Musaad: peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, baik di Maluku, Indonesia bahkan dunia merupakan cita-cita mulia almarhum pendeta
Semmy Nuniary yang mendirikan IAKO-INTIM
Semmy Nuniary yang mendirikan IAKO-INTIM
Ambon, cahaya-nusantara.co.id
Kakanwil Kemenag
provinsi Maluku Fesal Musaad dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh
Kebid Bimas Kristen Kanwil Kemenag provinsi Maluku mengatakan, hari ini
Institur Agama dan Keagamaan Oikumene (IAKO) INTIM Ambon dalam usia 35
tahun telah melaksanakan minimal 34 kali
wisuda, itu artinya ada ratusan bahkan
ribuan alumni dengan berbagai
disiplin ilmu agama dan keagamaan yang telah dihasilkan .
provinsi Maluku Fesal Musaad dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh
Kebid Bimas Kristen Kanwil Kemenag provinsi Maluku mengatakan, hari ini
Institur Agama dan Keagamaan Oikumene (IAKO) INTIM Ambon dalam usia 35
tahun telah melaksanakan minimal 34 kali
wisuda, itu artinya ada ratusan bahkan
ribuan alumni dengan berbagai
disiplin ilmu agama dan keagamaan yang telah dihasilkan .
Demikian antara lain
penegasan Musaad dalam sambutannya pada acara wisuda sarjana IAKO ke 34 di aula
Catholik Centre Ambon, Rabu, 27/09.
penegasan Musaad dalam sambutannya pada acara wisuda sarjana IAKO ke 34 di aula
Catholik Centre Ambon, Rabu, 27/09.
Dikatakan, sekarang pertanyaannya adalah, Pertama.
Kontribusi alumni IAKO INTIM dalam
pembangunan pendidikan agama dan keagamaan
dan usaha wirausaha baik lokal
Indonesia Timur, Nasional bahkan dunia?. Dua. Bagaimana sikap akomodatif
pemerintah, masyarakat dan pihak swasta
terhadap lulusan IAKO-INTIM dalam dunia
kerja?.
Kontribusi alumni IAKO INTIM dalam
pembangunan pendidikan agama dan keagamaan
dan usaha wirausaha baik lokal
Indonesia Timur, Nasional bahkan dunia?. Dua. Bagaimana sikap akomodatif
pemerintah, masyarakat dan pihak swasta
terhadap lulusan IAKO-INTIM dalam dunia
kerja?.
Menurutnya kedua
pertanyaan ini bersifat kualitatif, tidak bisa dijawab dengan angka.
Secara konteks hanya perlu dijawab
dengan pilihan positif atau negatif.
Jawabannya pasti sudah ada pada Yayasan Samuel David Nuniary dan
petinggi IAKO-INTIM Ambon.
pertanyaan ini bersifat kualitatif, tidak bisa dijawab dengan angka.
Secara konteks hanya perlu dijawab
dengan pilihan positif atau negatif.
Jawabannya pasti sudah ada pada Yayasan Samuel David Nuniary dan
petinggi IAKO-INTIM Ambon.
Selanjutnya menurut
Kakanwil bila jawabannya positif pihaknya berpikir tidak ada masalah. Tapi bila jawabannya negatif berarti ada banyak
hal yang harus segera disikapi dan diselesaikan
oleh Yayasan dan IAKO.
Kakanwil bila jawabannya positif pihaknya berpikir tidak ada masalah. Tapi bila jawabannya negatif berarti ada banyak
hal yang harus segera disikapi dan diselesaikan
oleh Yayasan dan IAKO.
Menurut Kakanwil
adanya dua pertanyaan ini bukan berarti pihaknya apriori terhadap IAKO, tapi semuanya perlu disampaikan karena respon positif dan respeknya terhadap
peningkatan kualitas pendidikan agama
dan keagamaan, baik di Maluku,
Indonesia bahkan dunia yang merupakan cita-cita mulia almarhum pendeta Semmy
Nuniary yang mendirikan IAKO-INTIM
bahkan semua pihak.
adanya dua pertanyaan ini bukan berarti pihaknya apriori terhadap IAKO, tapi semuanya perlu disampaikan karena respon positif dan respeknya terhadap
peningkatan kualitas pendidikan agama
dan keagamaan, baik di Maluku,
Indonesia bahkan dunia yang merupakan cita-cita mulia almarhum pendeta Semmy
Nuniary yang mendirikan IAKO-INTIM
bahkan semua pihak.
Sementara itu dalam
sekapur sirihnya Rektor IAKO, Drs. F..P.J.
De Fretes, ST. M.Pd antara lain menjelaskan tentang status dan legalitas IAKO-INTIM Ambon yang telah
mendapatkan dari Dirjen Bimas Kristen RI serta akreditas B yang dimiliki oleh
54 prodi yang yang di lembaga tersebut oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) PT
di Makassar sejak Mei tahun 2016 lalu.
sekapur sirihnya Rektor IAKO, Drs. F..P.J.
De Fretes, ST. M.Pd antara lain menjelaskan tentang status dan legalitas IAKO-INTIM Ambon yang telah
mendapatkan dari Dirjen Bimas Kristen RI serta akreditas B yang dimiliki oleh
54 prodi yang yang di lembaga tersebut oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) PT
di Makassar sejak Mei tahun 2016 lalu.
De Fretes juga
berharap perintah provinsi Maluku dapat mengabulkan permintaan pihak IAKO-INTIM
Ambon yang menghendaki agar pendidri IAKO-INTIM Ambon dengan berbagai lembaga pendidikan lain mulai dari tingkat TK
sampai ke perguruan tinggi ini dapat ditetapkan sebagai pahlawan pendidikan
dari Maluku.
berharap perintah provinsi Maluku dapat mengabulkan permintaan pihak IAKO-INTIM
Ambon yang menghendaki agar pendidri IAKO-INTIM Ambon dengan berbagai lembaga pendidikan lain mulai dari tingkat TK
sampai ke perguruan tinggi ini dapat ditetapkan sebagai pahlawan pendidikan
dari Maluku.
Sementara dalam
keterangannya kepada wartawan seusai acara wisuda Rektor kedua IAKO-INTIM Ambon
ini mengatakan soal usulan untuk
menetapkan Pdt. Prof. DR(HC) Nuniary, M.Min selaku Pahlawan pendidikan di
Maluku itu pihaknya telah mendeklarasikannya pada tanggal 17 Agustus 2017 dalam
upacara proklamasi Kemerdekaan RI, Hal ini disebabkan karena itu merupakan keinginan dari Lembaga
IAKO-INTIM Ambon, disamping juga berasal dari masyarakat pendudkung pendidikan
yang ada di Maluku, Papua dan di daerah lain yang mengenal sosok almarhum
sebagai bapak pendidikan yang mendirikan bukan saja lembaga pergururuan tinggi
dan sekolah-sekolah secara alamiah belaka melainkan lebih dari itui ia memiliki
pikiran yang cerdas untuk melakukan terobosan-terobosan demi menyelamatkan
anak-anak bangsa yang terbuang oleh lembaga pendidikan mulai dari tingkat SD,
SMP, SMA dan juga Perguruan tinggi yakni dengan program Paket-paket A setara
SD, Paket B setara SMP, paket C setara SMA dan yang terakhir adalah paket D
setara perguruan tinggi yang saat ini diambil alih oleh pemerintah dalam
program-program paket A,B dan C.(CN-02)
keterangannya kepada wartawan seusai acara wisuda Rektor kedua IAKO-INTIM Ambon
ini mengatakan soal usulan untuk
menetapkan Pdt. Prof. DR(HC) Nuniary, M.Min selaku Pahlawan pendidikan di
Maluku itu pihaknya telah mendeklarasikannya pada tanggal 17 Agustus 2017 dalam
upacara proklamasi Kemerdekaan RI, Hal ini disebabkan karena itu merupakan keinginan dari Lembaga
IAKO-INTIM Ambon, disamping juga berasal dari masyarakat pendudkung pendidikan
yang ada di Maluku, Papua dan di daerah lain yang mengenal sosok almarhum
sebagai bapak pendidikan yang mendirikan bukan saja lembaga pergururuan tinggi
dan sekolah-sekolah secara alamiah belaka melainkan lebih dari itui ia memiliki
pikiran yang cerdas untuk melakukan terobosan-terobosan demi menyelamatkan
anak-anak bangsa yang terbuang oleh lembaga pendidikan mulai dari tingkat SD,
SMP, SMA dan juga Perguruan tinggi yakni dengan program Paket-paket A setara
SD, Paket B setara SMP, paket C setara SMA dan yang terakhir adalah paket D
setara perguruan tinggi yang saat ini diambil alih oleh pemerintah dalam
program-program paket A,B dan C.(CN-02)

