Ambon,Cahayanusantara12.com
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Ir.
Diah Utami, M.Sc mengatakan, pada November 2015 Dari 82 kota IHK, tercatat 69
kota mengalami inflasi sedangkan 13 kota mengalami deflasi. Demikian antara
lain penegasan Utami kepada wartawan dalam sebuah konferensi Pers di kantor BPS
Provinsi Maluku, Selasa, 1/12. Dikatakan, dari 2 kota IHK di Provinsi Maluku,
Kota Ambon mengalami deflasi 0,44 persen dengan IHK 121,10 sedangkan Kota Tual
mengalami inflasi sebesar 1,03 persen dengan IHK 132,94. Selanjutnya menurut
Utami, Inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 2,35 persen dengan IHK
127,38 dan terendah terjadi di Kota Ternate sebesar 0,02 persen dengan IHK125,90.Deflasi
tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,02 persen dengan IHK 121,87
dan terendah terjadi di Kota Manado sebesar 0,01 persen dengan IHK 123,06. Disebutkan
pulan, dari 82 kota IHK di Indonesia, di bulan November 2015 IHK Kota Ambon
menduduki peringkat41, inflasi bulanan Kota Ambon menduduki peringkat 78,
inflasi tahun kalender Kota Ambon menduduki peringkat 4, serta untuk inflasi
tahun ke tahun Kota Ambon menduduki peringkat 8.
Menurutnya, dari 82 kota IHK di Indonesia, di bulan November
2015 IHK Kota Tual menduduki peringkat 1, inflasi bulanan Kota Tual menduduki peringkat
3, inflasi tahun kalender Kota Tual menduduki peringkat 1, serta inflasi tahun
ke tahun Kota Tual menduduki peringkat 5. Tingkat inflasi tahun kalender Kota
Ambon di bulan November 2015 sebesar 5,27 persen dan tingkat inflasi tahun ke
tahun (November 2015 terhadap November 2014) sebesar 7,22 persen. Kepada
wartawan Utami menjelaskan tingkat inflasi tahun kalender Kota Tual di bulan
November 2015 sebesar 6,06 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November
2015 terhadap November 2014) sebesar 7,58 persen. Sementara itu menurut Utami,
Inflasi di Kota Ambon terjadi pada 6 kelompok pengeluaran, yakni pada kelompok
makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,13 persen; kelompok
perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,12 persen; kelompok
sandang sebesar 0,06 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,47 persen; kelompok pendidikan,
rekreasi, dan olahraga sebesar 0,60 persen; serta pada kelompok transpor,
komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,06 persen;sedangkan 1 kelompok mengalami
deflasi, yakni pada kelompok bahan makanan sebesar 3,42 persen; . Komoditas
yang dominan menyumbang inflasi di Kota Ambon adalah angkutan udara, ikan
tongkol, kangkung, ikan selar, dan celana panjang jeans pria dewasa. Komoditas
yang dominan menyumbang inflasi di Kota Tual adalah ikan mumar, bayam, angkutan
udara, ikan teri, dan lengkuas.(CN-03)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *