Ambon,cahayanusantara12.com
Kepala Tata
Usaha Kanwil Kementrian Agama
Provinsi Maluku Drs H Firdaus Kaisupy, Selasa (15/9) pagi berkesempatan mewakili Kakanwil Agama Provinsi Maluku
membuka pelaksanaan bimbingan Teknis
Penyuluh non PNS Kristen di lingkungan Kanwil
Kementrian Agama Provinsi Maluku tahun2015 di Aula Kanwil Agama Provinsi Maluku. Dalam
sambutannya Kaisupy menegaskan saat ini tugas untuk menghayati dan memahami serta pengamalan ajaran agama masih
sangat berat, bahkan dengan kejadian
tawuran yang dilakukan oleh para siswa kementrian agama yang selalu disoroti.
Usaha Kanwil Kementrian Agama
Provinsi Maluku Drs H Firdaus Kaisupy, Selasa (15/9) pagi berkesempatan mewakili Kakanwil Agama Provinsi Maluku
membuka pelaksanaan bimbingan Teknis
Penyuluh non PNS Kristen di lingkungan Kanwil
Kementrian Agama Provinsi Maluku tahun2015 di Aula Kanwil Agama Provinsi Maluku. Dalam
sambutannya Kaisupy menegaskan saat ini tugas untuk menghayati dan memahami serta pengamalan ajaran agama masih
sangat berat, bahkan dengan kejadian
tawuran yang dilakukan oleh para siswa kementrian agama yang selalu disoroti.
Hal ini
dikatakan kalau lembaga pendidikan Agama belum berhasil mengakibatkan masih adanya
tawuran-tawuran, dan ini tidak bisa dipungkiri.
Diakuinya kalau kementrian Agama mempunyai tugas
untuk memberikan pembinaan kepada
masyarakat, harus melalui penyuluh-penyuluh PNS maupun Non PNS, tetapi penyuluh PNS Kriosten, Islam Katolik budha dan
Hindu di Kanwil agama provinsi Maluku masih
sangat terbatas. Untuk itu pihaknya
mengharapkan peran dari penyuluh-penyuluh Non PNS, dan para penyuluh tersebut juga harus memberikan
panutan yang baik kepada masyarakat.
Ia menambahkan kalau tugas dari para penyuluh
ini agar bisa dirasakan oleh masyarakat,
memberikan perubahan kepada masyarakat, untuk itu dirinya mengharapkan peran para penyuluh walaupun
belum bisa memberikan berbuat banyak
kepada para penyuluh berupa honor yang seimbang
dengan tugas di lapangan.
dikatakan kalau lembaga pendidikan Agama belum berhasil mengakibatkan masih adanya
tawuran-tawuran, dan ini tidak bisa dipungkiri.
Diakuinya kalau kementrian Agama mempunyai tugas
untuk memberikan pembinaan kepada
masyarakat, harus melalui penyuluh-penyuluh PNS maupun Non PNS, tetapi penyuluh PNS Kriosten, Islam Katolik budha dan
Hindu di Kanwil agama provinsi Maluku masih
sangat terbatas. Untuk itu pihaknya
mengharapkan peran dari penyuluh-penyuluh Non PNS, dan para penyuluh tersebut juga harus memberikan
panutan yang baik kepada masyarakat.
Ia menambahkan kalau tugas dari para penyuluh
ini agar bisa dirasakan oleh masyarakat,
memberikan perubahan kepada masyarakat, untuk itu dirinya mengharapkan peran para penyuluh walaupun
belum bisa memberikan berbuat banyak
kepada para penyuluh berupa honor yang seimbang
dengan tugas di lapangan.
Sementara itu
dari laporan ketua panitia pelaksanaan tujuan pelaksanaan Kegiatan Bimbingan Teknis Penyuluh
Non PNS Kristen Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Maluku adalah untuk membekali peserta dengan seperangkat pengetahuan tentang
pelayanan dan pembinaan kepada umat Kristen. Diharapkan agar peserta dapat mengikuti hal-hal apa saja yang
diperlukan dan dilakukan oleh Penyuluh Non PNS
untuk membimbing umat untuk berakhlak
mulia dan baik.(CN-01)
dari laporan ketua panitia pelaksanaan tujuan pelaksanaan Kegiatan Bimbingan Teknis Penyuluh
Non PNS Kristen Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Maluku adalah untuk membekali peserta dengan seperangkat pengetahuan tentang
pelayanan dan pembinaan kepada umat Kristen. Diharapkan agar peserta dapat mengikuti hal-hal apa saja yang
diperlukan dan dilakukan oleh Penyuluh Non PNS
untuk membimbing umat untuk berakhlak
mulia dan baik.(CN-01)
