Ambon,Cahayanusantara12.com
Kepala Balai
Pelestarian Nilai Budaya BPNB) Ambon dan Maluku Utara, Nus Tiwery, SH, S.Pd mentakan
sejak kemarin, Senin, 31 Agustus dan hari ini, Selasa,1 September 2015,
pihaknya menurunkan 2 tim untuk menuju ke Jailolo provinsi Maluku Utara guna melakukan
koordinasi dalam rangka mempersiapkan kegiatan pagelaran Budaya dan Gema Budaya
di Maluku Utara yang akan diselenggarakan pada bulan September 2015.
Pelestarian Nilai Budaya BPNB) Ambon dan Maluku Utara, Nus Tiwery, SH, S.Pd mentakan
sejak kemarin, Senin, 31 Agustus dan hari ini, Selasa,1 September 2015,
pihaknya menurunkan 2 tim untuk menuju ke Jailolo provinsi Maluku Utara guna melakukan
koordinasi dalam rangka mempersiapkan kegiatan pagelaran Budaya dan Gema Budaya
di Maluku Utara yang akan diselenggarakan pada bulan September 2015.
Selain itu,
kepada wartawan Tiwery juga menjelaskan adanya kegiatan lawatan Sejarah
yang akan melibatkan sekitar 60 siswa di Kabupaten Maluku engah yang berpusat
di Kecamatan Wahai Menurutnya, tujuan dari lawatan sejarah itu adalah bagaimana
memperkenalkan objek-objek sejarah maupun budaya yang ada di masyarakat bagi
generasi muda bangsa terutama yang ada di Maluku dan lebih khusus lagi generasi
muda yang ada di kabupaten Maluku Tengah. Menurutnya dari objek-objek sejarah yang
ada itu kemudian para pemandu menceritakan tentang peristiwa-peristiwa yang
terjadi dalam satu situs di mana objek itu berada.
kepada wartawan Tiwery juga menjelaskan adanya kegiatan lawatan Sejarah
yang akan melibatkan sekitar 60 siswa di Kabupaten Maluku engah yang berpusat
di Kecamatan Wahai Menurutnya, tujuan dari lawatan sejarah itu adalah bagaimana
memperkenalkan objek-objek sejarah maupun budaya yang ada di masyarakat bagi
generasi muda bangsa terutama yang ada di Maluku dan lebih khusus lagi generasi
muda yang ada di kabupaten Maluku Tengah. Menurutnya dari objek-objek sejarah yang
ada itu kemudian para pemandu menceritakan tentang peristiwa-peristiwa yang
terjadi dalam satu situs di mana objek itu berada.
Tiwery
menandaskjan tujuan utama dari lawatan sejarah itu adalah bagaimana
memperkenalkan objek-objek sejarah dan budaya yang dimiliki khususnya di
kabupaten Maluku Tengah khususnya di kabupaten Wahai bagi generasi muda saat
ini dan generasi mendatang.
Selaku kepala Balai, Tiwery mengakui objek-objek sejarah dan budaya itu tidak
terpusat di satu daerah melainkan tersebar-sebar di berbagai wilayah di Maluku.
menandaskjan tujuan utama dari lawatan sejarah itu adalah bagaimana
memperkenalkan objek-objek sejarah dan budaya yang dimiliki khususnya di
kabupaten Maluku Tengah khususnya di kabupaten Wahai bagi generasi muda saat
ini dan generasi mendatang.
Selaku kepala Balai, Tiwery mengakui objek-objek sejarah dan budaya itu tidak
terpusat di satu daerah melainkan tersebar-sebar di berbagai wilayah di Maluku.
Menurutnya
sebelum akan dilakukannya lawatan sejarah yang berlangsung dari tanggal 1,2 dan
3 September 2015 itu, pihaknya telah terlebih dahulu melakukan survey pada
tempat-tempat tersebut.
sebelum akan dilakukannya lawatan sejarah yang berlangsung dari tanggal 1,2 dan
3 September 2015 itu, pihaknya telah terlebih dahulu melakukan survey pada
tempat-tempat tersebut.
Selanjutnya
menurut Tiwery dengan adanya lawatan sejarah yang melibatkan anak-anak muda ini
dimaksudkan pula agar membawa anak-anak mengenal situs-situs sejara tersebut dan
jika telah mengenalnya dengan baik maka para siswa diharapkan untuk membantu
pemerintah dan membantu masyarakat untuk merawat sistus-situs tersebut.(CN-01)
menurut Tiwery dengan adanya lawatan sejarah yang melibatkan anak-anak muda ini
dimaksudkan pula agar membawa anak-anak mengenal situs-situs sejara tersebut dan
jika telah mengenalnya dengan baik maka para siswa diharapkan untuk membantu
pemerintah dan membantu masyarakat untuk merawat sistus-situs tersebut.(CN-01)

