wisuda siswa yang ditandai dengan penyerahan ijazah dan sertifikat dari ketua Yayasan
Kasih Mandiri oleh Suster Brigitta Renyaan dan ketua Yayasan Rinamakana, Suster
Lusia, PBHK didampingi oleh Kepala Seksi PLS kota Ambon, Jemy Silanno.
Kepala Seksi PLS, Jemy Silanno dalam sambutannya mengatakan system pendidikan
nasional telah mengamanatkan agar pendidikan PAUD merupakan pendidikan awal
sebelum anak melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, yakni TK maupun SD,
oleh sebab itu pihaknya selaku pemerintah senantiasa mendorong agar masyarakat
tetap mengusahakan sekolah PAUD.
Selanjutnya pemerintah patut memberikan apresiasi kepada masyarakat karena
akhir-akhir ini PAUD bertumbuh  dan berkembang cukup signivikan di kota
Ambon, bahkan perkembangannya saat ini telah mencapai 63 persen lebih.
Dikatakan kenaikan yang signivikan ini berawal dari tahun 2010 dengan Angka
Partisipasi Kasar (APK) sebesar 43 persen dan naik terus sampai tahun 2015
mencapai    APK 63 persen lebih.
Menurut Silano hal ini menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat cukup tinggi
dalam mengembangkan PAUD di kota Ambon. Sementara itu  ketua Yayasan Kasih Mandiri, Sr. Brigitta
Renyaan, PBHK
seusai mewisudakan dan melepas 45 anak asuhnya mengatakan pada prinsipnya  ke-45 murid PAUD yang diwisudakan tidak akan
mengalami lagi kesulitan dalam mengenal huruf di tingkat SD atau TK yang bakal
mereka masuki. Hal ini dikarenakan selama berada di PAUD-Nya mereka menganut
sistim bermain
dan belajar, itu berarti belajar tidak diutamakan melainkan bermain yang
diutamakan akan tetapi di dalam bermain itulah tanpa disadari para bunda atau
guru mereka telah mengarahkan anak untuk belajar mengenal huruf dan angka.
Pendidikan semacam itulah menurut suster akhirnya menghasilkan murid-Nya ada
yang telah lancar membaca saat mempersembahkan sebuah puisi berupa ucapan
terima kasih kepada  bunda-bunda. Buat ketua
yayasan Kasih Mandiri dan Yayasan Rinamakana serta orang tua yang selama ini,mendampingi
mereka di PAUD.  (CN-01)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *