Ambon,
Cahayanusantara12.com
Cahayanusantara12.com
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Ir.
Diah Utami, M.Sc mengatakan dari 2 kota IHK di Provinsi Maluku, Kota Ambon
mengalami inflasi 0,62 persen dengan IHK 121,85 sedangkan Kota Tual
mengalami inflasi sebesar 2,37 persen dengan IHK 136,09. Demikian antara lain
penegasan Utami kepada wartawan dalam konferensi pers di kantor BPS Provinsi
Maluku di Passo Ambon, Senin, 4/1/2016. Dikatakan, Inflasi tertinggi terjadi di
Kota Merauke sebesar 2,87 persen dengan IHK 131,04 dan terendah terjadi di Kota
Cirebon sebesar 0,27 persen dengan IHK118,94. Menurutnya, Dari 82 kota IHK di
Indonesia, di bulan Desember 2015 IHK Kota Ambon menduduki peringkat45, inflasi
bulanan Kota Ambon menduduki peringkat 71, inflasi tahun kalender Kota Ambon
menduduki peringkat 6, serta untuk inflasi tahun ke tahun Kota Ambon juga
menduduki peringkat 6. Dari 82 kota IHK di Indonesia, di bulan Desember 2015 IHK Kota Tual menduduki
peringkat 1, inflasi bulanan Kota Tual menduduki peringkat 3, inflasi tahun
kalender Kota Tual menduduki peringkat 1, serta inflasi tahun ke tahun Kota Tual
juga menduduki peringkat 1. Tingkat inflasi tahun kalender Kota Ambon di bulan
Desember 2015 sebesar 5,92 persen sama dengan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember
2015 terhadap Desember 2014), yakni5,92 persen. Tingkat inflasi tahun kalender
Kota Tual di bulan Desember 2015 sebesar 8,58 persen sama dengan tingkat
inflasi tahun ke tahun (Desember 2015 terhadap Desember 2014) sebesar8,58
persen. Inflasi di Kota Ambon terjadi pada semua atau 7 kelompok pengeluaran, yakni
pada kelompok bahan makanan sebesar 0,53 persen; kelompok makanan jadi,
minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,99 persen; kelompok perumahan, air,
listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,16 persen; kelompok sandang sebesar 0,79
persen; kelompok kesehatan sebesar 0,20 persen; kelompok pendidikan, rekreasi,
dan olahraga sebesar 1,58 persen; serta pada kelompok transpor, komunikasi, dan
jasa keuangan sebesar 0,84 persen. Komoditas yang dominan menyumbang inflasi di
Kota Ambon adalah angkutan udara, akademi/perguruan tinggi, tariflistrik,
bawang merah, dan cabai rawit. Komoditas yang dominan menyumbang inflasi di
Kota Tual adalah angkutan udara, ikan cakalang, ikan kakap putih, ikan ekor
kuning, dan nasi dengan lauk.(CN-03)
Diah Utami, M.Sc mengatakan dari 2 kota IHK di Provinsi Maluku, Kota Ambon
mengalami inflasi 0,62 persen dengan IHK 121,85 sedangkan Kota Tual
mengalami inflasi sebesar 2,37 persen dengan IHK 136,09. Demikian antara lain
penegasan Utami kepada wartawan dalam konferensi pers di kantor BPS Provinsi
Maluku di Passo Ambon, Senin, 4/1/2016. Dikatakan, Inflasi tertinggi terjadi di
Kota Merauke sebesar 2,87 persen dengan IHK 131,04 dan terendah terjadi di Kota
Cirebon sebesar 0,27 persen dengan IHK118,94. Menurutnya, Dari 82 kota IHK di
Indonesia, di bulan Desember 2015 IHK Kota Ambon menduduki peringkat45, inflasi
bulanan Kota Ambon menduduki peringkat 71, inflasi tahun kalender Kota Ambon
menduduki peringkat 6, serta untuk inflasi tahun ke tahun Kota Ambon juga
menduduki peringkat 6. Dari 82 kota IHK di Indonesia, di bulan Desember 2015 IHK Kota Tual menduduki
peringkat 1, inflasi bulanan Kota Tual menduduki peringkat 3, inflasi tahun
kalender Kota Tual menduduki peringkat 1, serta inflasi tahun ke tahun Kota Tual
juga menduduki peringkat 1. Tingkat inflasi tahun kalender Kota Ambon di bulan
Desember 2015 sebesar 5,92 persen sama dengan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember
2015 terhadap Desember 2014), yakni5,92 persen. Tingkat inflasi tahun kalender
Kota Tual di bulan Desember 2015 sebesar 8,58 persen sama dengan tingkat
inflasi tahun ke tahun (Desember 2015 terhadap Desember 2014) sebesar8,58
persen. Inflasi di Kota Ambon terjadi pada semua atau 7 kelompok pengeluaran, yakni
pada kelompok bahan makanan sebesar 0,53 persen; kelompok makanan jadi,
minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,99 persen; kelompok perumahan, air,
listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,16 persen; kelompok sandang sebesar 0,79
persen; kelompok kesehatan sebesar 0,20 persen; kelompok pendidikan, rekreasi,
dan olahraga sebesar 1,58 persen; serta pada kelompok transpor, komunikasi, dan
jasa keuangan sebesar 0,84 persen. Komoditas yang dominan menyumbang inflasi di
Kota Ambon adalah angkutan udara, akademi/perguruan tinggi, tariflistrik,
bawang merah, dan cabai rawit. Komoditas yang dominan menyumbang inflasi di
Kota Tual adalah angkutan udara, ikan cakalang, ikan kakap putih, ikan ekor
kuning, dan nasi dengan lauk.(CN-03)
