Ambon,
Cahayanusantara12.com
Cahayanusantara12.com
Kadis Sosial Provinsi Maluku, Drs. Polly Kastanya, M.Si
minta RT 01 RW 04 kelurahan Kudamati Ambon agar ikut membantu kelompok
pengrajin Tenun Saloba Lanjut Usia Batu Gantung Ganemu Kecamatan Nusaniwe Kota
Ambon supaya usahanya dapat berkembang menyusul adanya bantuan dari Kementrian
Sosial sebesar 31 juta rupiah yang diterima kelompok pada November kemarin. Himbauan
ini disampaikan Kastanya di hadapan kelompok Saloba Lansia di Batu Gantung
Ambon saat melakukan kunjungan dalam rangka menyerahkan bantuan Bedah Kamar
Lansia Senin, 30/11.
minta RT 01 RW 04 kelurahan Kudamati Ambon agar ikut membantu kelompok
pengrajin Tenun Saloba Lanjut Usia Batu Gantung Ganemu Kecamatan Nusaniwe Kota
Ambon supaya usahanya dapat berkembang menyusul adanya bantuan dari Kementrian
Sosial sebesar 31 juta rupiah yang diterima kelompok pada November kemarin. Himbauan
ini disampaikan Kastanya di hadapan kelompok Saloba Lansia di Batu Gantung
Ambon saat melakukan kunjungan dalam rangka menyerahkan bantuan Bedah Kamar
Lansia Senin, 30/11.
Dikatakan bantuan yang pemerintah berikan saat ini memang
kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan pengrajin untuk membelanjakan bahan
baku dan proses produksi Tenun, akan tetapi ia berharap dengan bantuan yang ada
dapatlah dipergunakan dengan sebaik-baiknya guna melancarkan proses produksi
Tenun dari kelompok pengrajin Saloba. Kesempatan itu pula Kastanya memberikan
respons posuitif terhadap usulan kelompok pengrajin Saloba yang mengeluhkan
kendala kelompok yakni pasar untuk pemasaran hasil produksinya. Kadis berjanji
dirinya akan segera berkoordi8nasi dengan dinas Indag Provinsi Maluku guna mencari
solusi bagi kesulitan yang dihadapi oleh pengrajin Lansia ini.
kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan pengrajin untuk membelanjakan bahan
baku dan proses produksi Tenun, akan tetapi ia berharap dengan bantuan yang ada
dapatlah dipergunakan dengan sebaik-baiknya guna melancarkan proses produksi
Tenun dari kelompok pengrajin Saloba. Kesempatan itu pula Kastanya memberikan
respons posuitif terhadap usulan kelompok pengrajin Saloba yang mengeluhkan
kendala kelompok yakni pasar untuk pemasaran hasil produksinya. Kadis berjanji
dirinya akan segera berkoordi8nasi dengan dinas Indag Provinsi Maluku guna mencari
solusi bagi kesulitan yang dihadapi oleh pengrajin Lansia ini.
Sementara itu Ketua RT 01/ RW 04 Batu Gantung Ganemo,
Petrus Rahakbaw yang juga sekaligus menjadi ketua kelompok Pengrajin Tenun
Saloba Lansia mengatakan dirinya bersama dengan kelompoknya sangat mengapresiasi
kehadiran Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku saat ini, karena sebelumnya
kelompoknya secara khusus dan warga Batu Gantung Ganemo secara umum belum
menerima sentuhan dari Dinas Sosial Provinmsi Maluku sebagaimana yang dilakukan
Kastanya bersama Stanya saat ini. Bahkan secara rinci Rahakbauw mengatakan
dalam tahun 2015 ini saja warga di lingkungannya memperoleh perhatian yang
cukup besar dari Kementrian Sosial seperti bantuan untuk siswa dan bantuan bagi
anak-anak balita. Oleh sebab itu dirinya berharap di saat-saat yang akan datang
pemerintah khususnya kementrian Sosial agar tetap memperhatikan kelompok
pengrajin di wilayahnya mengingat 90 persen masyarakat di lingkungannya sebagai
pekerja kasar.
Petrus Rahakbaw yang juga sekaligus menjadi ketua kelompok Pengrajin Tenun
Saloba Lansia mengatakan dirinya bersama dengan kelompoknya sangat mengapresiasi
kehadiran Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku saat ini, karena sebelumnya
kelompoknya secara khusus dan warga Batu Gantung Ganemo secara umum belum
menerima sentuhan dari Dinas Sosial Provinmsi Maluku sebagaimana yang dilakukan
Kastanya bersama Stanya saat ini. Bahkan secara rinci Rahakbauw mengatakan
dalam tahun 2015 ini saja warga di lingkungannya memperoleh perhatian yang
cukup besar dari Kementrian Sosial seperti bantuan untuk siswa dan bantuan bagi
anak-anak balita. Oleh sebab itu dirinya berharap di saat-saat yang akan datang
pemerintah khususnya kementrian Sosial agar tetap memperhatikan kelompok
pengrajin di wilayahnya mengingat 90 persen masyarakat di lingkungannya sebagai
pekerja kasar.
Menganggapi permintaan Ketua RT, Kadis Sosial, Kastanya
mengatakan pemerintah memang sulit untuk memperhatikan satu kelompok secara
terus menerus lantaran begitu banyak masyarakat lain juga yang membutuhkan perhatian
pemerintah. Dengan demikian dirinya berharap dengan adanya
bantuan yang meskipun sedikit tetapi dapat membantu kelompok dalam meneruskan
usaha mereka. Sementara dirinya bersama dengan Kabid Resos dinas Sosial
Provinsi Maluku akan berusaha untuk menghubungi instansi terkait lainnya guna
memberikan solusi terhadap kelancaran dan kelanjutan usaha warga.
Sementara itu di tempat terpisah Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos), Yahya S,
Balyanan, S.Sos, MH, di tempat terpisah mengatakan selain bantuan Kementrian
Sosial sebesar 31 Juta bagi Pengrajin Tenun Saloba Lansia Batu Gantung
Ganemo, secara keseluruhan di Kota Ambon terdapat empat kelompok pengrajin yang
menerima bantuan untuk meningkatkan usaha mereka, di antaranya Pengarajin
Perahu Cengkeh di Latuhalat, serta kelompok Pengrajin Batu Akik, dan Kelompok
Pengrajin Tenun di dua tempat yakni di Kecamatan Nusaniwe dan Kecamatan
Baguala.(CN-03)
mengatakan pemerintah memang sulit untuk memperhatikan satu kelompok secara
terus menerus lantaran begitu banyak masyarakat lain juga yang membutuhkan perhatian
pemerintah. Dengan demikian dirinya berharap dengan adanya
bantuan yang meskipun sedikit tetapi dapat membantu kelompok dalam meneruskan
usaha mereka. Sementara dirinya bersama dengan Kabid Resos dinas Sosial
Provinsi Maluku akan berusaha untuk menghubungi instansi terkait lainnya guna
memberikan solusi terhadap kelancaran dan kelanjutan usaha warga.
Sementara itu di tempat terpisah Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos), Yahya S,
Balyanan, S.Sos, MH, di tempat terpisah mengatakan selain bantuan Kementrian
Sosial sebesar 31 Juta bagi Pengrajin Tenun Saloba Lansia Batu Gantung
Ganemo, secara keseluruhan di Kota Ambon terdapat empat kelompok pengrajin yang
menerima bantuan untuk meningkatkan usaha mereka, di antaranya Pengarajin
Perahu Cengkeh di Latuhalat, serta kelompok Pengrajin Batu Akik, dan Kelompok
Pengrajin Tenun di dua tempat yakni di Kecamatan Nusaniwe dan Kecamatan
Baguala.(CN-03)
