Ambon,
Cahayanusantara12.com
Bersatu Untuk Membangun MBD; kegiatan open house dan
Natal bersama masyarakat Maluku Barat Daya, yang didesain oleh Pemerintah kabupaten
Maluku Barat Daya, Drs. Barnabas Nataniel Orno, yang bertempat di Hotel Tirta
kencana Amahusu, kota Ambon, provinsi Maluku, Selasa, 29/12/2015 disambut
gembira oleh
masyarakat Maluku Barat Daya yang berdomisili di kota Ambon, provinsi Maluku,
berjalan lancar, aman , damai dan sukscita. Kegiatan ini pun dihadiri oleh kepala
SKPD lingkup kabupaten  MBD, anggota DPRD pruvinsi Maluku, asal  kabupaten
MBD dan bapak, ibu tokoh masyarakat asal kabupaten  Maluku Barat Daya,
serta masyarakat kabupaten MBD yang berdomisili di kota Ambon, provinsi Maluku.
Dalam kegiatan ini, bupati Maluku Barat Daya, Drs
Barnabas Nataniel Orno mengatakan, inti dari kegiatan ini adalah menyatukan,
dan mengkonsulidasikan masyarakat kabupaten  Maluku Barat Daya dalam suasana
Natal.
Menurutnya, proses pilkada tanggal 9/12/2015 yang lalu menimbulkan berbedaan,
kontraversi, kepentingan politik, saling mengadu-domba satu sama lain, 
yang mengakibatkan perpecahan di dalam tubuh masyarakat Maluku Barat Daya, 
sehingga melalui kegiatan ini ia berharap dapat mempersatukan Masyarakat MBD
kembali. Selain itu, ia mengatakan jika Tuhan berkenan memberikan kesempatan untuk 
bersama wakilnya, Benjamin Noach memimpin kabupaten Maluku Barat Daya 5 tahun
yang akan datang , maka  ia (pemerintah kabupaten MBD) bersama seluruh
elemen-elemen, steckholder  akan bekerja sama untuk membangun kabupaten
MBD yang lebih baik. Ia menambahkan terkait pendidikan, di tahun 2016 ini 20%
dari APBD kabupaten MBD, akan dialokasikan ke pendidikan dan 10% untuk
kesehatan.
Menurutnya, anggaran ini pun belum mencukupi, karena
kabupaten MBD adalah kabupaten baru, yang daerahnya berbatasan dengan dua
Negara tetangga, yakni ; Timor Leste dan Australia, ini merupakan salah satu daerah
yang baru di mekarkan, dan harus ada dispensasi khusus dari pemerintah pusat
dan pemerintah provinsi untuk daerah-daerah  yang baru di indonesia,
termasuk daerah kabupaten MBD. Selain itu juga, di tahun 2016 ini akan di buka
Pendidikan di luar Daerah Domisili (PDD). “ di tahun  2016 ini, sudah kami
buka pendidikan daerah domisili,Itu pendidikan tinggi. Dengan perencanaannya
lebih dari 7 program studi yang akan kami buka, salah satunya adalah
pertambangan. Ini program kementrian direktorat pendidikan tinggi, untuk kabupaten aru dan MBD yang mendapatkan itu. Karena,
jarak ke perguruan tinggi yang lain kan sangat jauh. Dan suatu saat nanti
anak-anak yang mau sekolah pertambangan, akan ke situ. Dan dalam kepengurusan
saya ini, target saya di tahun 2019 , jika tuhan berkenan, sekolah tinggi ini
akan mekar menjadi Universitas Negeri Kalwedo.” Paparnya!!!. Di sisi lain, ia
mengatakan jika dipakai mekanisme normatif, maka tentu saja masyarakat
kabupaten MBD  akan hidup dengan ketertinggalan mereka.   
“kalau kita pakai mekanisme normatif, pasti kita tertinggal saja. Seperti
pesawat;  lapangan sudah tersedia, semuanya sudah cukup, tapi aturannya
itu ketat. Semestinya di daerah-daerah tertentu harus ada dispensasi khusus,
tidak bisa pakai aturan normatif  untuk semua daerah. Kalau di bandara
internasional  sukarno-hatta, bandara hassanudin, dan bandara pattimura di
ambon, itu pesawat sudah banyak, tapi kita di MBD itu tidak ada pesawat di
sana. Avia Star yang datang, hanya muatan penunpangnya sedikit saja.karena,
pesawatnya kecil sekali. Ingat kami MBD itu berbatasan dengan Negara Autralia
dan Timor Leste dong, jadi harus ada dispensasi khusus bagi daerah tersebut”, ujarnya!!.
Selain itu, ia manambahkan kekecewaannya,  terhadap
PT PELNI dan Kementrian perhubungan. di mana, ia telah menyurati berkali- kali
PT PELNI dan Kementrian perhubungan  terkait kapal KM SIRIMAU yang melintasi
pulau MOA, adalah  kabupaten MBD ,tetapi kapal KM SIRIMAU tidak singgah di
pelabuhan MOA.  namun, tidak  ada balasan apa-apa.” Coba, kapal
SIRIMAU itu kan dari saumlaki ke kupang , lewat MOA, singgahlah di sini (MOA).
saya mempertanyakan soal ini,sudah berkali-kali saya menyurati PT PELNI dan
Kementrian Perhubungan, tetapi tidak ada balasannya”. Bebernya!!!.. Ia berharap, pemerintah pusat harus
lebih memperhatikan masyarakat Maluku barat daya yang selama ini, masih hidup
dengan berbagai macam kekurangan infrastruktur yang ada.  menurutnya,
sampai saat ini pemerintah pusat belum memperhatikan masyarakat  MBD
secara baik,  melalui aspek transportasi laut, maupun udara. (CN-04)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *