Ambon,Cahayanusantara12.com
Menyusul
peristiwa kematian Edmundus Kelanit, warga desa Ohoidertawun, Kecamatan Kei
Kecil Kabupaten Maluku Tenggara pada September 2014 yang hingga kini masih
dianggapmisterius, Pengacara kawakan asal desa Kolser Maluku Tenggara, Neles Kelanit,
SH mempertanyakan kinerja dari Kapolres Maluku Tenggara yang dinilai kurang
profesional. Hal ini disampaikan Kelanit kepada wartawan di Ambon, pekan lalu. Dikatakan,
selama ini di wilayah hukum Polres Kabupaten Maluku Tenggara selama ini banyak
terjadi tindak pidana besar yang sebenarnya dapat memicu tindak
pidana-tindak pidana yang lain tetapi Polres sendiri tidak diketahui apa
penyebab banyak kasus yang tidak dapat diungkap, salah satu di ataranya adalah
kematian Edmundus yang hingga saat ini masih belum terungkap penyebabnya.
peristiwa kematian Edmundus Kelanit, warga desa Ohoidertawun, Kecamatan Kei
Kecil Kabupaten Maluku Tenggara pada September 2014 yang hingga kini masih
dianggapmisterius, Pengacara kawakan asal desa Kolser Maluku Tenggara, Neles Kelanit,
SH mempertanyakan kinerja dari Kapolres Maluku Tenggara yang dinilai kurang
profesional. Hal ini disampaikan Kelanit kepada wartawan di Ambon, pekan lalu. Dikatakan,
selama ini di wilayah hukum Polres Kabupaten Maluku Tenggara selama ini banyak
terjadi tindak pidana besar yang sebenarnya dapat memicu tindak
pidana-tindak pidana yang lain tetapi Polres sendiri tidak diketahui apa
penyebab banyak kasus yang tidak dapat diungkap, salah satu di ataranya adalah
kematian Edmundus yang hingga saat ini masih belum terungkap penyebabnya.
Kepada wartawan
Kelanit malah mempertanyakan apakah dalam hal ini Polres sendiri tidak mampu
mengungkap berbagai peristiwa dan kejadian tersebut atau memang ada faktor-faktor-faktor
lain dirinya sendiri tidak tahu. Tetapi satu hal yang pasti adalah Polres
Maluku Tenggara kelihatan main-main dalam mengungkap kejahatan di wilayah
Polres Maluku Tenggara, kata Kelanit.
Kelanit malah mempertanyakan apakah dalam hal ini Polres sendiri tidak mampu
mengungkap berbagai peristiwa dan kejadian tersebut atau memang ada faktor-faktor-faktor
lain dirinya sendiri tidak tahu. Tetapi satu hal yang pasti adalah Polres
Maluku Tenggara kelihatan main-main dalam mengungkap kejahatan di wilayah
Polres Maluku Tenggara, kata Kelanit.
Selanjutnya
menurut Kelanit Kinerja Polres Maluku Tenggara harus mendapat perhatian. Menurut
Kelanit, soal kejadian seputar ditemukannya jenazah Edmundus di tepi
pantai desa Ohoidertawun seharusnya menjadi perhatian pihak kepolisian Polres
Malra untuk mengungkap kasxus berikutnya karena dapat diduga adanya hubungan
antara kejadian awal dengan matinya korban di desa tersebut. Di mana sesuai
keterangan sang kepala desa dan sejumlah warga lainnya, sebelum Edmundus
ditemukan meninggal dunia dengan tubuhnya berlumuran darah, ada seorang warga
desa tersebut yang mengamuk dengan menggunakan parang, yakni AR, bahkan
sebelumnya AR sendiri sempat ditahan di Polsek Kei Kecil beberapa jam sebelum ditemukannya
korban, namun akibat ada seorang famili AR yang kebetulan menjadi anggota
Polisi di Polres Maluku Tenggara yang mengintervensi Kapolsek Kei Kecil
akhirnya AR kemudian dilepas dan beberapa saat berikutnya kedapatan mengamuk
dengan menggunakan parang di desa tersebut.
menurut Kelanit Kinerja Polres Maluku Tenggara harus mendapat perhatian. Menurut
Kelanit, soal kejadian seputar ditemukannya jenazah Edmundus di tepi
pantai desa Ohoidertawun seharusnya menjadi perhatian pihak kepolisian Polres
Malra untuk mengungkap kasxus berikutnya karena dapat diduga adanya hubungan
antara kejadian awal dengan matinya korban di desa tersebut. Di mana sesuai
keterangan sang kepala desa dan sejumlah warga lainnya, sebelum Edmundus
ditemukan meninggal dunia dengan tubuhnya berlumuran darah, ada seorang warga
desa tersebut yang mengamuk dengan menggunakan parang, yakni AR, bahkan
sebelumnya AR sendiri sempat ditahan di Polsek Kei Kecil beberapa jam sebelum ditemukannya
korban, namun akibat ada seorang famili AR yang kebetulan menjadi anggota
Polisi di Polres Maluku Tenggara yang mengintervensi Kapolsek Kei Kecil
akhirnya AR kemudian dilepas dan beberapa saat berikutnya kedapatan mengamuk
dengan menggunakan parang di desa tersebut.
Lebih jauh
Kelanit mengatakan sebenarnya kejadian di mana AR mengamuk dengan parang itu
menjadi petunjuk awal pihak Kepolisian untuk segera mengungkap kematian
Edmundus yang limit waktunya tidak lama berselang, hanya terhitung jam saja.,
tetapi ternyata sampai sekarang tidak ada satu orang pun yang diperiksa dan
tidak ada satu orangpun yang ditahan aparat Polres Malra.
Kelanit mengatakan sebenarnya kejadian di mana AR mengamuk dengan parang itu
menjadi petunjuk awal pihak Kepolisian untuk segera mengungkap kematian
Edmundus yang limit waktunya tidak lama berselang, hanya terhitung jam saja.,
tetapi ternyata sampai sekarang tidak ada satu orang pun yang diperiksa dan
tidak ada satu orangpun yang ditahan aparat Polres Malra.
Menyoal tentang
adanya dugaan oknum Polisi yang berusaha menutup-nutupi kasus kematian misterius
Edmundus, Kenait mengatakan bila itu benar ada maka oknum Polisi itupun
harus ditindak oleh Kapolres Malra karena Polisi punya kewajiban untuk
melindungi masyarakat dan apabila terjadi tindak pidana maka pihak kepolisian wajib
mengungkap. Dan apabila ada oknum Polisi yang menghalang-halangi terbukanya
satu tindak pidana maka oknom Polisi itu pun harus ditindak. Kepada wartawan
Kelanit mengatakan lepas dari dirinya selaku kuasa hukum di Maluku Tenggara,
akan tetapi dirinya juga adalah bagian dari keluarga korban dan selaku
masyarakat Maluku Tenggara dirinya berharap Polisi segera berupaya untuk mengungkap
peristiwa meninggalnya Edmundus.(CN-01)
adanya dugaan oknum Polisi yang berusaha menutup-nutupi kasus kematian misterius
Edmundus, Kenait mengatakan bila itu benar ada maka oknum Polisi itupun
harus ditindak oleh Kapolres Malra karena Polisi punya kewajiban untuk
melindungi masyarakat dan apabila terjadi tindak pidana maka pihak kepolisian wajib
mengungkap. Dan apabila ada oknum Polisi yang menghalang-halangi terbukanya
satu tindak pidana maka oknom Polisi itu pun harus ditindak. Kepada wartawan
Kelanit mengatakan lepas dari dirinya selaku kuasa hukum di Maluku Tenggara,
akan tetapi dirinya juga adalah bagian dari keluarga korban dan selaku
masyarakat Maluku Tenggara dirinya berharap Polisi segera berupaya untuk mengungkap
peristiwa meninggalnya Edmundus.(CN-01)

