Ambon, cahaya-nusantara.com
Ketua Umum Asosiasi
Bimbingan dan Konseling Indonesia(ABKIN) Prof Dr Mungin Eddy Wibowo M.Pd,
kepada wartawan usai pelaksanaan Pelantikan Pengurus Bimbingan dan Konseling
Provinsi Maluku Selasa (8/11) di Aula PGSD Unpatti Ambon menjelaskan
kalau Konseling bukan salah satu untuk membantu mengatasi masalah
tetapi konseling untuk mencegah para peserta didik untuk terhindar dari
masalah.
Bimbingan dan Konseling Indonesia(ABKIN) Prof Dr Mungin Eddy Wibowo M.Pd,
kepada wartawan usai pelaksanaan Pelantikan Pengurus Bimbingan dan Konseling
Provinsi Maluku Selasa (8/11) di Aula PGSD Unpatti Ambon menjelaskan
kalau Konseling bukan salah satu untuk membantu mengatasi masalah
tetapi konseling untuk mencegah para peserta didik untuk terhindar dari
masalah.
Menurutnya tidak benar kalau konseling dilakukan hanya pada saat ada siswa yang
bermasalah, tetapi konselor harus pro aktif untuk mengetahui ada masalah apa
dengan demikian sudah membantu terjadinya masalah pada siswa. Konseling itu
sangatlah penting ada di sekolah-sekolah karena sehebat apapun guru mata pelajaran
membimbing peserta didik dalam metode pembelajaran, tetapi apabila peserta didik
sedang galau atau memiliki kebutuhan yang tidak dipenuhi maka dari Guru
BK atau konselor yang akan berperan dalam mengatasi persoalan peserta didik
tersebut. Untuk saat ini guru konseling yang ada baru 40 ribu untuk SMP, SMA
dan SMK, belum termasuk SD dan Madrasah sementara kekurangan Guru BK saat
ini banyak sekali.
Terkait dengan kasus adanya siswa yang memukul guru, menurut
Wibowo hal ini harus dicari penyebabnya apa, dengan demikian ada kesalahan dari
guru tersebut dengan demikian diperlukan peran guru BK untuk memahami yang
kemudian mengarahkan sesuai dengan masing-masing individu karena individu A dan
B itu berbeda. Ia menambahkan kalau kenakalan remaja itu merupakan satu protes
karena kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi, seperti orang tua sekarang ini lebih
banyak memberikan material tetapi tidak pernah memberikan kasih sayang. Dirinya
berharap agar pemerintah konsekuen dengan regulasi yang sudah ada, bahwa
kebutuhan Guru BK yang masih kurang untuk dipenuhi jangan hanya guru mata
pelajaran karena guru BK itu sangatlah penting untuk membentuk karakter peserta
didik.(CN-02)
Wibowo hal ini harus dicari penyebabnya apa, dengan demikian ada kesalahan dari
guru tersebut dengan demikian diperlukan peran guru BK untuk memahami yang
kemudian mengarahkan sesuai dengan masing-masing individu karena individu A dan
B itu berbeda. Ia menambahkan kalau kenakalan remaja itu merupakan satu protes
karena kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi, seperti orang tua sekarang ini lebih
banyak memberikan material tetapi tidak pernah memberikan kasih sayang. Dirinya
berharap agar pemerintah konsekuen dengan regulasi yang sudah ada, bahwa
kebutuhan Guru BK yang masih kurang untuk dipenuhi jangan hanya guru mata
pelajaran karena guru BK itu sangatlah penting untuk membentuk karakter peserta
didik.(CN-02)
