Ambon,
cahayanusantara12.com
cahayanusantara12.com
Universitas Pattimura Ambon, Sabtu
(1/8) melakukan pendatangan MoU dengan University Kaohsiung Medical
University Taiwan. Penanda tanganan dilakukan oleh Rektor Unpatti Prof. Dr.
Thomas Pentury M.Si dan Prof Yi Ming Chen Presiden Kouhsiung Medical Universitty
yang disaksikan oleh Delegasi dari Kouhsiung Medical Universitty di antaranya ,
Prof Chun Hsiung, Prof Lie Kwan, prof Hafids, Prof Tahalele dan Prof Arifin
dari Universitas Airlangga Surabaya.
(1/8) melakukan pendatangan MoU dengan University Kaohsiung Medical
University Taiwan. Penanda tanganan dilakukan oleh Rektor Unpatti Prof. Dr.
Thomas Pentury M.Si dan Prof Yi Ming Chen Presiden Kouhsiung Medical Universitty
yang disaksikan oleh Delegasi dari Kouhsiung Medical Universitty di antaranya ,
Prof Chun Hsiung, Prof Lie Kwan, prof Hafids, Prof Tahalele dan Prof Arifin
dari Universitas Airlangga Surabaya.
Kepada wartawan usai pelaksanaan penanda
tanganan MoU Rektor Universitas Pattimura Ambon, Prof. Dr. Thomas Pentury,
M.Si, menjelaskan kalau Kehadiran Delegasi dari University Kaohsiung Medical University
Taiwan ke universitas Pattimura Ambon, dalam rangka membantu Unpatti, khususnya
Fakultas Kedokteran sangatlah penting.
tanganan MoU Rektor Universitas Pattimura Ambon, Prof. Dr. Thomas Pentury,
M.Si, menjelaskan kalau Kehadiran Delegasi dari University Kaohsiung Medical University
Taiwan ke universitas Pattimura Ambon, dalam rangka membantu Unpatti, khususnya
Fakultas Kedokteran sangatlah penting.
Menurut Pentury MOU yang baru ditandatangani
akan ditindak lanjuti lebih praktis dengan proses pembelajaran di
Fakultas Kedokteran, Riset dan Proses pengabdian dengan operasi-operasi. MoU
ini sangat penting karena Kaohsiung Medical University, adalah salah satu Universitas
yang cukup terkenal di Taiwan, dengan demikian diharapkan Unpatti dapat belajar
dan mendapat banyak pengetahuan baru, terutama pada kesehatan.
akan ditindak lanjuti lebih praktis dengan proses pembelajaran di
Fakultas Kedokteran, Riset dan Proses pengabdian dengan operasi-operasi. MoU
ini sangat penting karena Kaohsiung Medical University, adalah salah satu Universitas
yang cukup terkenal di Taiwan, dengan demikian diharapkan Unpatti dapat belajar
dan mendapat banyak pengetahuan baru, terutama pada kesehatan.
Sementara itu di tempat yang sama Prof
Lie Kwan kepala bagian Bedah Kaohsiung Medical University Taiwan menjelaskan
kalau untuk menindaklanjuti MoU ini pihaknya akan menerima Mahasiswa lulusan Unpatti
yang ingin melanjutkan ke jenjang S2 atau S3 Kaohsiung Medical University
Taiwan.
Lie Kwan kepala bagian Bedah Kaohsiung Medical University Taiwan menjelaskan
kalau untuk menindaklanjuti MoU ini pihaknya akan menerima Mahasiswa lulusan Unpatti
yang ingin melanjutkan ke jenjang S2 atau S3 Kaohsiung Medical University
Taiwan.
Menurutnya selain itu ada pula kerja
sama Kolaborasi riset saat ini sudah bisa dilaksanakan, dan untuk membantu
masyarakat Ambon untuk memberikan bantuan pelayanan bedah, terutama di
pulau-pulau terpencil. Selain kerjasama yang sudah dilakukan dengan Unpatti,
menurut Kwan ada pula Universitas lainnya di Indonesia yang sudah melakukan
kerjasama, diantaranya Airlangga dan Widya Mandala. Sementara itu presiden ahli
bedah sedunia Prof Dr Tahalele menjelaskan MOU yang dilakukan bergerak di dalam
bidang pendidikan Tranfer Of Cholits karena sangatlah penting sekali, karena di
Indonesia kekurangan dosen.
sama Kolaborasi riset saat ini sudah bisa dilaksanakan, dan untuk membantu
masyarakat Ambon untuk memberikan bantuan pelayanan bedah, terutama di
pulau-pulau terpencil. Selain kerjasama yang sudah dilakukan dengan Unpatti,
menurut Kwan ada pula Universitas lainnya di Indonesia yang sudah melakukan
kerjasama, diantaranya Airlangga dan Widya Mandala. Sementara itu presiden ahli
bedah sedunia Prof Dr Tahalele menjelaskan MOU yang dilakukan bergerak di dalam
bidang pendidikan Tranfer Of Cholits karena sangatlah penting sekali, karena di
Indonesia kekurangan dosen.
Untuk itu nantinya
ada dosen terbang dari Kaohsiung Medical University Taiwan bisa mengajar di Unpatti
sambil supervisi Rumah sakit. Selain itu menurutnya bisa juga lulusan dari
Unpatti yang pandai untuk mengambil S2 dan S3 bisa bersekolah di Kaohsiung
Medical University Taiwan dengan mendapatkan bea siswa, jadi untuk saat ini
yang akan dibicarakan adalah pendidikan. Bersamaan itu Prof Hafids
menjelaskan kalau dengan adanya MoU ini maka kesempatan ini dipakai untuk
bidang Bedah, kalau ada Dokter maupun perawat yang mau dididik, Simposium,
Workshop, para dokter dari Taiwan bisa diundang. (CN-1)
ada dosen terbang dari Kaohsiung Medical University Taiwan bisa mengajar di Unpatti
sambil supervisi Rumah sakit. Selain itu menurutnya bisa juga lulusan dari
Unpatti yang pandai untuk mengambil S2 dan S3 bisa bersekolah di Kaohsiung
Medical University Taiwan dengan mendapatkan bea siswa, jadi untuk saat ini
yang akan dibicarakan adalah pendidikan. Bersamaan itu Prof Hafids
menjelaskan kalau dengan adanya MoU ini maka kesempatan ini dipakai untuk
bidang Bedah, kalau ada Dokter maupun perawat yang mau dididik, Simposium,
Workshop, para dokter dari Taiwan bisa diundang. (CN-1)

