Ambon,
Cahayanusantara12.com
Cahayanusantara12.com
Kabag TU Kantor Kemenag Provinsi Maluku, Firdaus Kaisupi
Selasa, 1/3 siang berkenan membuka penyelenggaraan Rakor Pimpinan Lembaga
Pendidikan Keagamaan Islam yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan
Agama dan Keagamaan Islam Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku yang bertempat
di hotel Golden Palace. Sebelum membuka dengan resmi jalannya Rakor, Kaisupi
terlebih dahulu membaca sambutan tertulis dari Kakanwil Kemenag provinsi Maluku
yang tak berkesempatan menghadiri kegiatan dimaksud. Dalam sambutan tertulisnya
itu Kakanwil Kemenag Provoinsi Maluku, Fesal Musaad antara lain menegaskan beberapa
hal. Pertama dikatakan, Lembaga Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
merupakan bagian integral dari sistim pendidikan nasional yang seyogyanya
lembaga Pendidikan Agama dan Keagamaan ini harus berperan lebih aktif dan meningkatkan
kreativitas, produktivitas serta mutu Sumber Daya Manusia serta pengelolaannya. Kedua, bahwa kegiatan Rakor yang dilaksanakan ini
dikatakan penting karena adanya persepsi yang sama serta tujuan yang sama bagi
peserta pimpinan lembaga dan dalam mengelola program pendidikan Agama dan
Keagamaan Islam. Ketiga, Memang Lembaga Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam sebagai
bagian dari pendidikan di Indonesia yang sering tidak luput dari berbagai
masalah dan persoalan, apakah itu persoalan sarana, prasarana, mutu pengajar,
keterbatasan anggaran, keterbatasan tenaga guru, bahkan terbatas dalam
penyediaan sarana informasi. Akan tetapi hal ini bukan membuat para
pimpinan lembaga menjadi pesimis untuk berkarya dan mengabdikan ilmu yang didapat demi kelangsungan pendidikan generasi anak bangsa melalui lembaga
pendidikan keagamaan, seperti Pondok pesantren, Madrasah Diniyah dan
Taman Pendidikan Al-Quran.
Selasa, 1/3 siang berkenan membuka penyelenggaraan Rakor Pimpinan Lembaga
Pendidikan Keagamaan Islam yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan
Agama dan Keagamaan Islam Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku yang bertempat
di hotel Golden Palace. Sebelum membuka dengan resmi jalannya Rakor, Kaisupi
terlebih dahulu membaca sambutan tertulis dari Kakanwil Kemenag provinsi Maluku
yang tak berkesempatan menghadiri kegiatan dimaksud. Dalam sambutan tertulisnya
itu Kakanwil Kemenag Provoinsi Maluku, Fesal Musaad antara lain menegaskan beberapa
hal. Pertama dikatakan, Lembaga Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
merupakan bagian integral dari sistim pendidikan nasional yang seyogyanya
lembaga Pendidikan Agama dan Keagamaan ini harus berperan lebih aktif dan meningkatkan
kreativitas, produktivitas serta mutu Sumber Daya Manusia serta pengelolaannya. Kedua, bahwa kegiatan Rakor yang dilaksanakan ini
dikatakan penting karena adanya persepsi yang sama serta tujuan yang sama bagi
peserta pimpinan lembaga dan dalam mengelola program pendidikan Agama dan
Keagamaan Islam. Ketiga, Memang Lembaga Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam sebagai
bagian dari pendidikan di Indonesia yang sering tidak luput dari berbagai
masalah dan persoalan, apakah itu persoalan sarana, prasarana, mutu pengajar,
keterbatasan anggaran, keterbatasan tenaga guru, bahkan terbatas dalam
penyediaan sarana informasi. Akan tetapi hal ini bukan membuat para
pimpinan lembaga menjadi pesimis untuk berkarya dan mengabdikan ilmu yang didapat demi kelangsungan pendidikan generasi anak bangsa melalui lembaga
pendidikan keagamaan, seperti Pondok pesantren, Madrasah Diniyah dan
Taman Pendidikan Al-Quran.
Sementara itu Ketua Panitia, Said Nuhuyanan, S.Hi, dalam
laporannya menyebutkan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah, pertama
untuk menumbuhkan Inovasi, motivasi, kreativitas dalam pengelolaan
Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam. Dua, Meningkatkan kualitas SDM. Tiga,
meningkatkan kualitas koordinasi dan sinkronisasi serta evaluasi yang lebih
profesional dalam pengelolaan program pendidikan pada lembaga Pendidikan
Keagamaan Islam. Keempat. Meningkatnya kemampuan manajerial Pengelola Lembaga
Keagamaan Islam. Lima, Terbangunnya sinergi Pengembangan evaluasi laporan serta
penyediaan data-data Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam yang
komprehensif. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta.(CN-01)
laporannya menyebutkan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah, pertama
untuk menumbuhkan Inovasi, motivasi, kreativitas dalam pengelolaan
Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam. Dua, Meningkatkan kualitas SDM. Tiga,
meningkatkan kualitas koordinasi dan sinkronisasi serta evaluasi yang lebih
profesional dalam pengelolaan program pendidikan pada lembaga Pendidikan
Keagamaan Islam. Keempat. Meningkatnya kemampuan manajerial Pengelola Lembaga
Keagamaan Islam. Lima, Terbangunnya sinergi Pengembangan evaluasi laporan serta
penyediaan data-data Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam yang
komprehensif. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta.(CN-01)
