Ambon,Cahayanusantara12.com
Ketua Komite SD Negeri 93 Ambon Haji Ali Husein
mengatakan sejak dirinya dipercatyakan menjadi Ketua Komisi di SD itu
penyaluran dana BOS kepada siswa tidaklah sesuai dengan jumlah siswa yang ada,
disamping itu di tahun 2014 pengalokasian seragam hanya diberikan kepada 30 siswa
dan dianggap selesai, berikutnya  di tahun 2015 dari dana bos bersiswa 800
ribu rupiah siswa hanya menerima 1 buah tas itupun jumlah siswanya hanya
sebanyak 30 orang. Sementara itu kepada wartawan Husein mengatakan seyogyanya
jumlah siswa sebanyak 280 orang dikalikan dengan besaran dana per siwa sebanyak
800 ribu rupiah maka sekaolah menerima dana sebasar 224 juta per tahun akan
tetapi jumlah siswa yang menerima pakaian seragam satu pasang di tahun 2014
hanya sebanyak 30 siswa maka jumlah alokasi dananya hanya 55t juta rupiah,
demikian halnya dalam tahun 2015 ini di mana terdapat 30 siswa yang menerima 30
buah tas maka dengan sendirinya alokasi dana BOS per sioswa adalah 55 juta
rupiah. Oleh sebab itu Husein mempertanyakan ke mana dana BOS  yang lain dan
kenapa hanya 30 siswa yang menerima pakaian seragam berikut tas di dua tahun itu.
Kepada wartawan Husein menambahkan saat dirinya bertanya
kepada kepala sekolah dan Bendahara, maka keduanya selalu berasumsi banyak pengeluaran
tak terduga. Ironisnya meskipun banyak pengeluaran tak terduga yang belum bisa dibuktikan,
tapi kondisi fisik sekolah itu agaknya memprihatinkan karena sebagai contoh 7
buah pintu di sekolah itu tidak memiliki kunci alias rusak seluruh kunci dan
pegangan kuncinya. Menariknya lagi kepala Dinas Pendidikan kota Ambon, Benny
Kainama yang dikonfirmasi d ponsel mengatakan wartawan jangan percaya kepada
sang ketua Komisi dan meminta Ketua Komisi untuk membuat laporan secara tertulis
tentang kondisi dana BOS di sekolah itu. Terhadap komentar Kadis tersebut Husein
langsung menanggapi sambil mengatakan laporan tentang penggunaan keuangan di
sekolah itu telah berulang kali diserahkan kepada Kadis akan tetapi tidak
pernah digubris karena disinyalir sang Kadis menjadikan sekolah itu sebagai lahannya
Kadis. Sementara itu Kepala Sekolah SD 93 yang juga dikonfirmasi lewat ponsel mengatakan
dirinya barusan menjadi PLH di sekolah itu awal Oktober 2015 sehingga banyak
hal belum diketahuinya dengan baik sehingga wartawan diundang datang esok
harinya guna melakukan konfirmasi dengan Bendahara sekolah.(CN-01)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *