Ambon, Cahayanusantara12.com

Pelaksanaan Ujian Nasional bagi siswa SMK dilaksanakan
selama 4 hari dan selama ini bagi 60  siswa peserta UN SMK Negeri 6 Ambon
tidak mengalami kendala. Demikian penjelasan Kepala Sekolah Menegah Kejuruan
Negeri 6 Ambon Jeber Tiwery S.Pd kepada wartawan di ruang kerjanya Rabu (6/4).  Menurutnya  sebelum dilaksanakan Ujian
Nasional,  ujian SMK dilaksanakan dalam tahapan-tahapan antara lain Ujian
Kompetensi Keahlian (UKK) yang dilaksanakan berdasarkan panduan yang diturunkan
oleh Direktorat pendidikan menengah kejuruan yang dilangsungkan antara Bulan
Februari dan Maret. Menurutnya, Pelaksanaan Ujian Nasional SMK dilangsungkan
selama 4 hari karena adanya tambahan praktek ujian teori kejuruan, yang mana
ujian praktek sudah dilaksanakan pada bulan Maret. Selanjutnya Tiwery
menjelaskan, UKK tersebut bertujuan untuk mempertimbangkan sertifikat yang dimiliki anak agar mempunyai nilai jual yang
diberikan kepada industri oleh karena itu dari 3 program studi yang dimiliki
oleh SMK Negeri 6 antara lain Multimedia, Akuntansi dan perwatan sosial. Untuk
Akuntansi menurutnya seluruh anak dapat dapat mengikuti ujian pada Lab Akuntansi
di Poltek dan pengujinya adalah tenaga-tenaga Poltek, sama halnya dengan
Multimedia, sementara untuk keperawatan Sosial dilaksanakan di LAPAS dan LPPM
yang mana siswa berhadapan langsung dengan klien. Setelah pelaksanaan UKK
dilanjutkan dengan teori sekolah yang dilaksanakan pada tanggal 14 Maret,
setelah itu dilanjutkan dengan Ujian Nasional yang nantinya pengumuman hasil UN
pada SMK jatuh pada 7 Mei, Ia menambahkan sebelum menghadapi pelaksanaan Ujian
Nasional 2016 di SMK Negeri 6 Ambon sudah dipersiapkan dengan matang, baik bagi
siswa, guru dan lingkungan.
Persiapan yang dilakukan terhadap siswa ada pemantapan,
dan Try Out, yang mana pemantapan dilakukan dengan membuat Multi kelas yang
mana siswa satu kelas dibagi lagi menjadi dua bagian sehingga anak bisa menyerap
yang diberikan guru dengan baik. “Misalnya dalam satu kelas ada 30 siswa, saya
bagi menjadi 2 sehingga satu kelas menjadi 15 siswa, sehingga pada saat guru
mengajar kontrolnya cepat  dan siswa bisa meresap yang diberikan guru
dengan cepat,” ungkapnya. Pengawasan yang dilakukan di SMK Negeri 6 adalah
pengawasan silang penuh  antara SMK yang ada pada rayon 8, dan pengawas
tiba di sekolah lebih awal sebelum waktu pelaksanaan UN, yang mana pengawas
tiba di sekolah jam 6.30.(CN-01)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *