Ambon,
Cahayanusantara12.com
Cahayanusantara12.com
Sangat disesalkan tindakan Walikota Ambon Richard Louhenapessy
yang bermental Preman, main tangan besi terhadap warganya sendiri. Demikian
penegasan beberapa warga Kota Ambon kepada wartawan Rabu (4/11) yang kecewa
melihat tindakan pemukulan yang dilakukan oleh Louhenapessy terhadap salah satu
warga Selasa pagi. Menurut salah satu warga yang enggan namanya
disebutkan, pada pagi itu tepatnya pukul 10 pagi di Jalan Pattimura tepatnya di
depan SD PDK Ambon, Lohenapessy emosi karena mobilnya disalip oleh
salah satu pengendara sepeda motor, langsung turun dan menampar pemuda
tersebut, yang kemudian diikuti oleh sopir Walikota yang langsung memukul
pemuda tersebut.
yang bermental Preman, main tangan besi terhadap warganya sendiri. Demikian
penegasan beberapa warga Kota Ambon kepada wartawan Rabu (4/11) yang kecewa
melihat tindakan pemukulan yang dilakukan oleh Louhenapessy terhadap salah satu
warga Selasa pagi. Menurut salah satu warga yang enggan namanya
disebutkan, pada pagi itu tepatnya pukul 10 pagi di Jalan Pattimura tepatnya di
depan SD PDK Ambon, Lohenapessy emosi karena mobilnya disalip oleh
salah satu pengendara sepeda motor, langsung turun dan menampar pemuda
tersebut, yang kemudian diikuti oleh sopir Walikota yang langsung memukul
pemuda tersebut.
Seharusnya sebagai seorang walikota harus membuat
teladan bagi masyarakat, untuk menyelesaikan masalah harus tidak dengan emosi, tetapi
yang sudah dilakukan oleh Louhenapessy adalah tindakan Premanisme. Menurutnya
selaku seorang pejabat alangkah baiknya pada saat kejadian tersebut
Louhenapessy harus turun dan menegur pengendara tersebut bukanlah harus main
hakim sendiri. ”Seharusnya Walikota harus menegur, atau kalau tidak puas
menahan STNK atau SIM pengendara tersebut dan diberikan kepada pihak Lalulintas
untuk di proses sesuai hukum, bukannya bagai preman turun langsung main pukul, ”Ungkapnya
kesal.
teladan bagi masyarakat, untuk menyelesaikan masalah harus tidak dengan emosi, tetapi
yang sudah dilakukan oleh Louhenapessy adalah tindakan Premanisme. Menurutnya
selaku seorang pejabat alangkah baiknya pada saat kejadian tersebut
Louhenapessy harus turun dan menegur pengendara tersebut bukanlah harus main
hakim sendiri. ”Seharusnya Walikota harus menegur, atau kalau tidak puas
menahan STNK atau SIM pengendara tersebut dan diberikan kepada pihak Lalulintas
untuk di proses sesuai hukum, bukannya bagai preman turun langsung main pukul, ”Ungkapnya
kesal.
Tindakan ini sangat disesalkan oleh masyarakat,
karena seorang pemimpin saja sudah menunjukan sikap yang arogan terhadap
masyarakat, dan itu dapat menjadi contoh yang tidak baik kepada bawahannya, dan
nantinya kalau semua pejabat berbuat begini apa yang akan terjadi dengan
masyarakat. Ia menambahkan kalau pada saat menjelang pIlkada betapa baiknya seorang
louhenapessy bagaikan seorang Malaikat, namun setelah mendapat jabatan
masyarakat dibuat semena-mena.
karena seorang pemimpin saja sudah menunjukan sikap yang arogan terhadap
masyarakat, dan itu dapat menjadi contoh yang tidak baik kepada bawahannya, dan
nantinya kalau semua pejabat berbuat begini apa yang akan terjadi dengan
masyarakat. Ia menambahkan kalau pada saat menjelang pIlkada betapa baiknya seorang
louhenapessy bagaikan seorang Malaikat, namun setelah mendapat jabatan
masyarakat dibuat semena-mena.
Dirinya mengusulkan agar Walikota Ambon atau Pejabat
Pemkot selalu di kawan oleh Petugas perhubungan atau Polisi Pamong Praja
sehingga pada saat kejadian tersebut terjadi nanti para petugas yang langsung
turun memproses atau memukul, bukanlah orang nomor satu di Kota Ambon. (CN-01)
Pemkot selalu di kawan oleh Petugas perhubungan atau Polisi Pamong Praja
sehingga pada saat kejadian tersebut terjadi nanti para petugas yang langsung
turun memproses atau memukul, bukanlah orang nomor satu di Kota Ambon. (CN-01)
